Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 10.


__ADS_3

Bram dan Laras sudah selesai mencuci peralatan makan yang kotor.


" Mas, kamu letakkan piring di rak ya, biar aku yang ngelap in piringnya ," kata Laras membuat Bram mendelik.


" Mas,mas. Memangnya aku mas mu ?," katanya sewot.


" Lah kamu kan memang mas, mas. Masa aku harus bilang ' Bram, lu taro piring di rak ya, gue yang ngelap piringnya ' bisa-bisa aku diomelin Mama ."


" Ga sopan !. Tapi aku ga mau dipanggil mas, udah kaya Mama kamu aja manggil mas sama Papa kamu," katanya.


" Oh, ya udah aku panggil Kaka aja ya, Ka Bram... eh kedengarannya ga pas...," kata Laras tertawa.


" Terserah, pokoknya aku ga mau dipanggil Mas kalau sekarang!," katanya kesal dan ia berjalan keruang keluarga dimana Dirga dan Indah sedang duduk santai.


" Permisi Om, Tante, aku mau pamit dulu... sudah malam," kata Bram pada mereka.


" Kamu tinggal dimana Bram ?," tanya Indah.


" Untuk sementara aku tinggal di hotel Tante, soalnya apartemen ku sedang direnovasi," jawab Bram.


" Bagaimana kalau malam ini kamu menginap disini. Besok pagi berangkat kuliah bareng sama Om," kata Dirga sambil melirik Indah.


" Benar, Tante akan minta Laras menyiapkan kamar tamu untukmu," kata Indah menyetujui saran Dirga.


" Kemana Laras ?," tanya Indah pada Bram.


" Sepertinya tadi naik ke atas Tante," jawab Bram.

__ADS_1


" Kita tunggu Laras turun ya, biar dia mengganti seprei nya dulu."


" Ya Tante."


" Kemana Laras ?, apakah dia tidak tahu kita duduk disini ?, dan mengapa kamu tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga ?," tanya Dirga.


" Laras biasa dengan ritualnya ke toilet setiap selesai makan. Aku menggunakan nya, tapi hanya untuk bersih-bersih rumah dan halaman serta cuci setrika. Sementara yang lainnya aku dan Laras yang mengerjakan. Hanya pekerjaan ringan sehari-hari, tidak terlalu berat," jawab Indah.


Tidak berapa lama Laras datang dan ditangannya ada es cream membuat Dirga tertawa geli.


" Kamu kalau makan berat susah, tapi kalau makanan seperti itu suka sekali," tegur nya sambil tertawa.


" Enak Pap. Papa mau ?, nanti aku ambilkan ?," tanya Laras.


" Tidak, terima kasih sayang," jawab Dirga membuat Laras mengedik kan bahu.


" Laras. Malam ini Bram akan menginap disini. Kamu rapikan kamar tamu ya !," kata Indah pada Laras.


" Kamu selesaikan dulu es mu setelah itu langsung kerjakan," perintah Indah.


" Oke."


Laras segera merapikan kamar tamu yang akan dipakai oleh Bram setelah itu ia kembali menemui Mama nya .


" Mam, sudah selesai, aku mau naik keatas dulu ya."


" Ya, terima kasih ya sayang," kata Indah tersenyum.

__ADS_1


" hmmm, selamat malam semuanya ," katanya sebelum naik keatas menuju kamarnya.


Tidak berapa lama Bram juga menuju kamar untuk beristirahat.


" Laras..., kamu cewek ABG yang galak dan bawel. Mengapa aku menyukainya dan rasanya tidak bosan untuk menggodanya." kata Bram pada dirinya sambil tersenyum geli ketika teringat gadis itu disuapi saat makan.


Sementara itu Dirga dan Indah sudah berada dikamar mereka.


" Mas, aku akan membersihkan tubuhku dulu," katanya berjalan ke kamar mandi sementara Dirga melepaskan pakaiannya.


Dirga, lelaki sukses yang berusia 42 tahun memiliki ketampanan dan juga badan yang kekar membuat para wanita dengan mudah bertekuk lutut padanya, dan entah berapa banyak wanita yang sudah pernah dinikahi secara siri kemudian di ceraikan karena alasan sudah tidak menarik lagi. Sementara Zenia dan Indah adalah wanita yang dinikahi secara agama maupun negara hingga ia tetap mempertahankan rumah tangganya. Ia menyukai sikap Zenia yang selalu memberi dukungan setiap kali ia mendekati wanita karena Zenia sudah tidak bisa memuaskan dirinya lagi, sementara Indah, wanita itu mempunyai daya tarik seksual yang membuatnya ingin kembali lagi padanya selain itu Indah terkadang bersikap jinak-jinak merpati, di dalam sikap dingin dan tidak pedulinya memiliki kehangatan yang luar biasa.


Indah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan mantel kamar dan ia menatap Dirga yang sedang berbaring sambil melihat album photo berisi photo Laras saat ia masih kecil.


" Laras anak yang cantik dan ceria. Sepertinya ia sangat dekat dengan Abi," katanya pelan.


" Ya, Laras merasa Abi sebagai ayahnya karena dia tidak dapat bersama denganmu seperti anak yang lainnya," jawab Indah membuat Dirga terdiam.


" Apakah Laras membenciku ?."


" Tidak dia tidak membencimu, walau aku merasa ia sering kali melampiaskan rasa kecewanya dengan berbicara kurang sopan dan menyalakan DVD player dengan suara kencang, sementara dia memakai headset," kata Indah pelan.


" Kesalahan ku begitu besar pada kalian. Dengan caramu mendidik Laras aku merasa kamu dapat mengatasinya."


" Ya, aku berusaha membuat Laras mengerti. Itulah mengapa aku memilih meninggalkan rumah besar yang Mas berikan agar aku dapat mengawasinya sekaligus membuatnya tidak bersikap sombong dengan kekayaan yang dia dapatkan darimu," jawab Indah.


" Sekali lagi aku ucapkan terima kasih sayang, aku akan menebus kesalahan yang aku lakukan pada kalian semua," ucapnya dan Indah memeluk Dirga penuh rasa pengertian.

__ADS_1


" Apakah Mas mau membersihkan diri sebelum istirahat ?," tanya Indah melepaskan pelukannya.


" He eh, Mas akan membersihkan diri dulu," katanya sambil bangun lalu berjalan ke kamar mandi.


__ADS_2