Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 20.


__ADS_3

Laras membawa tas bepergiannya turun dan ia menatap Dirga yang sedang berada didepan laptopnya nya.


" Ada apa Pap ?," tanya Laras menyerahkan tas nya pada Didi untuk dimasukkan ke bagasi.


" Ada sedikit masalah. Apakah Mama mu pernah membicarakan masalah kantor dengan mu ?," tanya Dirga menatap putrinya.


" Pernah. Tapi hanya untuk sharing aja."


" Contohnya ?,"


" Ya seperti minta pendapat ku bagaimana kalau Mama mengajukan biaya untuk jasa interior yang dilakukan, karena ada klien yang menilai sederhana, padahal sangat rumit saat pengerjaan nya. Nah Mama biasanya minta masukan dariku, sebagai orang awan yang tidak mengerti decor maupun interior." jawab Laras.


" Kamu tidak tertarik dengan design interior ?, mengapa ?,"


" Ya karena aku tidak menyukainya."


" Papa bekerja di bidang perhotelan dan biro perjalanan, sementara Mama di bidang design interior yang sebenarnya saling berhubungan. Lalu apa yang akan kamu lakukan untuk meneruskan usaha kami ?," tanya Dirga penuh rasa ingin tahu dan ia sudah mematikan laptopnya.


" Aku suka memasak. Jadi mungkin aku akan menjadi koki di hotel Papa atau sebagai ahli akuntansi karena aku menyukai perhitungan terutama yang berkaitan dengan uang," kata Laras tertawa.


" Papa setuju, karena perhitungan yang berhubungan dengan uang sangat penting untuk menjalankan perusahaan dan juga perhitungan yang lainnya ." kata Dirga tertawa keras.

__ADS_1


" Apa yang kalian bicarakan ?," tanya Indah yang baru keluar dari kamar dan wajahnya terlihat sangat segar.


" Papa bertanya pada Laras apa yang akan dilakukan untuk meneruskan usaha kita."


" Apa dia menjawab akan menangani keuangan perusahaan ?, atau menjadi koki ?," tanya Indah.


" Keduanya," jawab Dirga masih tertawa, sementara Indah hanya tersenyum.


" Jam berapa kita berangkat ?, Laras apakah semuanya sudah kamu matikan ?," tanya Indah pada putrinya.


" Sudah Mam, tidak ada benda apapun yang masih mendapat aliran listrik. Dan di dapur hanya kulkas yang masih menyala," jawab Laras membuat Dirga memandang nya penuh rasa kagum.


" Oke, kami sudah siap semuanya," jawab Indah.


Mereka meninggalkan rumah setelah memberikan kunci rumah pada Mba Sri yang sengaja dipanggil agar dia bisa menjaga rumah dan melakukan bersih-bersih seperti biasanya.


Indah melihat Laras yang duduk di kursi belakang dan terlihat sibuk dengan handphonenya.


" Sibuk apaan sih ?," tanya Indah penasaran karena ia mendengar suara tawa dari kursi belakang.


" Ini Mam, tentang aku tadi pagi dihadang Amora cs viral. Padahal tidak terjadi apa-apa. Memang sih temannya ada yang memegang tanganku dan mengancam, tapi sungguh tidak terjadi apapun. Sepertinya ada yang sengaja merekamnya dan mengeditnya." jawab Laras tertawa geli.

__ADS_1


" Sungguh tidak terjadi apa-apa ?,".


" Sungguh Mam, makanya aku langsung posting klarifikasi bahwa video itu tidak benar, dan ada yang sengaja membuatnya viral."


" Mama senang kalau tidak terjadi sesuatu pada mu," jawab Indah lega.


" Lalu apa yang membuatmu tertawa ?,"


" Karena ada tanggapan lucu mengenai postinganku Mam. katanya yang nyari pansos wajahnya tertutup panci," jawab Laras hingga Indah tersenyum.


Mendengar percakapan antara Indah dan Laras membuat Dirga tersenyum bangga karena Laras tidak berniat jahat pada Amora dan cepat memberikan klarifikasi atas berita yang viral agar tidak merugikan orang lain meskipun Amora memang bertindak merugikan Laras.


Tidak berapa lama mobil yang dikemudikan Didi tiba di bandara dan berhenti dipinggir jalan area keberangkatan.


Didi mengeluarkan tas bepergian mereka dibantu oleh Laras dan Andri yang sudah menunggu mereka sementara Eka memberikan dokumen perjalanan pada Indah.


" Baiklah, kita masuk sekarang. Andri, Eka laporkan padaku bila ada sesuatu dan jangan biarkan Zenia memasuki ruangan ku apapun alasannya. Kalau ia memaksa proses hukum !," perintah Dirga membuat Laras menatapnya heran dan menatap Indah penuh tanya.


" Baik Tuan kami akan melakukan yang terbaik." jawab Andri dan Eka bersamaan.


Mereka bertiga segera masuk kedalam sebelum naik pesawat yang akan membawa mereka ke negara Singapura, sementara Andri dan Eka meninggalkan bandara.

__ADS_1


__ADS_2