Hot Mother And The Bos Mafia

Hot Mother And The Bos Mafia
Kepergian Jhon.


__ADS_3

Saat terbangun dari tidurnya,b Samantha melihat wajah Jhon sejenak. Ini sudah pagi dan dia harus segera membuatkan sarapan untuk Edward juga membangunkannya.


Samantha mengelus Wajah Jhon sejenak dan menciumi bibirnya sekilas, setelah itu dia bangun dan keluar dari kamar itu.


Samantha segera berjalan menuju dapur dan disana tampak para pelayan sedang sibuk dan menghentikan pekerjaan mereka saat melihat kedatangannya.


"Hai, morning." sapanya.


Para pelayan itu hanya menunduk hormat padanya, mereka bingung, siapa wanita yang berada dirumah bosnya?


Samantha hanya cuek saja mendapati tatapan dari para pelayan disana dan berjalan kearah kulkas untuk mengambil bahan makanan karena dia ingin membuat sarapan untuk Edward.


Samantha mengeluarkan beberapa bahan makanan dari sana dan mulai sibuk menyiapkan sarapan untuk Edward.


"Baby, apa yang kau lakukan?"


Jhon berdiri disana dan saat kedatangannya para pelayannya segera undur diri.


"Aku sedang membuat sarapan untuk Edward." jawabnya.


Jhon tersenyum dan menghampirinya, pria itu memeluk Samantha dari belakang. Dia menundukkan kepalanya dan menciumi leher Samantha.


"Morning baby."


Jhon memasukkan tangannya kedalam baju Samantha dan me**mas dadanya yang tidak ditutupi apa-apa dibalik bajunya.


"Jhon."


"Yes?"


Tangannya masih sibuk me**mas-r*mas dada Samantha dan jarinyapun sibuk bermain disana.


Samantha memejamkan matanya, menahan diri.


"Jangan ganggu!"


Samantha mengangkat pisau yang sedang dipegangnya dihadapan Jhon.


Jhon terkekeh dan mengeluarkan tangannya dari dalam baju Samantha dan memeluknya.


"Baby, apa yang akan kau lakukan hari ini?"


"Mengantar Edward kesekolah."


"Ron bisa melakukan itu."


"Tidak perlu, aku bisa melakukannya. Oh ngomong-ngomong Jhon, kemana bibi Ann? Semenjak Edward dibawa olehmu aku lupa dengannya."


"Oh, aku meliburkannya. Apa kau masih memerlukan tenaganya?"


"Maybe."


"Sayang, kau tinggal menghubunginya jika kau masih perlu."


Samantha meletakkan pisau yang dipegangnya dan memutar tubuhnya, dia segera melingkarkan tangannya dileher Jhon dan mencium pipinya.


"Baby, aku harus mandi." bisik Jhon.


"I know."


Jhon membalas pelukan Samantha dan mereka berpelukan untuk beberapa saat disana.


"Apa kau mau mandi denganku?" goda Jhon.


"No!"


"Baby, setelah menikah nanti aku mau kita mandi bersama setiap hari."


"Dalam mimpimu." jawabnya sambil tersipu malu.


Jhon tersenyum dan mencium wajahnya dan setelah itu dia pergi dari sana untuk mandi.


Sedangkan Samantha kembali membuat sarapan yang tertunda, setelah selai Samantha masuk kedalam kamar dimana dia tempati semalam bersama Edward.

__ADS_1


Didalam tampak Edward sudah terbangun dan melihat sekelilingnya dengan heran.


"Good morning honey." sapanya.


"Mom, where are we?"


"Ini dirumah daddy sayang."


Samantha mendekati Edward, naik keatas ranjang dan mencium wajah pria kecil itu.


"Apa tidurmu nyenyak?"


Edward mengangguk.


"Jika begitu, ayo mandi." ajaknya.


Tidak lama kemudian Edward sudah siap dan sudah duduk dimeja makan untuk memakan sarapannya.


Jhon keluar dari kamarnya dan tersenyum melihat kedua orang itu yang sedang duduk dimeja makan.


Dia sudah seperti melihat masa depannya kelak, melihat Samantha duduk bersama anaknya nanti.


Samantha segera bangkit berdiri saat melihat kedatangan Jhon, wanita itu segera berjalan mendekatinya.


"Apa kau mau sarapan?"


"No baby, aku harus segera pergi."


Samantha membenarkan dasinya dan mencium bibirnya.


"Hati-hati dijalan."


"Kau juga sayang, Ron akan mengantar kalian berdua dan tidak perlu kawatir aku sudah mengutus beberapa orang untuk menjagamu dan Edward."


Jhon segera menghampiri Edward dan menggendongnya, dia juga mencium pipi Edward dan setelah itu, dia pergi dari sana untuk menghadiri rapat.


Dia juga ingin membicarakan hal penting dengan asisten pribadinya Billy.


"Master?"


"Ya?"


Semua anak buahnya sedang mlihat kearahnya, menunggu jawaban darinya.


"Bagaimana menurut anda?" tanya salah satu anak buahnya.


"Apanya?"


Jhon benar-benar tidak mendengar pertanyaan mereka.


Semua saling pandang, ada apa dengan bosnya?


"Rapatnya cukup sampai disini, lain kali akan dilanjutkan." perintahnya.


Para anak buahnya mengangguk dan membubarkan diri, ruangan itu mulai sepi dan hanya tinggal Jhon dan Billy saja disana.


"Billy, siapkan pesawat karena sore ini aku akan pergi ke New York untuk menemui Frans Rional." perintahnya.


"Siap master."


Jhon segera bangkit berdiri dan meninggalkan ruangan itu, tidak bisa mengulur waktu lagi karena apapun bisa dilakukan oleh Frans.


Dia tidak langsung kembali karena harus menandatangani beberapa berkas penting, Jhon berada dikantornya sampai jam makan siang dan setelah menyelesaikan pekerjaannya pria itu kembali kerumahnya.


Saat tiba dirumahnya, Jhon masuk kedalam dengan cepat, dia harus memberitahu pada Samantha bahwa dia akan pergi ke New York sore itu.


Dia juga meminta Ron yang berada didepan pintu untuk menyiapkan barang yang dia butuhkan nanti.


Diruang tamu, tampak Samantha bersama Edward sedang membuat sesuatu.


"Apa yang kalian lakukan?"


Edward menghentikan tangannya yang sedang sibuk mewarnai gambar dan segera berlari kearahnya.

__ADS_1


"Daddy." teriaknya.


Jhon segera membawa Edward kedalam gendongannya.


"Jhon, kenapa kau sudah kembali?"


Jhon segera membawa Edward dan duduk bersama Samantha. Edward turun dari gendongannya dan kembali mewarnai gambar yang ada didepannya.


"Baby, aku harus pergi."


"Kemana?"


"New York."


"Apa akan lama?"


"I don't know. Apa kau mau ikut? Kau bisa pulang kerumah orang tuamu."


"Tidak mau, lagi pula rumahku bukan di New York."


"Dimana?"


"Colorado."


"Setelahnya kita bisa mampir kesana."


"Tidak mau, aku malas pulang."


"Baby, apa kau tidak rindu rumahmu?"


"Entahlah, mungkin aku sudah lama tidak pernah pulang jadi rasanya malas." jawabnya.


Jhon hanya tersenyum dan mengelus kepalanya.


"Baby, dengarkan aku baik-baik."


Jhon memegang tangan Samantha dan menatap mata wanita itu dengan serius.


"Selama aku pergi berhati-hatilah. Walaupun aku menempatkan pengawal untuk menjaga kalian tapi itu tidak menjamin seratus persen keselamatan kalian. Aku akan segera kembali setelah urusanku selesai daan ingat, jika ada apa-apa segera hubungi aku."


Samantha tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Tidak perlu kawatir Jhon, aku bisa jaga diri."


"Aku harap Frans tidak melakukan apapun padamu." kata Jhon lagi.


"Tidak perlu kawatir, dia tidak akan pernah tahu aku berada disini."


"I hope so."


"Tuan muda, barang anda sudah siap." Ron menyela pembicaraan mereka dan meletakkan sebuah koper kecil diatas lantai.


Jhon mengangguk dan bangkit berdiri.


"Edward, daddy akan pergi beberapa hari jadi jagalah mommymu."


"Where are you going dad?"


"Daddy pergi karena ada urusan sayang."


Jhon memeluk Edward sejenak dan setelah itu, dia berjalan mendekati Ron. Samantha mengikutinya dan memegang tangannya.


"Jhon, berhati-hatilah."


"Of course baby, jagalah dirimu dan Edward baik-baik."


Jhon menarik Samantha kedalam pelukannya dan sebelum pergi, Jhon mencium bibir Samantha.


Samantra berdiri didepan pintu melihat kepergian Jhon, dia tidak tahu apa yang mau Jhon lakukan di New York tapi dia berharap Jhon bisa cepat kembali dalam keadaan baik-baik saja.


Saat meninggalkan Samantha dan Edward, Jhon berharap Frans tidak melakukan apapun terhadap Samantha dan Edward.


Tapi tidak ada yang tahu, pria itu sedang menjalankan rencananya.

__ADS_1


__ADS_2