
Hari itu, Samantha sedang berada disekolah Edward untuk menunggu Edward sampai selesai sekolah.
Kemarin, setelah mengenalkan Billy dan Amber, Samantha kembali keapartemennya dengan wajah yang kusut.
Hampir seharian dia harus menemani dua sejoli itu, dengan sedikit berbohong jika Edward telah kembali barulah Amber membiarkannya pergi.
Samantha mengira hanya dia saja yang mengalami hal buruk hari itu, tapi saat Jhon kembali wajah pria itu tidak kalah Kusutnya.
Dia telah bertanya pada Jhon tapi pria itu tidak menjawabnya. Jhon segera masuk kedalam kamar untuk mandi dan setelah itu Jhon langsung tidur tanpa mengatakan apa-apa.
Samantha semakin penasaran dibuatnya, Akhirnya dia bertanya pada Edward tapi Edward berkata hari mereka sangat menyenangkan.
Setelah Mendengar hal itu, Samantha menyimpulkan jika Jhon hanya kelelahan saja.
Dan saat ini, Samantha harus mendengarkan curhatan sahabatnya itu melalui ponselnya.
"Sam, apa kau tahu?" tanya Amber penuh semangat.
"Tidak." jawabnya dengan cepat.
"Oh Sam, dengarkan dulu perkataanku."
"What?"
"Ini mengenai Billy."
"Oh my, Billy lagi Billy lagi." gerutu Samantha dalam hati.
"Ada apa dengannya?" tanya Samantha pura-pura.
"He is perfect man, you know?"
"Oh yah?"
"Yes." jawab Amber dengan cepat.
"Baguslah, jika kau suka dengannya maka jalinlah hubungan dengannya." Saran Samantha.
"Tentu saja Sam, memang selama ini aku mencari pria seperti itu."
"It's good, semoga kalian berjodoh."
"Sam."
"Apa lagi?"
"Bagaimana jika kita double date." ajak Amber.
"No." tolak Samantha dengan cepat.
Dia tidak mau jadi nyamuk lagi, lagipula Jhon pasti menolaknya.
"Please Sam, please." Amber memohon.
"No Amber." Samantha masih menolak.
"Satu kali saja ya, please." mohon Ambar lagi.
"No, Amber!" Samantha masih tetap menolak.
"Kau jahat, ayolah aku sangat ingin melakukan double date denganmu." mohon Amber lagi.
Samantha memijit pelipisnya dan menghembuskan nafasnya dengan berat, jika dia masih tetap menolak maka Amber tidak akan pernah berhenti.
"Oke you win, tapi aku tidak janji. Aku harus menanyakan hal ini pada pacarku terlebih dahulu, apa dia mau atau tidak?" Akhirnya dengan berat hati dia menyentujui permintaan Amber.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan tunggu kabar darimu." kata Amber dengan gembira.
"Oke."
Samantha segera mematikan ponselnya, dia takut Amber meminta hal lainnya lagi. Dia berharap setelah double date nanti, Amber dan Billy sudah bisa memulai hubungan mereka berdua tanpa bantuannya lagi itupun jika Jhon bersedia.
Sedangkan saat itu Jhon sedang duduk diruangannya sambil melihat tanggal dari ponsel yang berada ditangannya.
Beberapa hari lagi ulang tahun Samantha, dia sangat ingin memberikan kejutan untuk wanitanya karena selama ini Samantha tidak pernah meminta apapun darinya.
Bahkan bunga yang dia minta Billy belikan kemarin entah Samantha terima atau tidak, dia ingin bertanya pada Samantha tapi dia lupa.
Saat dia kembali dia tidak melihat ada bunga dirumah Samantha, jika bunga itu diterima Samantha seharusnya ada.
Atau mungkin Samantha tidak menyukai bunga sehingga membuangnya?
Mungkin dia harus membelikan sesuatu yang lain.
Jhon segera menekan nomor ibunya, dia ingin menanyakan kapan keluarganya akan kembali karena dia ingin melamar Samantha dihari ulang tahun wanita itu.
"Jhon, ada apa menghubungi mommy?" tanya ibunya dari sebrang sana.
"Mom, dimana kalian sekarang?"
"China, mommy rindu kampung halaman mommy. Memangnya ada apa?" tanya ibunya penasaran.
"Tidak ada apa-apa, mom when are you back?"
"Kenapa? Apa kau rindu dengan kami?"
"Hm yes."
"Oh my boy, mommy sangat senang mendengarnya."
"Mom, bukan itu."
"Bisakah kalian cepat kembali? Beberapa hari lagi ulang tahun Samantha dan aku ingin melamarnya dihari itu." jelasnya.
"Are you serious Jhon?"
"Of course i'm serious, jadi cepatlah kalian kembali."
"Baiklah sayang, mommy akan mengajak daddymu segera kembali."
"Oke, aku tunggu."
"Love you boy."
Setelah berkata demikian Jhon segera mematikan ponselnya, dalam kepalanya sedang memikirkan kejutan apa yang akan dia berikan pada Samantha.
Dia ingin wanitanya berkesan nanti, walaupun Samantha tidak meminta lamaran romantis tapi dia merasa wanita itu pantas mendapatkannya.
Jhon hanya mengetuk-ngetukkan jarinya diatas meja, tapi tidak lama kemudian, pria itu kembali menghubungi seseorang.
Saat itu diluar Billy berjalan keruangan bosnya dengan wajah ceria, setelah mendapat panggilan dari Amber yang mengajaknya kencan membuat hati Billy begitu senang.
Tidak hanya itu, Amber bilang dia juga mengajak Samantha dan meminta Billy untuk membujuk pacar sahabatnya itu untuk melakukan double date dengan mereka.
Billy berjalan dengan penuh percaya diri, dia yakin bosnya pasti tidak akan menolak ajakannya.
"Master." panggil Billy dengan gembira.
"Hei, siapa yang memintamu kemari? Aku sedang tidak ingin melihatmu, sana keluar!"usirnya.
Jhon melotot pasa asisten pribadinya, gara-gara pria itu dia harus mengalami hari yang buruk, dia tidak akan pernah mau datang kesekolah lagi untuk mengikuti acara apapun walapun untuk anaknya nanti.
__ADS_1
Suasana hatinya masih buruk dan semakin buruk saat melihat wajah Billy, sibiang kerok yang membuatnya harus mengalami hari yang sial.
"Sorry master. Apa aku melakukan kesalahan?" Billy benar-benar tidak mengerti.
"Kau tidak tahu salahmu?"
Billy menggeleng, mana dia tahu sedangkan dia merasa tidak melakukan kesalahan.
"Sana keluar!" usir Jhon lagi.
"Master, ada yang ingin aku bicarakan."
"Apa?"
"Maukah kau double?"
"No!!" jawab Jhon dengan cepat sebelum Billy menyelesaikan ucapannya.
"Please master." mohon Billy.
"Billy, aku tidak mau. tidak ada hal baik jika berurusan denganmu!"
"Maksud master?"
"Sudah sana."
Billy menarik nafasnya kecewa, pria itu segera memutar langkahnya hendak pergi dari sana.
"Billy."
Panggilan Jhon menghentikan langkahnya.
"Apa kau ada melaksanakan tugasmu untuk memberikan bunga untuk Samantha?"
Wajah Billy langsung menegang, bunga itu telah dia berikan pada Amber.
"Sory Master, i'm forget." dustanya.
"Beraninya kau!! Sana beli yang banyak dan kirim keapartemennya." perintah Jhon kesal.
Pantas saja Samantha tidak membawa bunganya, ternyata Billy lupa!
"Siap Master. Tapi bolehkah?" pinta Billy lagi.
"No!"
"Master please."
"Hei kalian bukan anak kecil bukan? Kenapa harus membawa-bawa kami dalam kencan kalian." ujar Jhon kesal.
"Yah, ini permintannya master, aku juga serba salah. Jadi sekali ini saja, boleh ya?" Billy memasang wajah memelas dihadapan bosnya itu.
Jhon hanya bisa mengusap wajahnya Frustasi.
"Oke fine , tapi kau harus melakukan sesuatu untukku."
Wajah Billy langsung terlihat ceria.
"Yes." katanya dalam hati.
"Apa itu master? Aku pasti akan melakukan semua perintahmu." jawabnya dengan penuh percaya diri.
Jhon menyunggingkan bibirnya, tersenyum licik kearah asisten pribadinya itu.
"I'ts good ,dengarkan baik-baik! Aku ingin kau menjadi pencuri."
__ADS_1
"What?"
Billy molongo tidak percaya dengan permintaan bosnya, apa maksudnya?