
Hari itu, Billy sedang menuju kesebuah apartemen untuk menjemput bosnya, setelah mendapat panggilan dari bosnya, pria itu langsung meluncur kesana, menjemput bosnya untuk menemui Frans Leonardo.
Sesuai dengan perintah bosnya, Billy telah memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan segala sesuatunya.
Dia juga sudah menghubungi Frans Rional dan memerintahkan pria itu untuk datang, Billy sedang berada didalam mobil dan dalam perjalanan untuk menjemput bosnya.
Saat itu Jhon, seperti biasa, selalu berada diapartemen Samantha.
Dia malas pulang kerumah pribadinya karena lebih menyenangkan berada dirumah kekasihnya.
Selain rumahnya yang sepi lebih menyenangkan tidur dengan Samantha walaupun tidak melakukan apa-apa dan harus menahan diri.
"Nih, kopimu."
Samantha menghampirinya dan memberikan segelas kopi untuknya.
Edward sudah pergi kesekolah dengan dua orang bodyguard, Jhon memerintahkan anak buahnya mengantar Edward dan menjaga pria kecil itu.
Sebelum pergi, Jhon ingin menikmati waktunya dan bermanja-manja dengan kekasihnya.
"Baby, come here." panggilnya.
"Aku sibuk Jhon."
"Apa yang kau lakukan?"
"Aku sedang mencuci baju, aku juga harus mencuci piring yang sudah menumpuk." jelasnya.
"Kemarilah, nanti aku akan membantumu."
"No."
Samantha hendak berlalu pergi tapi Jhon segera menarik tangannya hingga Samantha terduduk diatas pangkuannya.
"Jhon, lepas!"
"Baby, aku ingin bermanja denganmu."
Jhon memeluk Samantha dengan erat dan menikmati aroma tubuh wanitanya.
"Jhon, kau ini sudah tua bukan anak kecil lagi!"
"Baby, aku belum tua! Apa salah jika aku bermanja dengan pacarku yang cantik ini." tanyanya.
"Tapi pekerjaanku?"
"Sayang, nanti aku akan membantumu."
Samantha menarik nafasnya dengan berat, ya sudahlah.
"Jhon, ada apa denganmu hari ini?"
"Tidak ada apa-apa sayang, aku hanya ingin bermanja denganmu"
Jhon menyentuh pipi Samantha dan mulai mencium wajah kekasihnya, Samantha melingkarkan tangannya dileher Jhon dan menikmati sentuhan bibir pria itu.
"Baby."
"Hm?."
"Bukankah kita akan menikah?"
"Yes."
"Jadi?"
Jhon mulai memasukkan tangannya kedalam baju Samantha, membelai punggungnya. Dia juga mulai menciumi leher Samantha dan meninggalkan bekas merah disana.
"Bolehkah kita?" tanya Jhon lagi.
"Jhon, ini masih pagi."
"Lalu? Apa harus menunggu malam baru boleh?"
"Tidak juga."
Jhon tersenyum senang dan mulai mencium bibir kekasihnya, Samantha membalas ciuman Jhon dan mengelus dada pria itu.
"Sayang, kau tidak sedang datang bulan bukan?" bisiknya ditelinga Samantha.
"Tidak Jhon."
__ADS_1
"My baby, aku akan berusaha pelan-pelan." bisiknya lagi.
Samantha mengangguk, dia sudah siap menyerahkan dirinya pada Jhon.
Jhon mulai mengangkat baju yang dipakai Samantha dan melemparkan, dia juga membuka bajunya dengan cepat.
Mereka kembali berciuman dengan liar, saling membelitkan lidah mereka satu sama lain.
Jhon mulai membuka penutup dada Samantha dan membelainya, Samantha menahan nafasnya, menikmati belaian tangan pria itu.
"Baby, kau benar-benar bisa membuatku gila dan hari ini, aku tidak mau gagal lagi."
"I know, kau bisa melakukannya hari ini."
"Tentu saja, aku tidak akan melewatkannya."
Jhon membawa tubuh Samantha hingga tertidur diatas sofa setelah itu, dia menunduk menikmati dada kekasihnya.
Samantha mengerang nikmat, menikmati permainan lidah pria itu dikulitnya.
Tangan mereka tidak tinggal diam, sibuk meraba sana sini sedangkan pakaian mereka sudah terlempar diatas lantai.
Erangan demi erangan lolos dari bibir mereka dan keringatpun mulai jatuh membasahi pelipis mereka.
Jhon sudah tidak tahan, pria itu mulai mengangkat kaki kekasihnya yang sudah telanjang.
"Baby, apa kau sudah siap?" tanyanya.
"Jhon, lakukan. Aku sudah tidak tahan." pinta Samantha.
"Seperti yang kau mau sayang."
Jhon menunduk dan mulai mencium bibir kekasihnya.
"Jhon, pelan-pelan. Ini yang pertama untukku."
"I know, dont worry baby."
Jhon kembali mencium bibir Samantha dan dia sudah sangat siap menyatukan tubuh mereka berdua tapi pada saat itu?
"Tok.tok...tok.."
Seseorang mengetuk pintu diluar sana.
"Jhon, lepas. Ada yang datang." pinta Samantha.
"Abaikan sayang, sebaiknya kita lanjutkan."
Jhon kembali mendekatkan, Ehemmmm...?
"Tok..tok..tok.." suara pintu kembali terdengar untuk ketiga kalinya.
"Jhon lepas." Samantha mulai memberontak dibawahnya.
"No baby."
"Jhon, bagaimana jika itu Edward yang pulang?'
Samantha kawatir jika Edward telah kembali, walaupun ini belum jam pulang tapi dia takut terjadi sesudah dengan Edward.
"Damn!!" maki Jhon kesal.
Pria itu tidak punya pilihan, Jhon segera bangkit berdiri, menyambar pakaiannya dan memakainya dengan cepat.
Sedangkan Samantha, memunguti pakaiannya dan segera berlari kedalam kamarnya.
Dengan perasaan kesal dan marah Jhon membuka pintu apartemen itu, diluar sana tampak Billy sedang berdiri dengan senyum diwajahnya.
"Good morning master." sapa pria itu tanpa tahu apa-apa.
"Billy!!" Jhon benar-benar marah.
Billy sangat heran, kenapa wajah bosnya terlihat sangar dan menakutkan.
Dengan cepat Jhon menyambar kerah kemeja Billy, ingin menghajar pria itu.
"Master, ada apa denganmu? Aku telah datang sesuai permintaanmu." kata Billy dengan cepat.
Jhon menghentikan tangannya yang sudah terkepal, sudah siap memukul wajah asisten pribadinya itu.
Benar juga, kan dia yang meminta Billy datang untuk menjemputnya.
__ADS_1
"Damn, aku lupa." makinya.
Jhon segera melepaskan baju Billy dari cengkramannya dan mengusap wajahnya frustasi.
Pria itu kembali duduk diatas sofa, menyeruput kopi yang diberikan oleh Samantha dan sudah mulai mendingin.
Dengan penuh tanda tanya Billy mengikutinya karena dia benar-benar tidak tahu apa salahnya.
"Master, apa aku menggangumu?" tanyanya.
Jhon hanya meliriknya dengan malas.
"Aku sudah menyiapkan semua yang kau inginkan, aku juga sudah menghubungi Frans Rional untuk datang."
Jhon tidak menjawab, wajahnya kusut dan sedang menenangkan kekesalan dihatinya.
Tidak lama kemudian Samantha keluar dari kamarnya dan melihat kearah kedua pria itu.
"Billy?" tanyanya dalam hati.
Dia kira Edward, ternyata pria itu.
Dengan cepat Samantha menghampiri mereka, dia juga kesal gara-gara kedatangan pria itu membuat mereka gagal.
"Billy, rupanya kau!!!"
"Morning Ms." sapa Billy.
"Bagus kau ya, gara-gara kau!!!!"
"Ya, apa aku membuat kesalahan?" tanya Billy kebingungan.
Samantha tersenyum licik kearahnya.
"Billy, aku berubah pikiran."
"Maksud Ms?" Billy tambah tidak mengerti.
"Aku tidak jadi mengenalkanmu pada Amber."
"Loh Ms, apa salahku?"
Billy benar-benar bingung sekarang, pria itu hanya bisa melihat kedua orang itu penuh dengan tanda tanya.
Samantha hanya melihat pewarna kukunya dengan cuek.
"Ms?"
"Yah, jika kau mau melakukan permintaanku hari ini maka akan aku pertimbangan."
"Apa itu, akan aku lakukan." jawab Billy dengan cepat.
"Segera bersihkan rumahku, sekarang!!" perintah Samantha.
"Master."
Billy melihat kearah Jhon dan meminta bantuan pada bosnya itu.
"Kau bilang ingin menggantikanku menyikat kamar mandi bukan? Maka sana lakukan!" perintah Jhon.
"But master?"
"Sana kerjakan!" teriak Jhon kesal.
"Hari yang sial!" maki Billy dalam hati.
Pria itu segera bangkit berdiri dan berlalu pergi.
"Good job baby." puji Jhon untuk kekasihnya.
"Jhon lain kali aku tidak mau hal ini terjadi lagi."
Jhon bangkit berdiri dan memeluk Samantha dengan erat.
"I know baby, lain kali kita akan melakukannya tanpa gangguan." bisiknya ditelinga Samantha.
Samantha tersenyum senang dan memeluk Jhon dengan erat.
sedangkan Billy, menerima kesialannya membersihkan apartemen kekasih bosnya tanpa bisa membatah dan memaki.
Samantha sangat senang, dia mendapat pembatu gratis dadakan.
__ADS_1
Setelah selesai Billy mengikuti bosnya pergi untuk memberi pelajaran pada Frans Leonardo.