Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Welcome to the world


__ADS_3

Akhirnya, saat ini usia Kehamilan Samantha sudah memasuki usia sembilan bulan lebih.


Saat itu Samantha sedang berada dirumah mertuanya, alasannya Jhon takut terjadi sesuatu pada istrinya yang sudah hamil tua saat dia harus sibuk bekerja.


Setidaknya dirumah keluarganya ada ibunya dan adiknya yang bisa menjaga Edward dan istrinya.


Samantha sedang merebahkan dirinya siang itu karena perasaannya tidak nyaman.


Samantha membalik-balikan badannya diatas tempat tidurnya dengan gelisah dan mulai merasa sakit diperutnya.


Dengan susah payah Samantha bangkit dari atas ranjang dan berjalan keluar untuk memanggil ibu mertuanya yang sedang berada dibawah.


"Mom." teriaknya.


Xiau Yu langsung bangkit berdiri saat mendengar panggilan menantunya dan segera berlari kelantai atas untuk melihat keadaan menantunya yang berada dikamar putranya.


"Sam, ada apa?" tanya Xiau Yu saat melihat menantunya berdiri didepan pintu sambil memegangi daun pintu dengan erat dan satu tangannya memegangi perutnya.


"Mom, aku rasa aku sudah mau melahirkan." kata Samantha sambil memegangi perutnya.


"Oh my, Michael." teriak Xiau Yu memanggil suaminya yang juga berada dibawah.


Sontak saja teriakan istrinya membuat Michael Smith berlari keatas untuk melihat apa yang terjadi diatas.


"What?" tanya pria itu saat melihat istrinya sedang memapah menantunya dan wajahnya terlihat panik.


"Cepat bantu aku, Samantha akan melahirkan."


Michael Smith terbelalak kaget tapi wajahnya langsung tampak bahagia, pria itu membantu istrinya memapah menantunya untuk turun kebawah.


Saat tiba dibawah Michael Smith langsung memanggil putrinya, pada saat itu Silvia sedang menemani Edward tidur siang.


"Silvia."


"Yes dad." Silvia keluar dari kamar Edward dan melihat ibunya sedang memapah kakak iparnya.


"What happen." tanyanya.


"Silvia, segera hubungi kakakmu dan katakan Samantha akan melahirkan." kata ibunya.


"What? Oke mom." jawab Silvia dengan cepat.


Michael Smith segera keluar untuk memerintahkan supir pribadinya menyiapkan mobil sesegera mungkin untuk membawa menantunya kerumah sakit.


Samantha kembali meringis dan memegangi perutnya, sepertinya dia mengalami kontraksi lagi.


"Are you oke Sam?" tanya ibu mertuanya.


"I'm oke mom." jawab Samantha.


Tidak lama kemudian Michael kembali dan segera membawa menantunya kerumah sakit bersama istrinya.

__ADS_1


Sebelum pergi Xiau Yu meminta Silvia membereskan barang-barang kakak iparnya dan membawanya kerumah sakit nantinya.


Saat Silvia menghubungi kakaknya, Jhon sedang rapat dengan para karyawannya, Jhon langsung bangkit berdiri saat mendengar kabar gembira itu dan dia segera membubarkan rapatnya. Jhon berlari keluar dari ruangan rapat dan memerintahkan Billy untuk menyiapkan mobil kerena dia akan langsung menuju rumah sakit, rasanya dia sudah tidak sabar untuk melihat istrinya.


Samantha dibawa kerumah sakit Sharp Marcy Birch yang terletak diSandiego oleh mertuanya, itu adalah rumah sakit terbaik untuk ibu dan anak yang ada dikota itu.


Saat Jhon tiba, keluarganya sudah menunggu kedatangannya didepan ruang bersalin. Mereka juga sudah menghubungi kedua orang tua Samantha untuk memberitahukan perihal kabar gembira ini dan tentunya Alex Jackson dan istrinya langsung mencari penerbangan untuk ke California.


"Hei, bagaimana dengan istriku?" tanyanya dengan panik.


"Rileks Jhon, istrimu baik-baik saja." kata ibunya.


"Boleh aku melihatnya?"


"Of course, you are her husband." jawab ibunya lagi.


Dengan tidak sabar Jhon masuk kedalam ruangan itu dan tampak didalam sana, Samantha sedang terbaring diatas tempat tidur dengan gelisah.


"Baby, are you oke?" Jhon berjalan menghampiri istrinya dan mencium dahinya.


"I'm oke Jhon."


Samantha hendak bangun dari atas ranjang dan dengan cepat pula Jhon membantu istrinya itu untuk duduk disisi ranjang.


Jhon mencium wajah istrinya dan mengelus-elus perut istrinya dengan lembut, Samantha menyandarkan kepalanya didada suaminya dan hal itu membuatnya bahagia walaupun terkadang dia harus kembali meringis kesakitan saat kembali mengalami kontraksi.


Kurang lebih lima jam, akhirnya Samantha sudah tidak tahan karena Smith junior sudah ingin keluar.


Selama lima jam itu Jhon menemani istrinya dengan setia, membisikkan cinta ditelinga istrinya dan memberikan semangat untuk istrinya.


Dan selama lima jam itu pula dilalui Samantha dengan perasaan bahagia walaupun dia harus terus meringis saat kontraksi terus terjadi.


Samantha mengejan sekuat tenaga sedangkan Jhon berdiri disamping istrinya dan terus menyemangatinya untuk mengeluarkan anak mereka.


"Baby, you can do it." katanya.


"Jhon, it's hurt." kata Samantha dengan nafas yang terengah-engah.


"I love you baby, so, don't give up."


Samantha tersenyum dan kembali mengejan sekuat tenaga dan pada saat itu, Smith junior keluar juga.


Tidak lama kemudian tangisan bayi langsung pecah, memenuhi ruangan itu.


Keluarga mereka yang menunggu dengan cemas diluar sana langsung bernafas lega saat mendengar tangisan seorang bayi, selama Samantha didalam sana ayah dan ibunyapun sudah tiba.


Samantha terbaring lemah sambil mengatur nafasnya, rasanya dia lega sekarang. Jhon mengelus rambut istrinya dan menyeka keringat yang keluar dari dahi istrinya dan menciumi wajahnya tanpa henti.


"Congratulation Mr and Mrs Smith, i'ts a baby boy." dokter yang menangani Samantha memberikan bayi yang telah bersih kedalam pelukan ibunya yang sudah bersandar pada kepala ranjang.


Samantha menyambut bayinya dengan gembira dan tentu saja dengan senyum mengembang diwajahnya.

__ADS_1


"Look he's like you." ujar Samantha pada suaminya.


Jhon melihat putranya dan mencium wajah putranya yang berada digendongan istrinya.


"Thank you baby."


Jhon mengecup bibir istrinya sejenak, dia benar-benar bahagia melihat anak dan istrinya.


Pada saat itu keluarga mereka masuk kedalam dengan wajah bahagia begitu juga dengan Edward yang berada digendongan Silvia, dia sudah tidak sabar untuk melihat adik kecilnya.


"Samantha, bagaimana dengan Henry cucuku?" tanya Alex Jackson pada putrinya. Nama itu dia dapatkan selama diperjalanan dari Colorado ke California.


Semua saling pandang, Henry?


"Hei kakek tua, jangan asal kasi nama!" sela Michael Smith.


"Kenapa? Dia cucuku dari anak perempuanku satu-satunya." Alex Jackson tidak terima.


"Dia juga cucuku dari putraku satu-satunya dan namanya harus Michael mengikuti namaku." Michael Smith tidak terima juga.


"Henry." kata Alex Jackson.


"Michael." kata Michael Smith pula.


Jadi deh kedua pria tua itu saling mendebatkan nama untuk cucu mereka dan istri mereka mulai menenangkan mereka.


Jhon dan Samantha hanya menggeleng melihat Kelakuan kedua orang tua itu.


"You see baby, itulah sebabnya aku ingin punya banyak anak." ujar Jhon pada istrinya saat melihat kedua pria tua itu berdebat.


Saat itu Edwrad yang sudah turun dari gendongan Silvia berdiri dikaki Jhon dan dia minta digendong untuk melihat adik kecilnya, Jhon menggendong Edward dan mendudukkannya kesisi ibunya.


Edward tampak gembira saat melihat bayi yang berada didalam gendongan ibunya dan mencium wajah bayi mungil itu.


"So baby, what is the name of our son?" tanya Jhon pada istrinya.


Samantha tersenyum dan mencium wajah putra kecilnya itu.


"Jacob, Jacob Smith." jawabnya.


Jhon tersenyum dan membelai kepala istrinya.


"Jacob? nama yang bagus." katanya.


Samantha memeluk Edward yang berada disampingnya dan mencium wajah Edward sedangkan Jhon memeluk istrinya dan mencium wajah istrinya, mereka benar-benar dipenuhi kebahagiaan hari itu.


Sedangkan dua pria tua masih berdebat mengenai nama untuk cucu mereka dan belum juga berhenti sedari tadi sampai ketiga wanita yang menenangkan mereka tidak mau mendamaikan mereka lagi dan berjalan kearah Samantha dan Jhon.


"Whatever." kata mereka bersamaan dengan malas.


Xiau Yu, Ana Jackson dan Silvia sangat senang saat melihat bayi kecil yang berada didalam gendongan Samantha.

__ADS_1


Welcome to the world Jacob Smith.


__ADS_2