
" Gila, cape banget ," kata Nining saat mereka berada dikamar ganti.
" Tapi kamu hebat Ning, bisa jauh jaraknya ," kata Anisa.
" Tapi ga sejauh Laras. Heran aku tuh anak badannya enak bener waktu melayang. Ras, kamu makan apa sih ?," tanya Nining.
" Makan kerupuk dengan segala macam varian rasanya," jawab Laras tertawa.
" Tyas, kamu suka makan kerupuk tidak ?, kalau mau nanti aku belikan. Heran aku kok ada ya orang tua yang ngasih makan anaknya cuma kerupuk aja." kata Desi pada Tyas.
" Eh, Tante aku mau makan kerupuk atau engga terserah aku lah."
" Enak aja manggil Tante. Sejak kapan aku pacaran sama Om kamu ?."
" Sejak aku berumur 2 tahun, Soalnya nama isteri nya Desi." jawab Laras membuat mereka tertawa geli.
" Dasar recehan kamu." ucap Desi marah.
" Bener banget Des, jangan-jangan dia mau cerita hanya makan kerupuk jadi viral lagi, supaya ga jadi recehan lagi. Tapi sekarang keluarganya yang jadi berita. Kasihan banget aku sama yang kemarin,"
" Iya, aku kasihan sama Amora, sampai dipanggil pihak sekolah. Kayanya alasan dia kasih klarifikasi cuma untuk kepentingannya deh."
" Heh, kalau ngomong jangan sembarangan ya!," tegur Dinar.
" Sembarangan, coba tanya sama temen kamu itu, dia yang sengaja bikin Amora marah dan nyuruh temannya."
" Jadi kamu ada di sana, dan merekamnya ?, jahat kamu ya. Kamu tega posting sama orang yang ga salah sama kamu." ucap Laras tajam.
" Iin, posting, ga level... aku cuma kirim ke beberapa temen, mungkin mereka yang posting. Kamu pikir disekolah ini banyak yang suka sama kamu dan Amora ?," tanya Tyas sambil tertawa.
" Gila..., tuh anak kenapa jadi jahat gitu ya ?, apa dia pernah di kerjain Amora ?." tanya Laras pada temannya.
__ADS_1
" Kemarin belum, mungkin hari ini atau besok dia akan tahu rasanya gimana ," kata Amora cs dari balik pintu membuat mereka semua terkejut.
" Hah, sejak kapan ada disitu ?." tanya Laras setelah hilang kagetnya.
" Sejak tadi," jawab Amora berjalan keluar melewati mereka.
" Kira-kira apa yang terjadi ya sama Tyas ?." tanya Raisya.
" Ga tau, salah sendiri cari masalah. Ayo ah ke kantin, haus nih ." ajak Nining.
Mereka menuju kantin, setelah menyimpan pakaian olah raga mereka dikelas.
Sementara itu Dirga sedang berada dikantornya dan menerima laporan keuangan dari Andri.
" Apakah sebesar ini pengeluaran Zenia, yang diambil dari dana pribadiku ?." tanya Dirga.
" Benar Tuan. Itulah sebabnya dana pribadi yang diterima Tuan berkurang."
" Sebagian besar untuk biaya perawatan di klinik kecantikan dan rumah sakit Tuan. Maaf Tuan, saya tidak melaporkan karena Tuan pernah mengatakan kalau masih 25% dari pemasukan dana pribadi abaikan saja."
" Benar, tapi kalau digunakan untuk kebutuhan seperti ini untuk apa ?."
" Maaf, mungkin untuk menjaga agar tetap terlihat cantik Tuan," ucap Andri pelan.
" Apakah kamu mau bercinta dengan wanita yang dibungkus plastik atau kulit asli ?."
" Maaf Tuan, saya telah lancang. Untuk bulan ini pengeluaran Zenia dibatasi hanya 5%. Sekarang kamu ikut aku untuk melihat pembangunan resort kawasan pantai yang berada di daerah Bekasi !."
" Baik Tuan."
Dirga dan Andri meninggalkan kantor dan menuju daerah pesisir di Bekasi yang masih belum banyak dikenal oleh masyarakat sebagai tempat wisata yang cukup menarik.
__ADS_1
" Apakah kamu pernah tertarik pada Bu Indah ?." tanya Dirga tiba-tiba.
" Secara jujur, saya tertarik pada Bu Indah karena beliau wanita yang sangat tegas dan disiplin dalam pekerjaannya Tuan, hanya sebatas itu saja."
" Kamu sudah mempunyai kekasih ?."
" Insya Allah, 2 bulan lagi saya akan menikah dengan teman kuliah saya dulu."
" Ooh."
Dirga menatap handphonenya dan dia berencana untuk menghubungi Indah, entah mengapa ia merasa selalu rindu dan ingin berdekatan dengan isterinya itu. Dan ia pun segera menelepon Indah.
" Halo, sedang berada dimana ?." tanya Dirga ketika sudah tersambung.
" Aku sedang bersama Desi di daerah Bekasi."
" Bekasi mana ?, aku dan Andri juga sedang menuju ke Bekasi."
" Oh, kami berada di resort milik Mas Dirga, untuk menentukan interior yang cocok," jawab Indah.
" Baiklah, kita akan bertemu di sana ."
Dirga menutup teleponnya dan bertanya pada Andri yang mengemudikan mobilnya.
" Jadi perusahaan memakai jasa perusahaan milik Indah."
" Benar Tuan, dan sudah disetujui sejak awal perencanaan. Sebenarnya sebagian kita memakai jasa Bu Indah dan Bu Desi untuk resort dan hotel yang kita bangun karena keahlian mereka sudah tidak diragukan lagi."
" Ya aku mengerti." jawab Dirga .
" Kemana aku selama ini, aku bahkan tidak tahu apa yang dilakukan mereka. Zenia sibuk dengan perawatan kecantikan tanpa memperdulikan masa depan putrinya sementara Indah begitu bersemangat bekerja untuk bekal putrinya. Dimana aku sebagai suami. Aku harus lebih baik untuk mereka. Kalau Zenia tidak menerima agar ia fokus pada Amora maka aku akan bersikap tegas," ucap Dirga dalam hati.
__ADS_1