Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 42.


__ADS_3

Bel pulang sekolah sudah berbunyi menandakan waktu belajar hari ini sudah selesai.


"Ras, kamu ada acara ga," tanya Raisya sambil merapikan bukunya.


"Kenapa?,"


"Anisa mengundang kita kerumahnya, kamu bisa tidak?."


"Hari ini aku tidak bisa karena sudah ada janji mau ketempat seseorang."


"Seseorang?, siapa Ras?."


"Kepoo."


"Iin, siapa sih Ras, kasih tau dong!."


"Nanti kalau waktunya tiba, aku pasti kasih tau kamu secara sukarela," jawab Laras tertawa.


"Laras jelek."


"Biarin."


Mereka masih saling ber balasan kata ketika handphone Laras berbunyi.


"Halo Yang, kamu kok belum keluar sih?. Aku tidak jauh dari gerbang sekolah. Cepetan atau aku masuk ke area sekolah!," kata Bram mengancam Laras.


Mendengar kata-kata Bram membuat Laras justru berlama-lama, ia tidak ingin kalau ia keluar sekarang justru temannya tahu bahwa ia dijemput oleh seorang pria.


"Ras, kami duluan ya. Kalau kamu tidak jadi pergi, langsung kerumah Anisa ya!," ucap Dinar pada Laras sementara Raisya menatap curiga pada Laras.


"Oke, aku akan kerumah Anisa kalau tidak jadi pergi," jawab Laras.


"Kami pergi dulu Ras."


Setelah teman-temannya pergi, Laras segera menyusul keluar kelas dan langsung menuju gerbang sekolah. Dengan matanya Laras mencari sosok Bram dan ia melihat sebuah mobil yang mendekat ke arahnya dan kaca jendelanya bergerak turun saat berada didepan Laras dan terlihat wajah Bram yang tampan.


"Masuk Yang!," kata Bram pada Laras.


Tidak ingin menarik perhatian, Laras segera membuka pintu mobil dan duduk disebelah Bram yang hari ini terlihat santai dengan memakai celana pendek dan t-shirt.


"Kamu lama banget sih?, aku tadi udah minta kamu cepat kan?."


"Iya tahu, kalau aku keluar saat masih ramai, pasti akan menarik perhatian."


"Maksudmu kamu tidak ingin mengenalkan aku pada temanmu?."

__ADS_1


"Yakin mau aku kenalin?, kalau aku sih ga ada niat sama sekali."


"Kenapa?."


"Males kalau nanti diledekin. Kecil-kecil udah tunangan."


"Daripada kecil-kecil udah nikah," jawab Bram tertawa membuat Laras gemas dan mencubit lengannya yang sedang mengemudi.


"Yang, mau mampir makan dulu ga?."


"Ga usah. Pesan deliveri aja nanti kalau udah sampe."


"Kenapa tidak makan ditempat aja?."


"Aku masih pakai seragam Bram, ga enak tahu jalan-jalan masih pake seragam sekolah. Seragam SMP lagi."


"Iya aku ngerti kok," jawab Bram nyengir.


Mereka sudah tiba di gedung apartemen dan mobil yang dikemudikan oleh Bram mengarah ke basement khusus penghuni gedung.


"Ayo naik. Apartemen ku ada dilantai 11 room 1111."


"Oke."


"Bram, kamu di Jakarta tinggal sudah berapa lama?."


"Engga cuma mau tau."


Bram melirik Laras yang berdiri disampingnya saat mereka naik lift.


Mereka sudah tiba dilantai 11 dan langsung menuju tempat tinggal Bram.


"Masuklah, tempatku lumayan rapi kok jadi kamu ga usah khawatir aku akan meminta tolong padamu untuk bersih-bersih," kata Bram sambil tertawa.


Laras memperhatikan sekeliling ruangan dengan penuh perhatian.


"Bagaimana tidak terlalu buruk bukan?, kamu mau minum apa?, atau nanti ambil sendiri ya. Aku akan ke kamar mengambil titipan Mama lebih dulu."


"Hemm."


Tidak berapa lama Bram sudah kembali dengan kotak ditangannya dan masih terbungkus dengan rapi.


"Ini untukmu."


"Bram, aku mau ganti baju dulu dong."

__ADS_1


"Sana dikamar yang dekat kamar mandi. Jangan lupa pintunya dikunci."


"Iya tahu."


"Kamu mau pesan apa, maksudnya aku mau delivery order nih."


"Terserah tapi jangan nasi ya."


"Kenapa sih kamu ga suka nasi?."


"Suka, tapi tidak terlalu. Aku mau ganti pakaian dulu, jangan ngintip!."


"Bawel."


Indah sudah berganti pakaian dan ia kini mengenakan celana panjang dan juga kaos t-shirt polos membuat Bram bersiul melihat penampilan nya.


"Apaan sih, ga jelas kamu."


"Itu arti nya aku mengagumi dan memujimu," jawab Bram tertawa.


"Udah pesan makanan?," tanya Laras mengabaikan ucapan Bram.


"Udah. Kenapa? berubah pikiran?."


"Kamu tahu apa yang aku mau," jawab Laras tertawa.


"Dasar, ya udah ntar kita keluar kalau udah selesai makan. Lagian aku ga pesan makanan berat kok. Memangnya kamu mau kemana?."


"Mau ke mall, aku mau beli sneaker shoes, tapi aku mau telepon Mama dulu," kata Laras.


Laras mencoba menelepon Indah, dan pada panggilan ke 2 teleponnya baru diangkat.


"Halo Mam, Mama dimana?, Papa gimana keadaanya?."


"Mama kerja dirumah, dan Papa sedang tidur. Tadi Mama sudah ke dokter tapi ga ada masalah, mungkin hanya masuk angin saja."


"Ooh, eh Mam aku tadi bicara sama Amora, terus dia bilang jangan-jangan aku mau punya adik. Benar ga Mam?," tanya Laras membuat Indah terdiam.


"Mam, Mama..."


"Ya sayang. Laras nanti Mama telepon lagi ya."


"Eh, Mam aku mau ijin ke mall sama Bram boleh?."


"Ya ya, tapi kalian jangan macam-macam dan bilang sama Bram harus nganter kamu pulang sebelum jam 7. Laras, Mama tutup teleponnya ya, bye."

__ADS_1


"Ih si Mama main tutup aja."


Laras sudah menutup teleponnya dan ia melihat Bram menatapnya sambil senyum-senyum.


__ADS_2