Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 26.


__ADS_3

Laras masih berada dikamar hotelnya ketika Indah menelepon nya untuk mengajaknya breakfast.


" Laras, kita sarapan sayang !."


" Ya Mam." jawabnya dan tidak berapa lama ia membuka pintu kamarnya.


" Papa dimana Mam ?."


" Papa disini. Kita turun sekarang ?."


" Ayo."


Mereka menikmati sarapan sambil berbicara ringan.


" Hari ini kalian shopping jadi diantar Bram dan Mama nya kan ?,"


" Jadi Mas. Tadi Syafira udah kirim pesan ke Mama, sedang dalam perjalanan."


" Oh, Kalau begitu selama kalian shopping Papa bekerja sebentar ya. Masih ada yang belum selesai Papa urus."


" Papa bekerjanya disini ?,"


" Ya sayang. Nanti kalau kamu libur kita berkunjung ke Malaysia. Di sana Papa mempunyai perkebunan dan juga hotel. Kamu akan belajar cara mengelolanya."


" Mas. Putri mu bukan hanya Laras. Mas harus adil bila menawarkan sesuatu !." tegur Indah langsung, ia tidak ingin Laras dianak emaskan dan membuat iri yang lainnya.


" Ya aku mengerti." jawab Dirga.


Mereka sudah menyelesaikan sarapannya, dan Laras kembali masuk ke kamarnya sebelum Bram datang.


" Sepertinya ada yang dipikirkan oleh Laras. Sejak kemarin dia lebih banyak diam ?," kata Dirga saat mereka berada dikamar.


" Ya, aku juga sudah bertanya sama Laras, dia hanya jawab ga ada apa-apa. Tapi aku yakin kalau ada sesuatu dia pasti akan membicarakannya," jawab Indah.


" Ya. Laras anak yang sangat pengertian, semoga saja dia juga mengerti dengan keadaanya sekarang."


" Aamiin."


Sementara itu dikamarnya Laras sedang merapikan pakaiannya agar tidak perlu terburu-buru saat pulang nanti ketika pandangannya tertuju pada kotak hadiah dari Nenek Lidya.


" Apa ya isinya ?," tanya Laras dalam hati.


Dengan rasa penasaran ia membukanya dan terlihat satu set perhiasan yang sangat indah dan juga mewah.


" Astaga, apa ga salah ini ?, aku harus kasih tau Mama dan papa." katanya dan ia segera mengirim pesan pada mamanya.


" Mam, kekamar Laras ya, ada yang mau aku kasih tau."

__ADS_1


Tidak berapa lama pintu kamarnya diketuk dan Laras segera membukanya setelah melihat siapa yang berada didepan pintu kamarnya.


" Ada apa ?," tanya Indah.


" Papa dimana ?."


" Dikamar, sedang membaca laporan."


" Serius membaca ?," goda Laras membuat Indah tertawa.


" Ada apa ?."


" Ini Mam, aku sudah membuka kotak hadiah dari Nenek Lidya." katanya sambil memperlihatkan pada Indah.


" Nenek Lidya memberikan ini padamu kemarin ?."


" Iya Mam."


" Mama tidak menduganya. Kamu simpan baik-baik ya."


" Bagaimana kalau Mama yang menyimpan nya. Bukankah nanti di bandara akan diperiksa ?, aku ga mau ditanya macam-macam."


" Ada suratnya dikotak ini ?."


" Maksud mama ini ?."


" Memangnya Mama nanya apa ?."


" Kenapa kamu lebih banyak diam, ga seperti biasanya ?."


" Oh, kemarin Laras sempat kepikiran, usia kita berdua kan beda jauh, gimana kalau Bram mau pacaran sesuai usianya ?, pasti dia bosen nunggu aku dewasa kan ?."


" Darimana kamu punya pikiran seperti itu ?, lalu apa kamu akan mengijinkan Bram berpacaran sesuai dengan usianya ?."


" Ya karena cowok seusia Bram pasti akan pacaran sama cewek yang usianya sama. Ga mungkin dia mau bermesraan dan pacaran didepan umum sama anak SMP. jadi kalau dia mau pacaran sama teman kampusnya ya silahkan aja. Aku ga mungkin minta dia nunggu sampai aku lulus sekolah kan ?."


" Laras, apa yang kamu ketahui tentang pacaran ?,"


" Ya seperti yang ada di sinetron Mam. Dan aku pernah lihat Amora sedang ciuman sama teman sekelasnya didalam mobil ?."


" Hah, ciuman didalam mobil ?, masih SMP ?," kata Indah terkejut.


" He eh, makanya aku ngerasa Bram pasti tersiksa kalau ga bisa pacaran seperti itu sama cewek, sementara aku masih kecil."


" Laras Mama ga tau mesti ngomong apa. Tapi terserah kamu dan Bram saja bagaimana baiknya."


" Ya Mam, aku akan bicara sama Bram gimana baiknya."

__ADS_1


" Sekarang kamu siap-siap, sebentar lagi Tante Syafira dan Bram sampai, Mama akan ambil tas dikamar."


" Oke Mam."


Indah kembali ke kamarnya dan kini dirinya yang berpikir mengenai Laras dan Bram membuat Dirga menatapnya heran.


" Ada apa ?, kenapa dari kamarnya Laras wajah mu seperti itu ?,"


" Kamu tahu Mas, Laras lebih banyak diam karena dia memikirkan bagaimana Bram yang mempunyai tunangan anak SMP. Sedangkan usia Bram mungkin lebih cocok pacaran dengan wanita seusianya, supaya dapat melakukan apa yang biasa dilakukan oleh pasangan yang berpacaran."


" Dari mana pikiran seperti itu ?."


" Menurutnya dari sinetron dan yang dia lihat saat ke mall atau taman hiburan."


" Lalu apa yang akan dilakukan ?,"


" Dia akan membebaskan Bram untuk berpacaran dengan teman kampusnya atau wanita seusianya. Kalau mereka memang berjodoh, mereka pasti akan menikah, tetapi bila tidak, ya memang bukan jodohnya."


" Papa mengerti. Apakah Laras akan membicarakannya dengan Bram ?."


" Ya, karena Laras tidak mau Bram harus sembunyi dan bersikap tidak jujur."


" Walaupun sayang sekali bila mereka tidak berjodoh, tapi kita harus menghormati keputusan Laras," Kata Dirga.


" Apakah kamu akan berangkat sekarang ?."


" He eh, Syafira sebentar lagi sampai, aku dan Laras akan menunggu di lobby saja."


" Pakai ini untuk kalian berbelanja." ujar Dirga menyerahkan kartu ATM dan credit card.


" Pin nya ?,"


" Tanggal pertama kita bertemu. Kalau kamu menganggap aku spesial, kamu pasti mengingatnya."jawab Dirga membuat Indah terkejut.


" Tanggal kita bertemu ?, maksudmu ?,"


" Kamu adalah wanita spesial bagiku Indah. Pertama kalinya aku melihat seorang wanita yang berani menatapku dan bersumpah untuk menjadikan diriku sebagai miliknya, padahal aku yakin kamu belum kenal diriku." jawab Dirga tertawa kecil.


" Waktu itu aku seperti wanita tidak punya malu ya Mas. Bersumpah menjadi isteri seorang suami dari wanita lain. Semoga Laras tidak seperti diriku."


" Kamu sekarang adalah wanita yang mempunyai pendirian yang kuat dan selalu menjaga kehormatan seorang wanita. Maka yang dilihat Laras adalah dirimu yang sekarang ," bisik Dirga lembut.


" Ya aku berusaha agar Laras bangga memiliki diriku sebagai Mama nya." jawab Indah.


" Baiklah, aku akan turun kebawah. Mas mau tetap dikamar atau kita bareng turun kebawah nya ?."


" Kita bersama-sama ke lobby nya," jawab Dirga .

__ADS_1


__ADS_2