Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 75


__ADS_3

Dirga dan Indah mengajak pulang Amora ke Jakarta untuk menghindari Zenia yang semakin tidak dapat di duga. Dan mereka kini sudah berada di bandara dan sedang menunggu panggilan untuk memasuki pesawat.


"Tante sungguh tidak keberatan kalau aku menginap di rumah? aku bisa kok tinggal dirumah lama," kata Amora merasa tidak enak.


"Kamu tidak usah memikirkan hal seperti itu. Kamu Amora adalah anak Tante juga, jadi jangan pernah merasa tidak enak," jawab Indah sambil merangkul bahu Amora dan ia merasa terkejut karena tubuh yang dirangkulnya begitu kurus sehingga ia mengeratkan rangkulannya seperti sebuah janji bahwa ia akan mengurus Amora dengan baik sama seperti anak-anaknya yang lain.


"Beban mu ternyata sangat besar sayang. Kamu tidak mau berbagi dengan kami dan mengatasinya sendirian. Untunglah kamu masih mau membaginya dengan Laras meskipun hanya sedikit saja dari beban yang ada padamu," kata Indah dalam hati dengan perasaan sedih. Sedih karena anak gadis yang dulu pernah dia tidak sukai karena sikapnya pada Laras ternyata mengalami kesedihan yang begitu dalam akibat sikap Zenia yang sangat tidak bertanggung jawab.


"Laras bagaimana Tante. Dia tahu kalau aku akan menginap disana?" tanya Amora.


"Dia tahu. Dari dialah kami tahu keadaan mu. Mengapa kamu tidak langsung menelpon kami? kamu tahu Papa seperti singa kelaparan ketika Laras memberikan pesan dari mu?" kata Indah.

__ADS_1


"Aku minta maaf Pap. Hanya itu yang sempat aku pikirkan untuk mengetahui rencana mama. Karena Mama tidak tahu nomor telepon Laras sementara gambar dp Laras adalah papa. Jadi mama menduga pesan tersebut berasal dari papa." jawab Amora.


"Papa mengerti sayang. Amora, mengapa kamu tidak menjual rumah besar tersebut. Bukankah sayang sekali kalau rumah tersebut di biarkan kosong hanya ditempati oleh pengurus rumah tangga saja," kata Dirga ketika ia teringat rumah yang ditinggali oleh Amora dan Zenia dulu.


"Aku kasihan dengan mereka yang sudah bekerja sekian lama Pap. Kalau aku jual mereka mau pindah kemana?" kata Amora dengan suara pelan.


"Di sana siapa yang tinggal?" tanya Dirga.


Dirga baru saja akan mengatakan sesuatu ketika terdengar pengumuman bahwa mereka sudah bisa memasuki pesawat.


"Akan kita bahas nanti ketika sampai di Jakarta," kata Dirga yang dijawab dengan anggukan oleh Amora.

__ADS_1


Di Jakarta, Laras sedang bermain bersama dengan Danish ditemani Bram yang datang berkunjung begitu mengetahui kalau Dirga dan Indah langsung berangkat ke Magelang untuk menjemput Amora, padahal mereka baru kembali dari Makasar dan belum sempat beristirahat.


"Yank kamu ga keberatan kalau nanti Amora tinggal di rumah ini?" tanya Bram dengan tatapan menyelidik.


"Enggalah say, Amora kan kakak aku juga. Terus terang aku kasihan karena dia tidak mendapat kesempatan untuk bersama Papa. Kamu tahu kan kalau selama ini dia sekolah di Australia atas permintaan tante Zenia meskipun pada akhirnya itu keinginannya sendiri untuk jauh dari Mama nya. Tetapi perasaan Amora sangat halus dan dia sangat menyayangi Tante Zenia. Sehingga dia rela kembali ke Indonesia setiap akhir pekan ketika mengetahui keadaan mama nya. Dan akhirnya dia sangat kecewa karena apa yang sudah dikorbankan menjadi sia-sia," kata Laras sementara Danish memilih duduk dipangkuan Bram seperti layaknya anak mereka sendir dan hal itulah yang dipikirkan oleh Bram saat ia tertawa.


"Kenapa ketawa? memangnya ada yang lucu?" tanya Laras sebal karena menduga apa yang baru saja diucapkan patut di tertawakan.


"Ini, kamu ga ngerasa apa kalau kita ini sudah seperti pasangan muda dengan anak berusia 3 tahun?" kata Bram tertawa.


"Benar juga sih. Seperti kecil-kecil jadi pengantin ya?" kata Laras ikut tertawa.

__ADS_1


__ADS_2