
Mobil yang dikendarai Andri tiba di hotel milik Dirga, lalu ia segera menuju meja resepsionis untuk membuka kamar.
" Aku minta kamar atas nama Tuan Dirga," kata Andri pada resepsionis yang bertugas.
"Baik Pak. Apakah saya bisa minta identitas Bapak ?, atau tamu yang menginap ?." tanya resepsionis dengan ramah.
" Ini, cepatlah!." ucap Dirga tidak sabar meskipun ia salut dengan cara kerja karyawan nya yang tetap menanyakan identitas pemesan kamar.
" Oh, maaf pak, saya hanya menjalankan prosedur saja."
" Ya, cepat kerjakan."
" Ini kuncinya Pak. Maafkan atas ketidaknyamanan Bapak."
" Hmm, ayo Amora, Andri jangan lupa hubungi Didi agar dia mengantar putriku besok ke sekolah."
" Baik Tuan. Apakah hari ini Tuan akan menginap disini atau pulang kerumah ?."
" Pulang kerumah. Indah akan datang untuk menjemput ku."
" Baiklah. Kalau begitu saya permisi dulu. Selamat sore Tuan, Nona Amora."
" Ayo kita ke kamar." ucap Dirga pada Amora setelah Andri pergi.
Dirga membawa Amora menuju kamar yang sudah dipesan oleh Andri sementara resepsionis memandang mereka dengan tatapan tidak percaya.
" Eh, beneran itu putrinya Tuan Dirga ?, Aku tidak pernah melihat Tuan Dirga bersama keluarganya," kata salah seorang resepsionis.
__ADS_1
" Mana aku tahu, memang benar Tuan Dirga tidak pernah bersama keluarganya, tapi bukan urusan kita juga membicarakan pimpinan kita."
" Iya ya, apapun yang dilakukan oleh pimpinan kita, ga ada hubungannya sama kita yang cuma pegawai rendahan."
Dan mereka pun tertawa, setelah merasa tidak ada manfaatnya malah bisa-bisa mereka kena teguran yang bisa fatal akibatnya buat mereka.
Sementara itu Dirga sudah berada dikamar yang dipesan untuk Amora. Dan ia melihat ponselnya untuk melihat apakah ada pesan yang masuk, tapi ternyata kosong, begitu juga tidak ada pemberitahuan kalau Zenia sudah memesan tiket untuk kembali ke Jakarta.
" Apakah Papa menunggu kabar dari Mama ?," tanya Amora setelah Dirga berkali-kali melihat handphonenya.
" Hmm, menurut mu apakah Mama akan pulang dengan segera, sesuai permintaan Papa ?."
" Tidak. Karena Mama yakin bahwa Papa tidak akan melakukan ancaman yang Papa katakan," jawab Amora sambil berbaring sementara Bik Sumi merapikan pakaian dan memasukkan kedalam lemari.
" Mora, apakah kamu pernah mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring atau merapikan pakaian ?.," tanya Dirga tiba-tiba.
"Hah ?, Papa tanya apa ?."
" Tidak. Aku tidak pernah melakukan nya. Aku pernah melakukan nya untuk tugas sekolah, tapi Mama marah-marah, menurutnya dia menyekolahkan putrinya bukan untuk belajar mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh asisten rumah tangga."
" Apa kamu tahu Tante Indah hanya mempunyai 1 orang yang membantunya untuk cuci setrika serta bersih-bersih rumah saja, dan itupun tidak tinggal dirumah."
" Lalu siapa yang mengerjakan cuci piring atau memasak?," tanya Amora tidak percaya.
" Mereka melakukan nya bersama, pagi-pagi Tante Indah memasak dan Laras mencuci piring serta membuat minuman. Dan malam pun seperti itu. Papa melihat Tante Indah mendidik Laras untuk mandiri, dan ia pun mempunyai keinginan yang sama untuk menyekolahkan Laras di luar negeri tetapi nanti saat kuliah. Jadi dari sekarang Tante mendidik Laras agar bisa melakukan semuanya tanpa harus tergantung pada orang lain."
" Apa Tante Indah begitu keras Pah ?."
__ADS_1
" Keras untuk kebaikan. Dan seperti Mama yang lainnya ia pun tidak ingin putrinya diganggu, itulah sebabnya dia begitu marah ketika mengetahui kalau Laras diganggu olehmu."
" Apakah Laras mengadu pada Tante Indah ?."
" Tidak, Tante Indah tahu dari Abi, Om nya Laras yang selama ini menjaga mereka saat Papa tidak ada. Bahkan Laras marah pada kami berdua ketika Papa bermaksud menegur mu dan berbalik menyalahkan Papa."
" Laras berani berkata keras dan menyalahkan Papa ?."
"Ya. Dia bahkan hanya bicara seperlunya sampai akhirnya ditegur oleh Tante Indah."
" Hebat ya Pah, aku saja tidak berani membantah Papa."
" Jangan salah, dia melakukan nya karena ia tidak mau Papa menghukum mu karena kesalahan Papa ."
" Sayang sekali aku tidak mempunyai Mama seperti Tante Indah."
" Apakah kamu pernah bertemu dengan Tante Indah ?."
" Belum, aku belum pernah bertemu dan melihat nya."
" Kalau begitu kamu akan berkenalan dengan Tante Indah hari ini, karena dia akan datang menjemput Papa saat pulang dari kantor."
" Tante Indah bekerja ?, apakah di kantor Papa?."
"Tidak. Dia punya perusahaan sendiri. Bahkan Papa tidak pernah tahu, bahwa yang menjadi konsultan design interior hotel dan resort Papa adalah perusahaan nya."
" Hebat ya Pah."
__ADS_1
" Ya, dia hebat karena tidak mau bergantung pada Papa. Apa kamu tahu, dia menjual rumah besar yang Papa berikan padanya sebagai modal usahanya. Dan ia lebih memilih rumah yang tidak terlalu besar sebagai tempat tinggalnya."
" Ya, sayang sekali Mama hanya bisa menghabiskan uang tanpa bisa menambahnya," kata Amora pelan.