Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Do you miss me?


__ADS_3

Saat itu Samantha sedang berada disekolah Ewdard. Dia sedang duduk bersama orang tua para murid yang ada disana.


Samantha datang kesekolah Edward karena hari ini parent day, Edward dan teman-temanya berdiri didepan panggung untuk menyanyikan sebuah lagu.


Edward terlihat begitu bersemangat bersama dengan teman-temannya. Samantha duduk dibarisan belakang dan pada saat Edward melihat kearahnya Samantha melambaikan tangannya.


Edward semakin bersemangat karena ada ibunya disana, dia sudah sangat ingin menyanyikan lagu yang akan dia nyanyikan bersama dengan teman-temannya.


Pertunjukkan kecil itupun dimulai, anak-anak mulai menyanyikan sebuah lagu yang telah mereka pelajari bersama-sama.


Samantha sudah siap dengan ponsel ditangannya, dia ingin merekam petunjukkan yang dibawah oleh Edward dan dia sangat bahagia melihat Edward.


..."When i was just a little girl ...


...I asked my mother what will i be...


...Will i be pretty?...


...Will i be rich?...


...Here's what she said to me...


...Que sera, sera...


...Whatever will be will be...


...The future's not ours to see...


...Que sera, sera"...


Saat lagu itu dinyanyikan setengah jalan oleh anak-anak, Samantha tidak sanggup menahan air matanya.


Dia melihat kearah Edward yang bernyanyi dengan gembira, dengan tangan satunya Samantha menarik selembar tisu dari dalam tasnya untuk menyeka air matanya.


Bagaimanapun dia sangat sedih melihat Edward, suatu saat nanti dia harus mengatakan kebenarannya bahwa mereka tidak memiliki hubungan darah dan pada saat itu entah bagaimana perasaan Edward.


Dia harap Edward dapat menerima kenyataannya dan dia akan selalu memberikan cintanya untuk Edward sampai kapanpun juga dan tidak akan membedakan Edward dengan anak kandungnya kelak.


Kenapa ada orang tua yang tega membunuh anaknya dan membuangnya? Bisa dibayangkan berapa bayi tanpa dosa yang dilahirkan dan dibuang begitu saja setiap harinya?


Samantha menurunkan ponselnya saat lagu itu telah selesai dinyanyikan oleh anak-anak, semua orang tua bertepuk tangan dan dia juga mengikutinya.


Anak-anak kembali kebelakang panggung untuk berganti pakaian karena mereka akan melakukan pertunjukkan lainnya. Samantha hendak memasukkan ponselnya kedalam tas tapi pada saat itu ponselnya berbunyi.


Karena tidak enak hati Samantha keluar dari ruangan itu untuk menjawab panggilan diponselnya.


"Baby, apa yang sedang kau lakukan?"


Terdengar suara Jhon disebrang sana.


"Aku sedang disekolah." jelasnya.


"Apa kau sedang menjemput Edward?"


"Tidak, hari ini ada pertunjukkan disekolah. Parent day, kau tahu?"


"Yah, i know. Apa yang Edward lakukan?"


"Menyanyi, dan melakukan beberapa pertunjukkan lainnya "

__ADS_1


"Seharusnya aku ada disana."


Samantha tersenyum, walaupun Edward anak Frans musuh Jhon, tapi pria itu mau menerima dan menyayangi Edward.


"Jhon, terima kasih kau sudah mau menerima Edward."


"Sayang,bada apa denganmu hari ini? Tentu aku akan menerima Edward karena dia hanya anak kecil yang tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa."


Sebuah senyuman menghiasi wajah Samantha, dia sangat senang mendengar perkataan Jhon.


"Terima kasih, kapan kau akan kembali?" tanyanya.


"Aku berada didalam pesawat saat ini sayang dan sebentar lagi akan take off." jawab Jhon.


"Apa urusanmu sudah selesai?"


"Tentu."


"Baby, do you miss me?" tanya Jhon kemudian.


"No!" jawab Samantha cepat.


"Oh come on baby, aku sangat merindukanmu apa kau tidak merindukanku?"


Samantha tersenyum mendengarnya, sebenarnya dia juga rindu, tapi dia tidak mau mengatakannya karena terlalu gengsi.


"Jika aku bilang aku rindu padamu, apakah kau mau memberikanku sesuatu?" tanyanya.


"Apa itu? Katakan! Sebelum berangkat aku akan meminta Billy membelikannya untukmu."


"Aku rasa kau tidak akan bisa membelinya."


"Kau jangan meremehkan aku sayang, jadi katakanlah. Sekalipun kau meminta pulau padaku pasti aku akan memberikannya untukmu!"


"Jadi?"


"Aku ingin sebuah ciuman darimu."


Jhon menarik bibirnya, tersenyum senang. Dia tahu, Samantha pasti juga merindukannya tapi wanita itu selalu lain dimulut lain dihati.


"Sayang, aku bukan pria bodoh yang mau menciumi ponselku."


Samantha terkekeh disebrang sana.


"Tunggu aku kembali, maka aku akan menciumimu sampai kau puas!"


"Akan aku tunggu dan bersiaplah memuaskan aku sepanjang malam." godanya.


"Apa maksud ucapanmu baby, apa bulananmu sudah?"


"Bersiaplah tuan Smith, aku tunggu diatas ranjang!" godanya lagi.


"Oh my, habislah kau sayang.Aku tidak akan melepaskanmu walaupun kau memohon ampun padaku!"


"Aku sangat menatikannya." jawab Samantha.


"Oh my, Billy ayo pulang!" perintahnya disebrang sana.


Samantha tertawa saat mendengar suara Jhon yang terdengar begitu tidak sabar disebrang sana.

__ADS_1


Pria itu bahkan mematikan ponselnya begitu saja tanpa berkata apa-apa lagi.


Samantha segera masuk kembali kedalam kelas Edward untuk melihat kembali pertunjukkan yang akan dilakukan oleh Edward.


Disepanjang pertunjukkan Edward terlihat ceria dan Samantha selalu merekam pertunjukkan yang dilakukan oleh Edward bersama teman-temannya sampai selesai.


"Mommy."


Edward berlari dengan riang kearahnya saat telah selesai melakukan pertunjukkan.


"Oh my boy, kau sangat hebat." pujinya.


Senyum Edward mengembang diwajahnya karena dia sangat senang dan bahagia.


"Mommy look."


Edward menunjukkan beberapa hadiah yang dia dapat dari gurunya.


Semantha tersenyum dan mengelus kepala Edward, dia juga sangat senang melihat Edward yang sedang membuka hadiah yang diberikan oleh gurunya.


"Sayang apa kau senang hari ini?" tanyanya.


"Of course mom."


"Apa kau sudah lapar?"


Edward mengangguk.


"Kalau begitu apa yang kau inginkan,momy akan membelikannya untukmu."


Samantha mengandeng tangan Edward keluar dari sekolah itu, selama berjalan keluar, Edward berceloteh dengan gembira dan meminta dibelikan pizza kesukaannya.


Didepan gerbang tampak Ron berdiri disamping mobil dengan beberapa orang telah menunggu mereka.


Sesungguhnya dia kurang nyaman diikuti seperti itu tapi Samantha mengikuti perintah Jhon dan lagi pula semua itu demi keselamatan Edward.


Samantha meminta Ron membawa Mereka menuju kesebuah kedai pizza untuk membelikan makanan itu untuk Edward. Setelah tiba, Samantha memesan Pizza yang diinginkan oleh Edward dan menemaninya sampai Edward selesai menghabiskan makanannya.


Setelah selesai mereka kembali kerumah Jhon dan selama diperjalanan Edward tertidur diatas pangkuan ibunya.


Samantha merogoh ponselnya didalam tas yang kembali berbunyi.


Saat melihat nomor yang tidak dikenalnya Samantha segera mematikan panggilan itu dan menyimpan kembali ponselnya kedalam tas.


Tapi sepertinya orang yang menghubunginya tidak menyerah, ponselnya kembali berbunyi dan Samantha kembali mematikan panggilan itu.


Dia mulai kesal karena suara ponselnya bisa membangunkan Edward dan untuk kesekian kalinya lagi-lagi ponselnya berbunyi. Samantha mulai kesal dan dia menjawab panggilan itu.


"Siapa kau?" tanyanya kesal.


"Sam?"


Samantha merasa heran mendengar suara ayahnya yang tidak terdengar seperti biasanya.


"Daddy, what wrong?" tanyanya tapi ayahnya diam saja.


Apa yang telah terjadi?


__ADS_1


#Ini Edward.#


#kira-kira aja ya,susah nyarinya 😅.#


__ADS_2