
Setelah selesai menikmati makan malam, Rizal membawa mereka ke pusat perbelanjaan Orchard Road.
" Papa minta maaf membuat kalian tidak bisa mempersiapkan apapun untuk besok. Jadi silahkan kalian berdua membeli apa yang kalian inginkan untuk acara besok siang !," kata Dirga setelah mereka tiba di Orchard Road, pusat perbelanjaan yang menyediakan barang-barang mewah dan branded.
" Mam, bagus tidak ?," tanya Laras memperlihatkan salah satu gaun terusan dibawah lutut.
" Coba kamu pakai dulu," kata Indah, dan baru saja Laras masuk keruang ganti datang 2 orang pegawai butik membawa beberapa setel pakaian agar dicoba oleh Laras dan juga Indah.
" Indah, kamu juga coba pakaian itu," kata Dirga yang sedang duduk melihat anak dan isterinya memilih pakaian.
Indah mencoba beberapa gaun begitu juga dengan Laras, dan akhirnya Dirga memutuskan ada tiga gaun yang sangat cocok untuk Laras dan 4 gaun untuk Indah.
" Banyak sekali ?, bukankah kita hanya memerlukan 1 setel gaun saja ?," tanya Indah.
" Tapi bukan berarti kita jauh-jauh datang kesini hanya membeli 1 gaun saja bukan ?, sekarang kita cari sepatu dan aksesoris yang lainnya.
Laras dan Indah saling berpandangan geli, karena Dirga ternyata lebih sibuk dari mereka dalam penampilan.
Setelah menyelesaikan acara belanja, mereka kembali ke hotel.
" Laras, kamu siapkan gaun untuk dipakai besok saat acara, Mama akan meminta binatu untuk membersihkan terlebih dahulu."
" Ya Mam."
Laras sudah mengeluarkan gaun yang disepakati untuk dipakai besok dan ia berbaring karena merasa capek sekali. Dan tidak berapa lama ia sudah terlelap.
__ADS_1
Sementara itu Indah sedang melepaskan bajunya saat Dirga memeluknya dari belakang.
" Aku selalu menyukai dirimu saat melepaskan pakaian. Jadi izinkan aku melakukan pekerjaan mu untuk melepaskan yang melekat ditubuh mu," raya Dirga tanpa melepaskan ciuman dan belaian yang dilakukan dari belakang membuat Indah tidak berdaya untuk menolak.
Malam itu mereka bercinta dengan sepenuh gairah yang ada dilakukan dengan pelan dan lembut tanpa harus terburu-buru.
Dirga sangat puas dan ia memeluk tubuh Indah yang ditutupi selimut sebatas pinggang hingga ia masih merasakan kelembutan bagian atas tubuh istrinya nya yang lembut.
" Aku sangat menyukainya. Bisakah kita melakukan nya lagi ?," bisik Dirga membuat Indah tertawa, karena untuk suaminya tidak pernah ada kata 1 kali bila mereka bercinta.
Suara ketukan pintu dan nada panggilan handphone membangunkan Indah yang masih terlalap dalam pelukan Dirga.
Indah mengambil handphonenya dan melihat Laras yang meneleponnya.
" Ya sayang, maaf Mama masih tidur ketika kamu telepon."
" Ya sayang, nanti kami menyusul. Kamu temui Michael ya !."
" Ya Mam."
Indah berusaha bangun dari tempat tidur ketika merasakan tangan Dirga ditubuhnya membuat dirinya tertawa.
" Kamu Mas, anak kita sudah turun kebawah mau sarapan, kita malah masih berada ditempat tidur," tegur Indah dengan suara seraknya karena Dirga yang terus bergerak.
" Aku ingin menikmati sarapan berdua denganmu dengan menu yang sangat spesial ," bisik Dirga.
__ADS_1
Indah dan Dirga keluar dari kamar dan menemui Indah ketika sudah lewat waktu sarapan.
Laras menatap orang tuanya dengan tatapan penuh tanya.
" Ga usah tanya," bisik Indah pada Laras membuat putrinya tertawa.
" Kalian berdua kalau mau berbulan madu kenapa sekarang ?, memangnya tidak bisa dilakukan nanti kalau aku tidak ikut ?,"
" Kami tidak berbulan madu kok, kami hanya melakukan tugas kewajiban kami sebagai suami isteri ," jawab Indah membuat Laras mencibir sementara Dirga menatap tidak percaya isteri dan anaknya berbicara begitu terbuka.
" Jam berapa kita berangkat ke tempat Pak Rizal ?," tanya Indah pada Dirga yang sedang menyesap kopinya.
" Jam 12.30 orang yang akan menjemput akan datang. Dan aku sudah meminta Michael memanggil orang yang akan membuat kalian tampil lebih cantik, karena ia seorang makeup artis yang terkenal."
" Jam berapa dia datang ?,"
" Jam 10. Jadi kalian bisa bersiap setelah ini," kata Dirga.
Laras, gadis remaja yang baru berusia 12 tahun tampak begitu cantik sekali. Penata rias memberikan sentuhan yang natural pada wajah remajanya hingga tidak terlihat lebih tua atau pun membuatnya berbeda dari usianya.
" Kamu sangat cantik sayang... Mama sangat bangga padamu," ucap Indah menatap wajah putrinya.
" Mama juga cantik." bisik Laras .
" Kalian adalah 2 orang wanita tercantik yang Papa miliki. Sekarang bisakah kita berangkat sekarang ?," tanya Dirga setelah mereka semua sudah rapi dan tampil sempurna.
__ADS_1
" Tentu saja." jawab Indah.
Mereka memasuki mobil yang akan membawa nya ke rumah keluarga Rizal Wiguna.