
Hari sudah mulai gelap ketika mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, setelah sebelumnya mereka meninggalkan Bandara Internasional Changi Singapura.
" Mam, kita cari makanan dulu ya sebelum pulang ." ucap Laras pada Indah.
" Hmmm, mau cari roti atau makanan lainnya ?,"
" Roti aja Mam."
" Atau Laras mau, nanti kita cari restoran ?," ucap Dirga pada putrinya.
" Ga usah Pap, atau kita cari pizza aja Mam !."
" Ya, nanti kita cari ya, ga beli kan ?," goda Indah membuat Laras manyun.
Masih berada dalam kawasan bandara Soetta mereka memasuki restoran Pizza Hut yang berada di terminal 2f.
Dirga tersenyum melihat Laras begitu bersemangat memesan yang dia inginkan.
" Papa sama Mama mau pesan apa ?," tanya Laras.
" Mama ikut apa yang kamu pesan aja, kalau Papa ?,"
" Sama spt Mama, hanya untuk minum Papa pesan lemon sorbet Syrup leci."
" Hemm, Mama pesan minuman nya apa ?,"
" Air mineral saja," jawab Indah.
" Oke."
Setelah memesan, Laras menerima mangkuk tempat salad dan ia segera berdiri dan mengambil salad sesuai yang diinginkannya.
" Ini Mam ." katanya sambil memberikan mangkuk berisi salad pada Indah.
" Mengapa tidak memesan 2 porsi saja ?," tanya Dirga tidak mengerti.
" Sayang Pap, soalnya ga mungkin habis kalau sendiri " jawab Laras.
__ADS_1
" Papa coba deh, enak kok dimakan bersama seperti ini ," kata Laras menawarkan Dirga untuk makan bersama-sama.
" Lalu wadah yang satu lagi buat apa ?," tanya Dirga karna masih ada satu tempat yang dibiarkan kosong oleh Laras.
" Buat itu ?," jawab Laras sambil menunjuk es cream dengan bermacam-macam toping membuat Dirga geleng kepala.
" Kamu serius bisa memakan semuanya ?," tanya Dirga lagi.
" Laras itu, untuk makanan seperti ini dia mampu makan banyak, tapi untuk nasi.., selalu bikin emosi." jawab Indah ketika pesanan putrinya mulai berdatangan.
Dirga melihat Laras menikmati makanan kesukaan nya dengan semangat.
" Pelan-pelan makannya Laras !." tegur Indah.
Setelah cukup lama berada di restoran, akhirnya mereka selesai dan melanjutkan perjalanan menuju rumah mereka.
" Besok kamu ada tugas ga ?," tanya Indah.
" Ga Mam."
" Pr atau yang lainnya ?,"
" Kalau hari Senin berangkat sekolah lebih pagi atau seperti biasanya ?," tanya Dirga.
" Lebih pagi Pap, karena ada upacara bendera." jawab Laras.
" Kamu sedang apa sih ?," tanya Indah saat Laras tertawa.
" Lagi ngechat sama Raisya Mam."
" Lalu ?,"
" Ya biasa Mam, katanya hari Sabtu kemarin waktu ekskul ada kejadian yang bikin emosi jiwa."
" Oh ya ? , apa itu ?."
" Ada anak baru yang baru bergabung di ekskul menari, nah dia ga tau kalau ekskul tersebut khusus tarian tradisional. Jadi ya dia marah-marah ga jelas."
__ADS_1
" Bagaimana dengan pihak sekolah ?."
" Ya ga masalah, dia disuruh bergabung saja sama ekskul tari kreasi modern. Sepertinya dia kurang update." ucap Laras tertawa geli.
" Kamu sendiri, ikut ekskul apa disekolah ?,"
" Aku ikut karate. Sebenarnya sih males, tapi karena diharuskan ya ikutin aja."
" Bukankah kamu sudah ikut karate dengan Om Abi ?,"
" Ya sudah. Makanya aku hanya untuk menambah nilai saja."
" Apakah Papa besok akan menemui Amora ?,"
" Papa belum tahu, karena Papa masih ada kesibukan lain. Ada apa ?."
" Cuma nanya aja sih." jawab Laras.
Tidak berapa lama mobil yang membawa mereka tiba dirumah yang menjadi tempat tinggal Indah dan Laras selama ini.
Terlihat lampu rumah menyala dan pintu pagar tidak terkunci.
" Apakah ada orang dirumah ?," tanya Dirga.
" Iya. Mama tadi kirim pesan sama Mba Sri, kalau kita pulang hari ini." jawab Indah membuat Laras nyengir.
" Mam, aku langsung masuk kamar ya ?," ucap Laras.
" Ya, tapi jangan lupa bersihkan badanmu lebih dulu."
" Mba Sri, terima kasih ya. Mba Sri diantar siapa ?,"
" Saya naik ojek didepan Bu."
" Ya sudah, hati-hati, ini untuk bayar ojek nya Mba."
" Terima kasih Bu. Saya permisi dulu Bu, Tuan."
__ADS_1
" Ya, hati-hati"