
Wajah Indah dan Dirga terlihat sangat bahagia ketika mereka tiba di rumah. Dan Indah mengerutkan dahinya ketika melihat rumah mereka terlihat ramai membuat Indah bertanya-tanya.
"Ada apa di rumah. Sepertinya Laras tidak mengatakan apapun kalau dia akan mengundang teman-temannya berkumpul?" tanya Indah pelan sambil melirik Dirga yang masih duduk di sampingnya.
"Coba Mama lihat teleponnya dulu. Mungkin Laras sudah memberi kabar sama Mama, tapi karena kita sedang asik, Mama tidak mengetahuinya," sahut Dirga yang hanya mendapatkan cubitan di pinggangnya.
"Papa apaan sih," gumam Indah gemas.
Dengan wajah penasaran dan juga menyesal karena tidak melihat ponselnya Indah mengambil ponsel dari dalam tas dan melihat bahwa LarasĀ telah berkali-kali menghubungi nya dan juga ada pesan yang masuk yang isinya memberi kabar bahwa teman-teman Laras akan datang berkunjung karena ada tugas yang akan mereka kerjakan.
"Ada kan?" tanya Dirga tersenyum membuat Indah menatapnya curiga.
"Kenapa Papa sepertinya tidak terkejut?" tanya Indah mengerutkan dahinya.
"Tentu saja tidak. Tadi waktu mama sedang di kamar Mandi, Laras menelepon Papa dan mengatakan kalau mama tidak menjawab teleponnya dan sekaligus Laras minta izin," jawab Dirga dengan senyum yang masih berada di atas bibirnya. "Mau turun tidak?"
"Ya turun lah Pap. Masa mau terus berada di dalam mobil. Memangnya mau ngapain?" jawab Indah sambil membuka pintu mobil dan diikuti oleh Dirga yang berada di belakang kemudi.
"Selamat sore Om, Tante ... Maaf kalau kami berkunjung ke sini tanpa minta izin sama om dan tante lagi," sapa Aryo yang sudah di kenal oleh Indah dengan sopan.
"Selamat sore. Silahkan di lanjutkan. Kami ke dalam dulu ya," sahut Indah membalas sikap ramah Arya.
__ADS_1
"Kak, teman-temannya sudah pada makan siang belum?" tanya Indah yang tiba-tiba menghentikan langkahnya di depan pintu.
"Hehehe, belum Mam. Tadi sih kita udah makan bakso abang-abang yang lewat," jawab Laras tertawa malu.
"Ya sudah, kalian pesan makanan lewat aplikasi saja. Terserah mau makan apa." kata Indah sebelum melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah.
"Astaga. La, beneran mama kamu minta kita pesan makanan?" tanya Indra dengan wajah berbinar.
"Ya benar lah. Kalau Tante Indah udah kasih perintah harus segera di laksanakan tuh. Mau pesen makanan apa?" tanya Aryo yang sangat bersemangat.
"Kamu ngapain Ar?" tanya Fachri ingin tahu.
"Lagi buka aplikasi mau pesen makanan," jawab Aryo cuek membuat teman-temannya tertawa.
Dan mereka pun akhirnya memesan makanan sesuai dengan keinginan mereka.
"La, beneran mama kamu ga marah kita pesan macam-macam?" tanya Zain dengan wajah malu.
"Udah pesan aja. Mama aku orangnya santai kok. Kecuali kalau kalian ada yang pesan minuman alkohol. Langsung di usir sama papa ku," jawab Laras tertawa.
"Ya masa kita pesan yang begituan Ra," sambut Doni tertawa.
__ADS_1
Penuh dengan canda dan tawa mereka menyelesaikan tugas hingga pesanan makanan mereka tiba. Begitu juga dengan Bram yang tiba-tiba saja datang ke rumah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
"Wah lagi rame nih," sapa Bram pada mereka semuanya.
"Eh iya Kak. Baru selesai ngerjain tugas," jawab Aryo sementara teman-teman perempuan mereka saling lirik dan ingin tahu.
"Oke. Aku masuk dulu ya," sahut Bram diikuti rasa ingin tahu para wanita tidak terkecuali dengan Dinar.
"La. Memangnya Bram tinggal di sini ya?" tanyanya pelan.
"Ngaco. Dia tinggal di apartemennya. Dia mungkin datang ke sini karena besok akan pulang," jawab Laras.
"Kamu ga ikut?"
"Kalau aku ikut, berarti bolos dong," sahut Laras yang hanya mendapat anggukan kepala Dinar membuat Aryo yang mendengar percakapan mereka ikut menyampaikan pendapatnya. Walaupun sama sekali tidak diminta, terutama oleh Dinar.
"Tuh dengerin Neng. Laras aja ga mau bolos sekolah, padahal kalau dia mau kan enak bisa jalan-jalan ke luar negeri. Lah Neng Dinar, cuma mau ikut abang ke warung aja ga mau sekolah," katanya menggoda Dinar.
"Jelas aja aku ga mau sekolah. Lah hari minggu, siapa juga yang mau datang ke sekolahan," sahut DInar cepat dan mereka semuanya tertawa dengan keras setelah Dinar menyelesaikan ucapannya.
"Loh memengnya ada yang aneh ya?" tanyanya heran.
__ADS_1
"Kalian hari minggu emang ke mana? Kok cuma berdua aja sih. Ga ngajak kita-kita," tegur Abid di tengah suara tawa mereka.