Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 56


__ADS_3

Laras dan Dinar melihat karyawan Indah bekerja menghadap komputer untuk membuat design yang menarik sesuai pesanan klien mereka dan ada juga yang sedang menghitung estimasi biaya rumah minimalis. Sementara Desi yang menjadi rekan Indah sedang melakukan pertemuan diluar dengan Klien.


"Disinilah ruangan Mama, dimana Mama membuat rencana kerja agar klien yang menyewa jasa perusahaan untuk mendekorasi interior ruangan merasa puas."


"Apakah Mama dan Tante Desi hanya menangani ruangan aja?," tanya Laras.


"Tidak, disini kami juga melayani dekorasi diluar ruangan, misalnya di taman atau diruang terbuka. Yang penting kami mampu melakukan dan klien puas dengan hasil kerja kami. Apakah kalian tertarik?," tanya Indah pada mereka.


"Memangnya aku bisa kerja disini Tante?," tanya Dinar ragu-ragu.


"Bukan kerja sayang, karena kalian masih pelajar dan Tante ga mau orang tua mu menegur Tante. Kalau Dinar mau, kamu bisa belajar dan membantu bersama Laras disini. Dan tentu saja, karena kalian sudah membantu disini maka kami akan memberikan kalian bonus. Dinar mau membantu disini?," tanya Indah.


"Kalau boleh, aku mau Tante. Kebetulan aku suka menggambar," jawab Dinar ragu-ragu.


"Kalau begitu, kamu tinggal diarahkan saja bentuk gambar kamu, bagaimana dengan kamu Laras?," tanya Indah.


"Aku akan belajar seperti Dinar Mam, tapi aku lebih suka dengan hitungan. Maksudku aku lebih suka menghitung perkiraan biayanya," jawab Laras.


"Kalian akan mempelajari keduanya, karena saat mendapat proyek, kalian juga harus bisa memperhitungkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan bukan berdasarkan tebak kancing."


"Aku mau belajar Mam," kata Laras merasa tertarik dengan penjelasan Indah, apalagi setelah melihat apa saja yang dilakukan oleh pegawai Laras.


"Aku juga mau Tante," kata Dinar dengan semangat.


"Kalau begitu kalian bisa datang kesini mulai Minggu depan setelah pulang sekolah. Bagaimana apa kalian bisa?," tanya Indah.


"Apakah setiap hari Mam?."


"Tidak. Kalian datang kesini hanya hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Kenapa Sabtu kalian harus datang?, karena hari Sabtu adalah hari dimana kita mengadakan evaluasi hasil kerja kita selama seminggu," jawab Indah.

__ADS_1


"Oke Mam."


Kurang lebih 1 jam mereka berada di kantor Indah untuk melihat dan mengamati apa saja yang dilakukan oleh para pegawai Indah.


"Untuk hari ini Mama rasa cukup apa yang kalian pelajari. Mama punya tugas untuk kalian yaitu membuat design interior ruang santai untuk keluarga kecil beserta estimasi biaya nya. Kalian bisa melihat di buku panduan ini ataupun di google, terserah dari mana sumber kalian."


"Kita masing-masing Tante?," tanya Dinar.


"Ya, kalian kerjakan masing-masing. Dinar bisa bertanya sama Tante kalau ada yang tidak dimengerti, tetapi untuk gambar atau estimasinya kalian kerjakan sendiri."


"Baik Tante."


"Kalau begitu sekarang kita pulang. Oke."


"Oke. Mam kita mampir makan siang dulu kan?," tanya Laras pada Indah.


"Terserah Mama," jawab Laras membuat Indah melirik putrinya, karena dia tahu apa maksud tujuan nya.


Indah membawa kedua remaja tersebut ke restoran yang menyajikan masakan Jepang.


Mereka baru saja duduk ketika Dinar melihat sepasang pemuda pemudi yang tidak lain adalah Almer dan Metayang sedang berjalan-jalan. Mereka berdua sudah mengganti seragamnya dengan pakaian santai.


"La, itu Ka Almer dan Meta bukan?," tanya Dinar mengarahkan matanya keluar.


"He eh, sepertinya mereka mau makan disini juga deh?," jawab Laras sementara Indah sedang berada di toilet.


Almer dan Meta berada di Mall sudah hampir 2 jam. Almer mengantar Meta yang akan membeli gaun untuk dipakai nya saat hari jadi sekolah mereka yang bertepatan dengan selesainya MPLS disekolah mereka. Almer sudah merasa bosan karena Meta masih saja ingin membeli yang lain, padahal barang yang menjadi tujuan utamanya sudah didapatkan. Dengan wajah kesal ia membawa Meta untuk memasuki restoran Jepang walaupun Meta tidak setuju.


Baru saja ia reservasi ia melihat Laras bersama temannya disalah satu meja yang terletak di sudut ruangan.

__ADS_1


"Kita duduk di sana saja," kata Almer pada Meta.


"Kenapa harus di sana sih?, kan masih banyak meja yang kosong," Meta menyatakan keberatannya apalagi setelah melihat ada Laras dekat meja yang dituju oleh Almer.


"Hey, kalian sudah lama disini?," tanya Almer mencoba mengakrabkan diri.


"Lumayan," jawab Dinar setelah mendapat isyarat dari Laras untuk menjawabnya.


"Apakah kami boleh bergabung dengan kalian?," tanya Almer tidak memperdulikan Dinar, karena perhatiannya hanya tertuju pada Laras.


"Sayang sekali bangku ini sudah terisi, aku rasa pemiliknya tidak akan suka kalau ditempati oleh yang lain," jawab Laras.


"Apakah kalian bersama dengan teman pria kalian?," tanya Almer.


"Apakah aku harus menjawabnya?," tanya Laras kalem.


"Sayang sekali, karena mereka belum datang, maka mereka bisa duduk dimeja lain." kata Almer keras kepala.


Laras melotot kesal dengan sikap Almer sementara Meta langsung duduk disalah satu kursi yang berada dimeja mereka.


"Kenapa?, kami tidak boleh duduk disini?, apakah kalian tidak kasihan pada pelayan disini kalau kami membuat laporan bahwa mereka tidak melayani pelanggan dengan baik?," kata Meta sombong.


"Bagaimana kalau kami laporkan pada pihak keamanan kalau kalian bermaksud membuat keributan?, aku rasa kalian belum memesan bukan?, kalau ya maka kalian akan memiliki nomor pesanan," kata Indah yang mengambil tempat dekat Meta karena Almer sendiri belum duduk.


"Apakah Tante bersama mereka?," tanya Meta tidak percaya.


"Tentu saja, sebaiknya kalian pergi ke emja kalian!," kata Indah dengan kalem.


Dengan perasaan kesal dan jengkel, Meta menarik tangan Almer untuk meninggalkan tempat tersebut, sementara Laras dan Dinar hanya tertawa melihat tindakan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2