
Indah memandang Meta dan Almer yang pergi dengan cepat meninggalkan mereka dengan pandangan geli.
"Apakah kalian mengenal mereka?, " tanya Indah.
"Mereka adalah kakak kelas disekolah," jawab Laras setelah ia menghentikan tawanya.
"Sepertinya yang cowok suka sama kamu La?," goda Indah membuat Laras tertawa.
"Bener Tante, tapi Almer sepertinya ga tau kalau cewek yang disukanya udah punya cowok yang lebih darinya," jawab Dinar membuat Indah tertawa.
"Memangnya siapa cowoknya Laras?," goda Indah membuat Dinar tertawa malu.
"Dinar udah tahu siapa Bram Mam, karena tadi pagi waktu Bram vc ada Dinar."
"Oh. Kalian cepat habiskan makanannya. Sudah sore ini. Mama ga mau kena tegur Papa karena meninggalkan Danish dirumah." kata Indah.
"Oke Mam."
Mereka sudah keluar dari Restoran dan sudah berada kembali didalam mobil yang dikemudikan. oleh Indah.
"Besok berangkat bareng sama Papa ya sayang. Besok Papa berangkat pagi-pagi karena akan ke bandara," beritahu Indah.
"Oke. Kamu besok datangnya lebih pagi ya, soalnya tadi aja macet banget," kata Laras pada Dinar yang dibalas dengan anggukan kepalanya.
Mereka sudah tiba dirumah dan Dinar memutuskan tidak mau diantar sampai rumah karena rumahnya sendiri berjarak 3 rumah dibelakang rumah Laras.
"Oka, sampai besok ya. Jangan lupa besok sekalian izin kalau kita pulangnya terlambat besok." kata Laras pada Dinar.
__ADS_1
"Sip. Terima kasih Tante, Dinar pulang dulu."
"Ya hati-hati," jawab Indah sebelum ia masuk kedalam rumah.
"La, kamu ga cuci kaki?," tanya Indah ketika Laras masih berada di teras sambil membaca pesan yang masuk di handphonenya.
"Sebentar Mam."
Laras membalas pesan yang dikirim oleh Aryo yang beri tahu kalau latihan besok akan dilakukan dirumah Weni.
Setelah mencuci kaki nya Laras menemui Indah sebelum naik ke kamarnya yang berada dilantai 2.
"Danish udah bobo Mam?," tanya Laras.
"Udah. Kamu juga istirahat. Agar badanmu tidak terlalu lelah."
Laras berjalan ke arah kamarnya dan segera berganti pakaian rumah. Baru saja ia mengeluarkan buku dan perlengkapan lainnya dari dalam tas, ia melihat ada panggilan masuk di handphonenya, ternyata dari Bram. Dan seperti biasanya ia selalu melakukan Videocall.
"Halo Yang, pulang jam berapa?, kamu makin hari makin gemesin deh," kata Bram merayu membuat Laras tertawa.
"Iya dong. Tapi gemesin nya bukan karena aku tambah montok kan?," tanya Laras balas menggoda.
"Montok sedikit juga oke kok. Tapi itu nanti kalau kamu sudah jadi milikku," kata Bram membuat Laras melotot.
"Apa hubungannya?," tanyanya bingung.
"Hubungannya supaya kelihatan lebih seksi kan udah jadi Nyonya Bramasta Wiguna. Kalau sekarang sih ga boleh, soalnya kamu masih pelajar, ntar disangka aku udah ngapa-ngapain kamu lagi," kata Bram tertawa.
__ADS_1
"Resse"
"Eh bagaimana kegiatan hari ini?, ada yang suka atau ga suka sama kamu ga?," tanya Bram ingin tahu.
"Kegiatan hari ini berjalan lancar, yang suka maupun yang engga sepertinya bersaing deh jumlahnya," jawab Laras tertawa.
"Masa dengan gadisku ada yang ga suka sih?, pasti yang ga suka itu yang kalah bersaing," kata Bram tertawa.
"Shay waktu masih di kampus jadi idola ya?," tanya Laras geli.
"Kenapa?,"
"Ya karena tahu jelas alasan orang yang tidak suka." jawab Laras tertawa.
"Awas kamu ya kalau nanti ketemu. Besok pulang jam berapa?."
"Besok aku akan pulang terlambat. Soalnya mau ada latihan drama sepulang sekolah," jawab Laras.
"Dengan teman sekelas?, tanya Bram lagi.
"Iya, tapi ga seluruhnya hanya sekitar 15 siswa aja. Makanya pembagian perannya agak riweh.
"Ya sudah dijalanin aja. Minggu depan aku kerumah ya." kata Bram mengejutkan Laras
"Ha. Tapi kamu kan masih berada Di Jepang," tanya Laras heran.
"Kan Minggu depan Yang, bukannya Minggu ini. Udah kangen ya sama aku, sampai lupa hari," goda Bram tertawa sementara Laras hanya tersenyum malu karena sudah salah hari.
__ADS_1