Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 47.


__ADS_3

Laras dan Bram menikmati makan siang bersama pada tempat yang berbeda.


"Yang hari ini kamu sudah masuk sekolah?," tanya Bram memandang Laras yang belum selesai dengan isi piringnya.


"Belum, aku tadi ambil jadwal untuk besok," jawab Laras.


"Berarti besok udah mulai masuk sekolah?, lalu berangkat dengan siapa?," tanya Bram lagi, karena ia tahu Laras seringkali memilih angkutan umum saat berangkat sekolah terutama ketika masih ada waktu dan tidak terburu-buru.


"Menurut Mama aku akan di antar Pak Didi, soalnya sebelum jam 7 sudah harus sampai di sekolah."


"Pagi sekali?, bukannya kegiatan baru dimulai jam 7.30?," tanya Bram heran.


"Ya memang, tapi kan biar tidak terlalu capek karena buru-buru."


"Menurutmu ada kemungkinan siswi yang julid atau yang macam-macam sama siswa baru ga?," tanya Bram ingin tahu.


"Aku rasa pasti ada lah, asal jangan aku aja yang diganggu." jawab Laras tertawa begitu juga dengan Bram yang mengetahui seperti apa watak dan sifat tunangannya.


"Ya, kalau mereka cari gara-gara denganmu berarti dia apes," jawab Bram tertawa.

__ADS_1


"Eh Bram, lihat aku habisin isi piringku loh, kamu mau kasih aku hadiah apa?," tanya Laras saat menyadari ia menghabiskan makanan dipiring nya.


"Kamu mau hadiah apa?," tanya Bram menantang Laras.


"Terserah...," jawabnya tersenyum.


"Oke, aku akan mengirimkan hadiah untukmu segera. Oh ya, besok sampai 5 hari kedepan aku tidak bisa menghubungi mu karena aku akan mewakili Papa melakukan kunjungan kerjasama dengan perusahaan dari luar."


"Oke, kamu hati-hati ya. Jangan lupa untuk jaga diri dan hati," kata Laras dengan wajah geli membuat Bram cemberut.


"Terima kasih untuk doa nya sayang, kalau dekat udah habis kamu," kata Bram dengan suara pelan.


"Bram kamu bicara apa?, aku tidak mendengar nya," kata Laras ingin tahu.


"Oke, bye," ucap Laras menutup pembicaraan mereka.


Laras sedang mencuci piring bekas ia makan ketika Indah mendekatinya.


"Bagaimana kabarnya Bram?," tanya Indah sambil mengambil gelas dan botol minuman.

__ADS_1


"Kabarnya baik Mam. Besok ia akan mewakili Om Rizal untuk melakukan kunjungan kerjasama dengan pihak asing," beritahu Laras pada Indah.


"Bram hebat. Dalam waktu kurang dari sebulan ia sudah mendapatkan kepercayaan dari perusahaan asing untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan keluarga nya. Mama harap kamu juga bisa belajar bagaimana menjalankan sebuah perusahaan dan kamu bisa memulainya di perusahaan Mama, karena semuanya harus dimulai dari bawah. Bagaimana kamu mau belajar?," ucap Indah berharap putrinya mau belajar.


"Baiklah Mam, aku akan mulai belajar dan menggunakan waktu luang ku dengan baik. Karena aku merasa malu, Mama masih saja bekerja padahal Papa sudah meminta Mama mengurangi waktunya diluar."


"Kamu lupa kalau Mama sudah banyak mengurangi waktu Mama. Apa kamu tidak lihat badan Mama sudah seperti ini karena kebanyakan dirumah?," kata Indah tertawa.


"Mama tetap langsing kok, aku malah heran biasanya wanita yang baru melahirkan biasanya lama menjadi langsing lagi, tapi Mama hampir tidak berubah sama sekali."


"Benar Mba, Mba itu tetap langsing beda denganku yang susah sekali menjadi langsing dan memiliki body seksi," kata Desi yang kini ikut bergabung di dapur sambil menggendong Danish yang rupanya terbangun.


"Mba, semuanya kan sudah selesai, aku pamit dulu ya, salam sama Mas Dirga."


"Iya, nanti aku sampaikan."


"Lalu kapan kamu mau kekantor sayang?," tanya Desi pada Laras karena ia tadi sempat mendengar bahwa Laras mau belajar bekerja dan dia akan memulainya di perusahaan mereka.


"Aku akan memulainya secepatnya Tante."

__ADS_1


"Baiklah, Tante tunggu ya. Tante pamit dulu ya, bye."


"Bye bye Tante."


__ADS_2