Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 82


__ADS_3

Amora mengikuti Indah menuju kamar Danish yang berada di lantai 2 bersebelahan dengan kamar Laras. Dan mereka menahan tawa karena Dirga, laki-laki yang ditakuti dan disegani di tempat kerjanya ternyata dapat bersikap layaknya ayah yang sangat menyenangkan. Mereka memperhatikan Dirga yang sedang menjadi kuda sementara Danish duduk di atas punggungnya sambil memegang dengan erat kemejanya.


"Mam, aku ga pernah berharap untuk melihat papa melakukan hal tersebut. Apa mama pernah mellihat papa melakukan hal tersebut sebelumnya?" tanya Amora tidak percaya.


"Mama juga belum pernah melihatnya. Tapi kalau mama lihat sepertinya papa sudah sering melakukannya, tentu saja tanpa diketahui," jawab Indah tersenyum kemudian Indah mengetuk pintu untuk memberitahukan kehadiran mereka.


"Ade, ayo turun. Lihat apa yang mama bawa!" katanya sambil menunjukkan botol minuman yang dibawanya membuat Danish dengan cepat turun dari punggung Dirga dan mendekati Indah.


"Papa gak kerja?" tanya Indah karena Dirga lebih memilih untuk berbaring di dekat Indah sementara Amora menatap mereka geli. Sebagai gadis yang tinggal di luar negeri dan ia juga sudah mengerti bentuk kemesraan yang dilakukan oleh pasangan suami isteri, Amora dengan cepat mengambill keputusan.


"Mam, kenapa mama tidak membantu papa menyiapkan perlengkapan papa saja. Biar aku yang akan menjaga Danish. Aku ingin lebih mengenalnya jadi izinkan aku menjaga Danish, lagipula itu Mba Imas sepertinya sudah datang," kata Amora pada Dirga dan Indah.


"Hmm, tapi papa mau berbaring dulu sebentar. Lagi pula Danish belum selesai minumnya bukan?" kata Dirga.

__ADS_1


Dirga merasa sangat bahagia karena putri sulungnya dengan cepat menerima Indah dan anak-anaknya. Dan ia sanggat bangga karena Amora tidak memiliki sifat seperti Zenia dan sebagai ayah, dia berjanji agar Amora tidak pernah memiliki sifat yang dapat merugikan dirinya.


"Papa memikirkan apa?" tanya Indah pelan.


"Amora. Papa berharap dia tidak memiliki sifat iri yang dimiliki oleh Zenia. Papa berharap dia mempunyai sifat bertanggung jawab karena dia adalah anak sulung yang harus bisa menjadi contoh bagi adiknya. Menurut mu apakah Laras bisa menerima Amora sebagai kakaknya?" tanya Dirga yang tidak melepaskan perhatiannya dari Amora dan Danish.


"Aku yakin Laras bisa menerimanya. Kalau tidak bagaimana dia bisa berteman dan menjalin hubungan yang baik dengan Amora? Papa tidak perlu khawatir, mama yakin anak-anak kita akan menjadi anak yang bertanggung jawab. Bukan hanya pada dirinya tetapi juga pada lingkungannya. Dan untuk membuat mereka menjadi baik, itu adalah tugas kita sebagai orang tua. Salah satu cara yang mama lakukan pada Laras adalah bagaimana dia harus mengerjakan tugasnya sendriri  tanpa dibantu orang lain.Dan mama gembira Laras melakukan pekerjaan rumah tanpa merasa dipaksa ataupun tertekan," jawab Indah.


"Kalau mama pikir apa yang dilakukan Zenia tidak seluruhnya dia salah. Dia melakukannya karena Papa juga yang membuatnya melakukan operasi mempercantik diri." kata Indah melirik Dirga dengan tatapan menggoda.


"Maksudnya? Mama mau mengatakan apa yang dilakukan Zenia adalah kesalahan papa?" tanya Dirga tajam.


"He eh. Coba mama tanya mulai kapan Zenia melakukannya? sebelum atau sesudah kita menikah?"

__ADS_1


"Entahlah, papa lupa. Sepertinya setelah kita menikah. Tapi apa hubungannya?" tanya Dirga tidak mengerti.


"Saat kita mulai berhubungan adalah saat papa merasa kurang mendapatkan kepuasan karena Zenia mengalami trauma atas kelahiran Amora dan sejak itu papa mencari kepuasan di luar karena papa tidak dilayani di rumah. Dan mama yakin saat itu mama bukanlah wanita yang pertama. Saat kita menikah, Zenia sudah siap untuk menjadi seorang isteri yang bisa melayani suaminya tetapi apa yang papa lakukan membuatnya merasa kurang percaya diri dan hal tersebut menjadi alasan baginya untuk melakukan apa yang diinginkan pada wajahnya. Mungkin pada awalnya dia merasa bangga karena papa kembali padanya. Tetapi papa kembali melakukannya pada wanita lain, lagi dan lagi sampai mama pun merasa tidak bisa menerima keputusan papa. Zenia melakukan perubahan pada wajahnya agar papa kembali padanya, sedangkan mama, mama lebih baik meninggalkan papa dengan semua petualangan yang papa lakukan. Walaupun dalam hati mama merasa sakit karena menjadi isteri yang tidak dianggap. Mama bersikap tidak perduli tapi mama juga sadar bahwa papa tetaplah suami mama dan ayah dari Laras. Jadi kalau mama tidak ingin berpisah, maka terima lah keadaan tersebut sebagai takdir. Jadi Mama harap papa jangan pernah menyalahkan Zenia untuk semua yang dia lakukan. Zenia bersalah karena dia mengabaikan Amora dan memiliki pria lain di tempat tidurnya dan hal tersebut tidak dapat dibenarkan sama sekali," kata Indah memandang keluar. Tidak menyadari kalau Anrora ikut mendengarkan perkataan yang dia ucapkan.


"Terima kasih Mam, mama Indah sangat baik dan bijak. Mama Indah tidak menyalahkan mama atas apa yang dilakukan mama pada dirinya. Dan mama Indah benar, kesalahan mama adalah saat dia mengabaikan aku dan menjadikan Om DIcky sebagai pria lain yang melayani mama di tempat tidurnya. Laras sangat beruntung memeiliki Mama Indah sebagai ibunya. karena mama Indah dapat memikirkan alasan dibalik tindakan mama," kata Amora dalam hati.


Tanpa dapat menahan diri, Amora memeluk Indah dengan erat sehingga Indah merasa heran dan menatap Dirga yang juga terkejut dengan tindakan Amora yang langsung memeluknya dengan erat dan ia mendengar suara terbata-bata yang keluar dari mulut Amora.


"Maafkan Amora yang pernah berpikiran buruk pada Mama. Kalau boleh berharap izinkan Amora menjadi anak mama," katanya sambil terisak hingga Indah mengangkat tangannya dan mengellus lembut kepalanya dan berbisik pelan.


"Kenapa harus minta izin? Amora adalah anak mama dan kakak dari Laras dan Danish. Mama malah berharap kalau Amora bersedia menjadi kakak yang baik dan memberi dukungan pada adik-adik Amora. Amora bisa?"


"Amora akan berusaha untuk bisa menjadi apa yang diinginkan oleh mama asalkan Amora diizinkan menjadi anak mama selamanya," jawabnya masih dengan suara terisak.

__ADS_1


__ADS_2