Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 28.


__ADS_3

Setelah membeli bermacam-macam barang dan berjalan-jalan disekitar Orchard Road, akhirnya acara berbelanja selesai dan kini mereka sudah kembali berada di hotel .


" Kami mohon maaf tidak bisa mengantar kalian ke bandara, Laras, Mama harap kamu jangan pernah mempunyai pikiran untuk meminta Bram menjalin hubungan dengan wanita lain, kami semua tidak akan membiarkannya terjadi. Dan bila kamu memaksakan kehendak mu, maka kami akan segera menikahkan kalian berdua. Apa kamu mengerti ?."


" Ya Mam, aku mengerti ." jawab Laras pelan.


" Indah, walaupun kamu pasti akan menjaga putrimu, aku berharap kamu bersedia menjaga hati dan mata menantuku agar dia tidak terpikat oleh pria lain." ucap Syafira pada Indah.


" Tentu aku akan berusaha menjaganya." jawab Indah.


" Kami permisi dulu, selamat petang ," ucap Syafira diikuti dengan Bram.


" Ternyata Tante Syafira seperti Mama ya, agak galak tapi sangat baik." ucap Laras tersenyum.


" Semua orang tua pasti seperti itu. Hayu kita berkemas." ucap Indah.


Mereka baru saja akan masuk ke dalam lift ketika Michael memanggil .


" Nyonya Indah...,-


" Ya, ada apa ?."


" Maaf Nyonya, Anda berdua ditunggu oleh Tuan Sasono di restoran." ucap Michael menyampaikan pesan Dirga.


" Ooh, terima kasih." jawab Indah.


Indah dan Laras melangkah masuk ke restoran dan ia mencari sosok Dirga.


" Mam, itu Papa dan ia bersama seseorang ," kata Laras pelan.


" Benar. Ayo kita ke sana !."


Mereka menghampiri Dirga dan tanpa disadari oleh Indah, Laras memperhatikan wajah Indah yang berubah dingin meskipun mulutnya tersenyum.


" Apakah wanita itu yang menyebabkan wajah Mama berubah ?," tanya Laras dalam hati.


" Permisi, apakah kami mengganggu ?," tanya Indah pada Dirga dan Naina, wanita cantik yang pernah menjadi sekretaris Dirga dan juga salah seorang isteri nya.


" Oh, kemari lah, bagaimana acara shopping nya ?," tanya Dirga dan ia tersenyum melihat wajah Indah yang dingin dengan bibirnya tersenyum manis.

__ADS_1


" Menyenangkan. Apakah kalian sudah makan ?,"tanya Indah.


" Aku sudah, tapi Pak Dirga belum, beliau menunggu kalian." jawab Naina ramah.


" Sayang, Naina adalah salah seorang direktur di perusahaan yang aku bangun bersama Rizal, dan dia yang mewakili diriku di Singapura ini," beritahu Dirga.


" Oh, aku tidak menyangka bahwa kamu tinggal di Singapura sekarang ."


" Ya, aku tinggal di Singapura baru 3 tahun, dan 2 tahun terakhir aku tinggal di Jogja meneruskan kuliah sampai akhirnya aku bertemu dengan Michael dan menikah dengannya."


" Benarkah ?, selamat ya.."


" Terima kasih. Pak Dirga, Bu Indah aku permisi dulu, karena pekerjaan ku sudah selesai. Karena hari ini akan kembali ke Jakarta aku ucapkan selamat jalan."


" Terima kasih." jawab Indah ramah.


Setelah Naina pergi, mereka memesan makanan.


" Laras, kalian tadi membeli apa ?," tanya Dirga berusaha mencairkan suasana.


" Banyak, oh ya Tante Syafira tadi titip salam ke Papa."


Dirga menatap Indah yang tersenyum manis, tetapi tatapan matanya masih dingin dan tersisa rasa kecewa.


" Selama ini bila aku menemui wanita lain, Indah selalu memandangku dengan dingin, hingga aku begitu hafal dengan sorot mata yang sedingin es tersebut, tetapi aku belum pernah melihat mata Indah terlihat begitu kecewa dan seperti mempunyai rasa di khianati. Apakah itu berarti Indah sudah memiliki cinta yang cukup besar untukku ?," ucap Dirga dalam hati.


" Mas ?, ada apa ?, mengapa memandangku seperti itu ?," tegur Indah.


" Aku menyukainya ketika melihatmu tersenyum." jawab Dirga karena tidak mungkin ia mengatakan yang ada dihatinya didepan putrinya.


" Terima kasih. Dan bila sudah selesai, sebaiknya kita berkemas. Karena ini sudah mulai sore." jawab Indah.


Mereka meninggalkan restoran lalu menuju kamar mereka.


" Laras kamu kemasi tas mu, dan jangan sampai ada yang tertinggal oke !."


" Siap Mam !."


Setelah Laras masuk kedalam kamarnya, Indah dan Dirga pun masuk ke kamar mereka.

__ADS_1


" Apakah kamu marah dan kecewa padaku ?," tanya Dirga sambil memeluk pinggang Indah dari belakang.


" Aku berusaha untuk tidak kecewa atau marah padamu. Tapi kenyataannya aku tidak bisa." jawab Indah pelan.


" Aku minta maaf tidak mengatakannya padamu mengenai Naina."


" Kau tidak perlu mengatakan nya Mas. Aku masih ingat dengan jelas yang mempunyai hak untuk bertanya itu siapa. Aku akan mengemasi barang-barang kita. Bukankah kita akan kembali sore ini ?," ucap Indah berusaha melepaskan diri dari pelukan Dirga.


" Indah, aku tidak akan melepaskan dirimu sampai kamu mengerti. Aku harap kamu mendengarkan penjelasan ku. Disaat aku lebih memilih bersama denganmu, maka aku sudah memutuskan hubungan dengan para wanita lain yang aku nikahi secara agama, dan diantara mereka tidak ada yang memiliki keturunan dariku. Aku bersama Naina hanya 1 tahun lamanya, setelah itu ia menikah dengan orang lain, dan aku baru bertemu dengannya lagi saat ia melamar kerja pada Michael. Mengenai dirinya menjadi wakil perusahaan di Singapura itu karena aku melihat kerjanya yang baik dan saat itu ia sudah menikah dengan Michael dan memiliki putra. Sejujurnya dengan bertemunya kalian ada rasa bahagia dalam hatiku, karena untuk pertama kalinya aku melihat matamu menyimpan rasa kecewa dan sakit hati yang selama ini tidak pernah aku lihat bila aku sedang bersama wanita lain. Apakah kau sudah mencintai dan mempunyai rasa memiliki diriku Indah ?," ujar Dirga pelan.


" Kau tahu dengan jelas diriku. Lalu mengapa kamu masih bertanya ?."


" Karena aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin dirimu mempunyai prasangka yang buruk tentang diriku lagi."


" Aku akan mencintaimu sepenuh hatiku, dan aku berharap kamu bersikap jujur dan mengatakan setiap masalahmu padaku, kalau dirimu menganggap aku isterimu bukan karena surat yang kamu tanda tangani. Kau tahu ucapan mu tentang aku tidak mempunyai hak sama sekali untuk bertanya dan mengetahui tentang dirimu masih sangat jelas dalam ingatanku meskipun sudah lama sekali."


" Aku minta maaf sayang..., aku benar-benar sangat bodoh dan buta saat itu. Aku terlena oleh perhatian dan godaan para wanita dan tidak mampu mengendalikan diriku untuk nafsu sesaat. Maukah kamu memaafkan ku ?, aku berjanji akan berusaha menjadi lebih baik lagi untuk menjadi suami dan juga seorang ayah. Aku akan memberi perhatian lebih pada kalian dan untuk mu aku akan bersikap jujur dan mengatakan setiap masalah yang aku alami. Maukah kamu menerima permintaan maaf dan juga cinta ku Indah ?," ucap Dirga dengan pelukan nya yang begitu erat ditubuh Indah.


" Aku akan menerima permintaan maaf dan juga cintamu Mas. Tapi ingatlah dengan janjimu."


" Terima kasih sayang."


" Kau adalah wanitaku yang sangat pintar mengendalikan diri. Kau tidak ingin terlihat lemah karena orang lain akan memanfaatkan kelemahan mu. Aku mencintaimu sayang," ucap Dirga dalam hati.


" Kenapa Mas tersenyum ?."


" Karena bahagia."


" Sekarang biarkan aku berkemas."


" Aku akan membantumu."


" Kalian tadi membeli apa ?."


" Aku tadi membeli perhiasan ini. Bagus tidak ?."


" Untuk siapa , berpasangan dengan Laras ?."


" Ya, aku membelinya untuk Laras dan Amora. Dan aku minta Mas memberikannya karena kemarin Mas tidak sempat menemui nya. Jangan katakan aku yang membelinya, karena dia tentu sangat bahagia bila mendapat hadiah darimu secara langsung meskipun hanya berupa hadiah kecil."

__ADS_1


" Terima kasih karena sudah memperhatikan nya. Sayang sekali Zenia tidak memiliki sikap dan sifat seperti dirimu."


__ADS_2