Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 68


__ADS_3

"La ..., Laras..." terdengar suara Indah memanggil Laras dari depan karena sejak tadi Laras belum juga keluar dari kamarnya, sementara waktu terus berjalan dan bukannya berhenti ditempat.


"Laras... bisa cepat tidak? sudah siang nih! nanti kita bisa terlambat," tegur Indah mengingat kan.


"Iya Mam, ini aku udah siap kok?" katanya sambil cengar-cengir.


"Ga usah senyum-senyum seperti itu. Ayo cepat masuk kedalam mobil." ujar Indah tidak sabar.


"Mama udah titip pesan dengan Mba Sri?" tanya Laras mengingatkan.


"Sudah Kak, ibu sudah titip pesan semuanya ke saya," jawab Mba Sri sambil menyerahkan botol minuman yang diminta Indah tadi. "Ini Bu"


"Danish sama Mama ya dibelakang, Kaka duduk didepan!" katanya pada Laras dan Danish yang sudah semakin besar diusianya yang sudah memasuki 3 tahun.


Sepanjang perjalanan, Indah memberikan jawaban atas pertanyaan yang diucapkan oleh Danish Dan hal tersebut selalu terjadi setiap kali mereka keluar rumah. Sementara itu Laras sibuk dengan handphone ditangannya.


"Kamu sedang apa Kak?" tanya Indah ingin tahu, karena sejak tadi ia melihat Laras sering terlihat senyum-senyum sendiri.


"Biasa Mam..., temen-temen pada kepo semua," jawabnya.


"Memangnya teman Kaka udah tahu kalau kamu sudah punya tunangan?"


"Sudah. Makanya mereka pada sibuk goda in. Nanti kita menginap dimana Mam?"


"Mama belum tahu. Nanti karyawan Papa yang akan menjemput kita di bandara dan langsung mengantarkan ke hotel," jawab Indah.

__ADS_1


"Ooh."


"Ka, selama ini kan berhubungan dengan Bram melalui Videocall, mau ketemu langsung gini rasanya gimana?" tanya Indah ingin tahu.


"Nervous berat," jawab Laras tertawa geli.


Jawaban Laras yang diikuti dengan suara tawanya membuat Indah mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti.


"Kok bisa?"


"Bisa aja Mam. Aku kan ga tau bagaimana reaksi dia. Selama ini dia itu menganggap aku sebagai anak perempuan yang manja dan ga mau makan kalau tidak disuapi Mama. Jadi aku benar-benar gugup. Apa dia tetap suka denganku yang sudah berubah atau gimana."


"Kak. Semua orang pasti ingin perubahan yang positif. Dan ga mungkin kita berada di tempat. Menurut Mama, Bram pasti sangat bahagia karena dia akan memiliki seorang pendamping hidup yang selalu ingin berubah kearah positif."


Mobil yang dikendarai oleh Didi akhirnya tiba di bandara dan langsung menepi di pemberhentian khusus untuk menurunkan penumpang di area keberangkatan.


"Semuanya di periksa ya La, jangan sampai ada yang tertinggal!" ujar Indah mengingat kan.


"Siap Bos," jawab Laras.


"Semuanya sudah dikeluarkan Bu, sudah tidak ada barang lagi di mobil," beritahu Didi pada Indah.


"Baiklah. Terima kasih ya. Nanti saya akan telepon kalau kembali ke Jakarta," kata Indah sambil menggandeng tangan Danish.


"Iya Bu. Kalau begitu saya permisi dulu!"

__ADS_1


"Ya silahkan!"


Dengan wajah gembira dan bahagia karena akan bertemu dengan orang yang disayangi sekaligus akan berlibur membuat wajah Indah, Laras bahkan Danish terlihat begitu ceria dan bersinar dengan kebahagiaan.


Bandara Soekarno-Hatta terlihat begitu ramah kemungkinan karena hari ini orang-orang ingin menikmati liburan bersama keluarga atau orang terkasih mereka. Dan diruang tunggu juga terlihat sudah mulai ramah yang sesuai dengan penerbangan di rute dan jadwal penerbangan yang sama dengan mereka.


"Mam, Danish mau pipis!" kata Danish berbisik pada Indah.


"Ayo, Kaka antar," kata Laras yang langsung menggandeng tangan adiknya untuk pergi ke toilet.


Indah menatap penuh rasa bangga pada kedua anaknya, dia bersyukur karena mempunyai anak-anak yang sehat dan tidak kekurangan kasih sayang dari ayah mereka, tidak seperti saat Laras masih kecil.


"Sudah selesai? kok lama?" tanya Indah ketika Laras dan Danish sudah kembali sambil membawa makanan ringan ditangan putranya yang kecil.


"Danish udah mulai suka melirik makanan Mam. Begitu keluar dari toilet ia lihat ada yang jual makanan langsung minta," kata Laras tertawa.


"Bener jagoan Mama udah mulai suka jajan?" tanya Indah yang dijawab Danish dengan tawa nya yang menggemaskan.


Suara panggilan untuk para penumpang sudah terdengar dari pengeras suara yang berisi pemberitahuan bahwa para penumpang sudah bisa memasuki pesawat sesuai dengan maskapai penerbangan mereka.


"Ayo Kak!" kata Indah sambil menggandeng Danish.


"Hmm."


Bersama dengan penumpang lainnya mereka mulai berjalan untuk memasuki pesawat salah satu Maskapai penerbangan milik BUMN. Setelah pengarahan dari crew pesawat tentang panduan keselamatan, pesawat mulai berjalan dan akhirnya take off meninggalkan landasan pesawat.

__ADS_1


__ADS_2