Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 92


__ADS_3

Dirga menatap Indah sepanjang mereka menikmati makan siang hingga Indah menatapnya heran.


"Ada apa?" tanya Indah.


"Tidak. Aku selalu menyukai dan mencintai mu yang apa adanya. Terima kasih." katanya dengan menggenggam tangan wanita yang menjadi istrinya.


"Terima kasih juga karena sudah bersedia menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak kita,' jawab Indah membawa tangan Dirga ke pipinya.


Mereka adalah pasangan yang bahagia dengan anak-anak mereka dan tidak terasa perkawinan mereka sudah memasuki usia 16 tahun. Sementara usia Laras sendiri memasuki akhir 14 tahun.


"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Indah setelah pelayan membawa makanan penutup.


"Soal?"


"Kenapa tiba-tiba Papa seperti ini? bukan bermaksud merayu Mama karena menginginkan sesuatu kan?" tanya Indah curiga.


"Hahaha... kalaupun ada yang papa inginkan, papa yakin Mama juga akan menikmati nya," jawab Dirga dengan mata diselimuti kabut.


"Dan papa mengatakannya di restoran yang berada di atas kantor Papa?" tanya Indah geli.

__ADS_1


"Mengapa tidak. Kita adalah suami istri yang sah. Tidak masalah bukan?"


"Tentu saja tidak karena kantor papa sendiri adalah bagian dari hotel Dirga Wishes," jawab Indah tertawa.


"Lalu?"


"Lalu ... Mama akan mengikuti dan menurut apa yang akan papa lakukan," jawab Indah menjawab tantangan Dirga.


"Aku menyukainya saat Mama mengatakan itu," jawab Dirga yang langsung memanggil pelayan untuk meminta bil.


Dirga segera membawa Indah memasuki kamar yang merupakan suite pribadinya.


Dirga dan Indah sudah seperti pasangan yang sudah lama tidak bertemu dan mengenal tubuh pasangannya. Dengan sikap Dirga yang sangat terburu-buru dan tidak sabaran membuat Indah tertawa dan berpikir apakah Dirga melakukan nya karena puber kedua? Dan Indah berharap wanita yang selalu diinginkan suaminya adalah dirinya.


Indah memeluk erat tubuh Dirga yang berada di atasnya dengan wajahnya yang berkabut asmara karena apa yang dilakukan oleh Dirga belum selesai.


"Jangan bergerak sayang... Aku tidak dapat ...." ucapan Dirga tidak dapat diteruskan karena Indah yang bergerak menggoda hingga Dirga kembali memompa dirinya untuk berpacu menyelesaikan apa yang sudah di mulainya.


Sekali lagi Dirga menjatuhkan tubuhnya, tetapi kali ini ia berguling ke sisi Indah dengan membawa tubuh wanita yang dicintainya di dalam pelukannya.

__ADS_1


Lama mereka dalam posisi seperti itu sampai Indah berusaha bangun dan melepaskan tangan Dirga yang menahan tubuhnya.


"Mau kemana?" tanya Dirga dengan suara mengantuk.


"Kamar mandi," jawab Indah yang berjalan tanpa merasa malu dengan tubuhnya yang polos.


Dirga tertawa melihat langkah Indah yang seperti memprovokasi dirinya dan sudah dapat di tebak Dirga segera menyusul isterinya ke kamar mandi.


Setelah semuanya selesai Indah menatap dirinya di cermin dengan wajah bahagia saat dia menyelesaikan berdandan. Sementara Dirga sedang memakai dasi nya.


"Aku tidak mengira kalau kita bisa melakukan nya di hotel, dan pada siang hari pula. Apa yang dipikirkan oleh Laras dan Bram kalau mengetahui apa yang kita lakukan," ucap Indah dengan senyum geli.


"Mereka akan berpikir bahwa usia bukanlah halangan untuk memberikan kepuasan pada pasangannya," jawab Dirga menyentuh bibir Indah dengan jarinya.


"Mama tidak keberatan bukan kalau kita melakukan nya bukan di rumah?" tanya Dirga memeluk tubuh Indah dengan erat.


"Tidak. Mama tidak keberatan kita mencari tempat yang berbeda. Apalagi pada siang hari," jawab Indah menyembunyikan wajahnya di dada Dirga.


"Terima kasih sayang. Bagaimana kalau dari sini kita berbelanja untuk Laras?" tanya Dirga saat mereka sudah keluar dari suite pribadi Dirga.

__ADS_1


"Papa tidak kembali ke kantor?" tanya Indah menaikkan sebelah alisnya.


"Tidak. Papa sudah menyerahkan tugas hari ini pada Ardy. Karena hari ini Papa hanya ingin bersenang-senang dengan Mama. Lupakan sejenak kalau ada kita sudah mempunyai dua orang anak yang sudah menjadi gadis remaja," jawab Dirga tertawa.


__ADS_2