
Bram masih asik didepan tv menyaksikan balap motor GP yang menjadi salah satu acara favorit nya.
" Bram, ini bukunya. PR nya udah aku tanda in tuh." kata Laras menyerahkan buku nya didepan Bram.
"Hah, ngapain ngasih ke aku?, ini kan tugas kamu?."
"Ye, tadi kan aku udah bilang kamu yang ngerjain, soalnya aku lagi males mikir. Udah buruan kerja in. Ntar keburu malam kamu alasan mau pulang lagi."
"Dih, yang sekolah siapa yang punya PR siapa kenapa mesti aku yang ngerjain." kata Bram menolak.
"Bram..., memangnya kamu mau ya kalau aku besok dihukum karena belum ngerjain PR?," kata Laras dengan suara memelas membuat Bram tertawa.
"Ga pantes tau, cewek galak kaya kamu melas begitu. Mau tahu kaya apa?," ledek Bram membuat Laras menatapnya kesal.
"Gak, Bram jelek."
"Biar, jelek-jelek gini juga tunangan kamu kok." jawabnya sambil duduk bersila, berharap tidak diganggu lagi.
Dengan wajah kesal Laras mengerjakan tugas sekolahnya dan ia tahu beberapa kali Bram melirik nya dengan senyum geli.
"Dah selesai?, coba aku lihat."
"Emangnya bisa?, aaah, aku baru tahu kamu ga mau ngerjain karna ga bisa kan?, ayo jawab!."
"Sok tahu. Aku cuma mau kamu harus bertanggung jawab dengan tugas kamu, jangan pernah menyerah dengan alasan apapun," tegur Bram membuat Laras nyengir.
" Bentar ya aku mau nyimpen buku dulu," kata Laras berjalan kearah kamarnya.
Laras sedang merapikan tasnya dan menyiapkan buku untuk pelajaran besok ketika pintu kamarnya diketuk.
" Ras, Laras..., aku numpang ke toilet dong," kata Bram dari luar.
" Kayanya toilet dibawah bersih deh," kata Laras.
"Tapi aku kan maunya ke toilet yang ada dikamar kamu."
__ADS_1
"Dasar ganjen, ya udah masuk." ucap Laras dan ia kembali merapikan bukunya, sementara Bram ke toilet yang berada dikamar nya..
Laras menatap handphonenya dan merasa heran kenapa Mama nya belum juga pulang.
" Telepon aja, kalau mau tau Mama udah sampe mana," kata Bram berjalan kearahnya.
"He eh, ayo ah keluar, takut kamu khilaf," kata Laras asal membuat Bram menarik rambutnya.
"Kalau aku mau khilaf mah udah dari tadi, atau kamu mau aku khilaf ya?," kata Bram.
" Iiih, sembarangan."
"Ras, kamu belum pernah pacaran kan?, mau tahu gak gimana gaya pacaran mahasiswa?."
"Gak, anak SMP aja parah, gimana anak kuliahan."
"Memangnya kamu tahu gimana anak SMP pacaran?."
"Tahu, aku pernah ngeliat anak SMP pacaran didalam mobil."
" Udah diem dulu, aku lagi telepon Mama," kata Laras yang sedang menelepon Indah.
"Halo Mam, sudah dimana?, masih lama ga?."
"Mama sama Papa sudah arah pulang. Kamu mau dibelikan apa ?."
"Hemm, aku mau es cream aja Mam."
Saat Laras sedang menelepon Bram ikut berbicara hingga Laras lupa kalau ia sedang menelepon Indah.
"Hah apaan?,"
"Beliin burger sama salad sekalian."
"ga jelas. ooh, burger heh bukannya kamu udah makan tadi?.
__ADS_1
" Laras, kamu jadinya mau apaan?."
" Es cream, burger sama salad buah Mam."
"Banyak sekali?."
"Biasa Mam ini ada yang kelaparan. Padahal tadi sudah makan?."
"Siapa?, kamu masih bersama Raisya?, apa Mama nya tidak mencarinya?."
"Bukan Mam, ini anak kuliahan yang kemarin pinjam motor Mama tapi lupa kembali in."
"Ooh. Hah kapan Bram sampai?."
"Dari tadi. Memangnya waktu Laras bilang mau kerumah Om Abi Mama ga dengar kalau Laras ke sana nya sama Bram?."
"Ya Mama sepertinya memang tidak begitu jelas mendengar nya. Ya sudah Mama mampir sebentar, tanya Bram dia mau tidak kalau burgernya diganti Pizza?."
" Katanya Mau Mam."
" Ya sudah tunggu kami pulang ya, jangan macam-macam.
"Iya Mam."
Indah sudah menutup teleponnya dan ia menatap Dirga yang bertanya melalui matanya.
"Bram ada dirumah, kata Laras dia mengembalikan motor yang kemarin dipakainya."
"Sudah lama?."
"Sejak aku sampai di hotel tadi."
" Apakah kamu khawatir mereka berada dirumah berdua?."
"Aku percaya mereka tidak akan melakukan yang akan membuat malu keluarga," jawab Indah sambil membuka aplikasi cctv dirumahnya.
__ADS_1
" Lihatlah mereka tidak melakukan apa-apa." kata Indah memberitahu Dirga tentang keadaan dirumah.