
Dirga menatap putrinya dengan rasa bangga karena menyadari dan mengetahui mana yang baik dan tidak. Dengan senyum bangga atas pengertian dan penerimaan Amora, Dirga memegang bahu Amora dan mengelus rambut nya dengan penuh kasih sayang.
"Kalau begitu apa Mora mau tinggal di sini?" tanya Indah pada Amora saat gadis itu melepaskan pelukannya.
Dengan wajah tersenyum Amora menggelengkan kepalanya. "Maafkan Mora Mam. Walupun aku sangat menginginkan tinggal bersama dengan kalian, Aku tidak bisa meninggalkan nenek. Dan aku juga memiliki kererikatan pada peternakan disana. Mama tahu kan kalau aku ingin menjadi seorang Dokter Hewan. Dan tempat yang cocok adalah dengan berada di lingkungan dimana kiita dapat berinteraksi langsung."
"Tapi Amora harus janji kalau kamu harus sering-sering ke sini!" kata Dirga dengan suaranya yang tegas.
"Aku janji. Aku akan datang kesini setiap liburan. Apa papa tidak berangkat kerja?" tanya Amora pada Dirga.
"Ini Papa mau berangkat kerja," jawab Dirga dan Indah segera bangun dari duduknya sambil menggendong Danish.
:Ayo Mora mau ke bawah tidak?" katanya pada Amora,
"Iya Mam." sahut Amora.
Setelah sampai di lantai bawah, Laras menyerahkan Danish pada pengasuhnya sementara Indah menyusul Dirga ke kamar sementara Amora menemani Danish di ruang depan menunggu Dirga yang sedang bersiap-siap ke kantor.
Di kamarnya, Indah melihat Dirga sedang memasang dasi dan Indah segera mengambil alih dan memasangkan dasi di leher Dirga yang tersenyum menatap Indah yang sedang memasangkan dasi di lehernya.
__ADS_1
"Aku sangat mencintai mu dan sangat bahagia karena kamu adalah isteri terbaik bagiku dan juga ibu yang baik bagi anak-anakku. Terima kasih sayang," ucap Dirga sambil melingkarkan lengannya pada pinggang isterinya yang masih tetap ramping meskipun sudah memiliki anak dua.
"Aku juga mencintai mu. Dan aku berharap kamu tetap menjadi papa terbaik buat anak-anak. Dan aku berharap kamu akan menjadi contoh terbaik bagi anak-anak, karena mereka akan melihat seberapa baik papa mereka sehingga mereka akan memiliki kebanggaan tersendiri walaupun mereka tidak mengatakannya secara langsung," ujar Indah dan ia menatap Dirga denga pandangan bangga.
Melihat pandangan Indah, Dirga tidak tahan untuk menyentuh bibir wanita yang sangat dicintainya. hingga beberapa saat lamanya.
"Hari ini Mama jadi ke kantor?" tanya Dirga teringat dengan perbincangan Indah di telepon dengan kakak iparnya.
"Tidak, Hari ini mama ingin mengajak anak-anak ke mall. Boleh kan?"
"Tentu saja boleh. Hanya berempat saja?"
"Ya, papa senang Laras mempunyai teman dekat seperti Dinar. Walaupun kita sebagi orang tua dekat dengan putri kita, tapi ada saatnya dia membutuhkan teman curhatnya." kata Dirga menanggapi pertemanan Laras dengan Dinar,
Dirga keluar dari kamar sambil menggandeng lengan Indah yang membawa tas kerjanya.
"Sayang, papa berangkat kerja dulu ya. Hari ini kalau kamu keberatan untuk ke kantor papa, tidak apa-apa. Tetapi lainkali, papa harap kamu mau datang dan mempelajarinya dari hal terkecil." kata Dirga pada Amora yang sedang berada di teras bersama dengan Danish dan pengasuhnya.
"Terima kasih Pap. Kalau aku memang ingin menjadi wanita karier yang terjun di bidang bisnis aku akan datang pada papa. Tapi aku tidak bisa katakan kapan waktunya," jawab Amora.
__ADS_1
"Baiklah, Dan hari ini sebelum kamu kembali ke sekolah, Mama akan mengajakmu ke mall. Dan mungkin akan menjemput Laras dulu di sekolah. Kamu mau ikut kan?" kata Dirga lagi.
"Tentu Pap. Aku pasti akan ikut, Bagaimana pun sudah lama sekali aku tidak pergi ke mall di Jakarta," jawab Amora dengan wajah bersemangat.
Setelah Dirga berangkat kerja, mereka segera masuk ke dalam kembali.
"Mora, kamu pernah masalk tidak sebelumnya?" tanya Indah yang berjalan menuju dapur.
"Aku belum pernah masak Mam. Meskipun hanya sekedar masak air saja," jawab Amora dengan malu-malu.
"Mau bantu mama memasak?" tanya Indah.
"Mau Mam." katanya sambil mengikuti Indah ke dapur.
Sementara di sekolah Laras dan Dinar sedang mengikuti pelajaran dan Arya sesekali mengganggu Dinar. Entah kenapa hari ini Arya bergitu bersemangat mengganggu Dinar sementara yang lainnya hanya tertawa melihat cara Arya menggoda Dinar tidak perduli guru yang sedang mengajar di depan.
"Arya. Apakah bisa memperhatikan ibu? atau kamu mau di depan menggantikan ibu selama 1 jam pelajaran?" tanya Bu Ida guru Fisika pada Arya yang tidak bisa diam.
"Maaf Bu. Saya masih jadi siswa, dan belum mendapat sertivicate dan ijazah mengajar," jawab Arya membuat yang lain tertawa.
__ADS_1
"Kamu berisik dan ganggu jam pelajaran lagi, berhadapan denganku!" kata Laras pelan ketika Arya melihat ke arahnya sehingga Arya hanya nyengir dan mengangkat dua jari tangannya sebagai tanda tidak akan buat ribut lagi.