Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 25.


__ADS_3

" Kapan kalian kembali ke Jakarta ?," tanya Rizal pada Dirga.


" Rencana kami Minggu sore, sepertinya mereka ingin berbelanja dan berwisata dulu," jawab Dirga.


" Indah, Bagaimana kalau aku temani kalian berbelanja dan berwisata, aku rasa Bram bersedia mengantar kita. Biarkan para suami reuni sesaat." ucap Syafira membuat Bram kaget.


" Kok aku Mam ?."


" Iya, kamu nanti mengawal Laras. Memangnya kamu mau Laras ada yang menggoda dan meliriknya ?,"


" Tenang Mam, ga bakal ada yang berani goda in cewek galak seperti dia," jawab Bram tertawa membuat Syafira menegurnya.


" Bram !."


" Emang enak. Lagian siapa bilang aku galak..Aku anak manis kok. Benarkan Mam ?," ucap Laras membuat Bram kembali menarik rambutnya.


" Kamu... awas ya kalau ada rambutku yang tercabut kamu harus bertanggung jawab."


" Enak aja, itu artinya kamu kurang merawat rambut. Jangan-jangan di rambut kamu ada kutu nya Hiii geli,"


" Kamu ya, " Laras sangat kesal pada Bram dan ia bermaksud memukulnya tetapi malah membuatnya kehilangan keseimbangan hingga dirinya nyaris terjatuh kearah tangga kalau tidak ditarik oleh Bram dan akibatnya mereka berdua terjatuh kelantai jauh dari tangga dengan posisi Bram dibawah tubuh Laras.


Laras begitu terkejut hingga ia tidak bisa bergerak sementara Bram hanya diam, karena wajahnya tepat berada dibawah dada Laras.


" Apakah kami sudah bisa membantu kalian berdiri ?," tanya Indah dan Syafira bersamaan membuat mereka terkejut dan kepala Laras terantuk pagar ketika Bram mendorong tubuh Laras.


" Aduuuh, kamu bisa ga sih pelan-pelan. Sakit tahu." keluh Laras sambil meraba kepala nya.


" Bawel, memangnya kamu ga tau posisi kamu itu gimana ?," ledek Bram tertawa.


" Memangnya bagaimana ?," tanya Laras sambil duduk di samping Bram.

__ADS_1


" Bram, cukup ," tegur Syafira ketika putranya bermaksud menggoda Laras.


" Apakah kalian mau tetap duduk disitu atau pindah ke kursi ?," tegur Indah.


" Sst, kenapa yang negur selalu emak-emak ya ?," bisik Bram pelan.


" Ga tau, memangnya kamu mau ditegur sama bapak-bapak juga ?, aku sih ogah," jawab Laras berusaha bangun dari duduknya.


" Susah banget sih mau bangun aja," ucap Bram sambil mengulurkan tangannya.


Laras menerima uluran tangan Bram dan langsung bangkit berdiri.


" Susah kalau pakai high heels begini." kata Laras mengeluh jengkel.


" Makanya jadi perempuan itu harus terbiasa pakai gaun dan high heels."


" Bawel. Harusnya julukan bawel itu buat kamu, bukannya aku," ucap Laras.


" Jam berapa kalian ingin berbelanja besok ?," tanya Syafira saat keluarga Dirga berpamitan.


" Kalau jam 10 apakah kamu bisa ?," tanya Indah.


" Tidak masalah. Kami akan tiba di hotel tempat kalian menginap jam 9.45 bagaimana ?."


" Buat kami tidak masalah, asal jangan merepotkan kalian saja," jawab Indah.


" Baiklah, sampai jumpa besok."


" Laras, Kakek dan Nenek besok tidak bisa mengantarmu ke bandara, jadi terimalah hadiah dari kami berdua." ucap Nenek pada Laras.


" Tapi Nek, hadiah untuk apa ?, ulang tahun Laras Masih 2 bulan lagi," ucap Laras sambil menatap Indah.

__ADS_1


" Laras. Ini adalah hadiah atas pertunangan kalian," kata nenek menjelaskan dengan sabar.


" Kalau pertunangan berarti hadiah untuk berdua kan Nek ?, bagaimana kalau Ka Bram saja yang menerimanya ?."


" Kalian sama-sama menerimanya. Dan ini untuk mu sayang !."


Setelah mendapat persetujuan dari Dirga dan Indah, Laras menerima pemberian dari Nenek Lidya.


" Terima kasih Nek. Semoga nenek selalu diberikan kesehatan dan dipanjangkan umurnya."


" Aamiin. Terima kasih sayang . Nenek akan menjaga kesehatan karena Nenek berharap dapat melihat pernikahan kalian ketika saatnya tiba," ucap Nenek seraya memeluk dan mencium dahi Laras.


" Dirga dan Indah, nenek harap kamu menjaga menantu keluarga kami, jangan biarkan dia tergoda oleh pergaulan bebas dan melupakan bahwa ia sudah mempunyai calon suami."


" Ya Ma, Kami akan menjaga Laras. Mama dan keluarga disini tidak perlu khawatir." ucap Indah.


" Sekali lagi kami ucapkan terima kasih, dan kami mohon pamit." ucap Dirga.


Sekali lagi Laras mendapatkan pelukan dan kecupan dari Keluarga Wiguna, dan saat ia berada didepan Bram, Laras cemberut karena Bram sepertinya mempunyai rencana untuknya.


" Kenapa sih ?, kamu takut ya ?," kata Bram sambil nyengir.


" Bram...,-


Dengan tersenyum Bram memeluk dan mencium pipi Laras dengan lembut.


Wajah Laras terlihat merona, karena ia sangat malu saat Bram menciumnya.


" Kok pakai cium pipi segala sih ?," katanya pelan.


" Memangnya kau mau aku cium di bibirmu ?," jawab Bram dan ia langsung merasakan sakit dikakinya karena Laras menginjak kakinya dengan keras.

__ADS_1


" Awas kamu ya," ancam Bram, tetapi Laras hanya tersenyum manis.


__ADS_2