Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 84


__ADS_3

Indah sudah selesai dengan pekerjaannya di dapur ketika Amora bertanya padanya.


"Kita mau ke sekolah Laras jam berapa Mam?"


"Nanti setelah sholat Djuhur ya sayang. Mama tadi udah telepon Laras untuk kasih tahu kalau nanti kita yang akan menjemputnya. Oh iya, Mora ga masalah kan kalau nanti Dinar ikut bersama kita? kebetulan Dinar ini kan memang selalu bersama Laras, jadi mama memang selalu mengajaknya kalau menjemput Sarah. Kecuali kalau memang ada urusan penting, baru Dinar tidak ikut," kata Indah menjelaskan.


"Ga apa-apa kok Mam. Aku malah suka kalau rame-rame perginya," jawab Amora membayangkan bagaimana sikap Dinar padanya dan begitu juga sebaliknya. Bagaimana pun hubungan dia dengan Dinar sem[at tidak berjalan baik saat dia masih bersikap jahat pada Laras saat mereka masih SMP.


Tidak berapa lama, mereka sudah berada di mobil menuju sekolah Laras untuk menjemput gadis itu. Sementara Laras, di sekolahnya sedang bercanda di dalam kelas karena bel pulang sudah berbunyi sejak tadi.


"Laras, kamu masih kangen ya sama ane?" tanya Fachri pada Laras yang sedang bicara pada Indra.


"Hah? ga denger aku," jawab Laras membuat mereka semua tertawa karena Fachri sudah gede rasa.


"Makanya ga usah ngarep. Udah tahu Laras udah ada yang punya masih mikir kalau dia kangen sama situ,"kata Aryo menggoda Fachri.


"Ya siapa tahu, Mas Bram udah berpindah ke lain hati," katanya asal bicara membuat dia mendapat lemparan kertas dari Laras.


"Kalau ngomong hati-hati ya. Ku libas kalau sampai kejadia," ancam Laras sengit sehingga mereka yang melihatnya tertawa dengan keras.


"Kamu juga Arya, kenapa sih sikap kamu hari ini nyebelin banget? udah ga tahan mau kencan sama Dinar? Dinar nya aja hatinya masih di atas awan," kata Laras pada Aryo yang merasa geli sendiri.


"Jahat deh kamu La, apa hubungannya juga sama aku." kata Dinar dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Ga usah pasang muka sedih deh. Kamu sebenarnya tertarik sama Aryo kan?" tanya Laras langsung pada temannya dengan suara berbisik agar tidak ada yang mendengarnya.


"Eh serius mau tanya, kalian kok belum pada pulang sih?" tanya Tisna pada Laras. Karena seperti yang mereka ketahui Laras selalu pulang tepat waktu.


"Aku lagi nunggu jemputan. Mama baru berangkat setelah sholat Djuhur, Dan mereka akan kasih kabar kalau sudah di depan gerbang." jawan Laras.


"Kenapa ga masuk ke parkiran sekolah aja. Kamu nya juga masih ada di dalam kelas, Kalau sekarang kan sudah banyak mobil yang keluar." kata Abid memberi saran.


"Memang seperti itu sih rencananya. Makanya aku ga nunggu di pinggir jalan," jawab Laras.


"Ternyata ketua kelas kita ini memang selalu terdepan dalam berpikir," puji Doddy tertawa.


"Nah kalian semuam kenapa belum pada pulang juga?" kata Laras ketika sadar bahwa teman-teman lelakinya juga banyak yang belum pulang dan masih berada di dalam kelas.


"Kalau terjadi sama Sang Ratu ku tebas baru tahu rasa," ancam Fachri pada Aris.


"Aku kenapa curiga beneran ya sama Fachri, Kok semangat banget cari perhatian sama Laras?" tanya Abid.


"Soalnya aku sudah di beri mandat untuk menghalau lalat pengganggu seperti kalian semua," kata Fachri dengan rasa bangga.


"Permisi, di beri mandat sama siapa ya Bang Fachri?" tanya Laras ingin tahu.


"Yaaelah Neng Laras masa iya ga tahu. Abang kan anak buahnya Mister Bram," jawab Fachri yang sekali lagi sukses membuat mereka tertawa.

__ADS_1


"Kenapa juga harus Mister. Lebih enak juga dipanggil Mas Bram," kata Dinar geli.


"Heee, kalau Abang enaknya di panggil apa Neng? Mas Aryo atau Bang Aryo?"


"Tahu ah," jawab Dinar menghindar.


Mereka masih asik bercanda ketika Tisna yang kembali dari Kantin bicara pada mereka semua dengan suaranya yang kencang.


"La, Mama nya udah dateng, di temani sama bidadari cantik," katanya pada mereka semuanya yang segera berlari keluar untuk melihatnya.


"Engga ah. Udah tua. Aku yakin umurnya di atas kita. Benar ga La?" tanya Abid pada Laras yang hanya tersenyum tanpa menjawabnya.


"Cantik sih, Tapi aku tetap sama Dinar. Lebih seger." jawab Aryo.


"Gue setuju sama Abid. Dia usianya di atas kita."


"Iya. Dia usianya di atas kita. Karena dia adalah kakak aku. Selama ini dia sekolah di Australia. Dan besok baru kembali ke sana," jawab Laras menerangkan pada mereka semua.


"Wuih keren, nama kakaknya siapa La. Kok bisa sekolah di sana sih La," tanya Aryo.


"Ya karena memang udah pilihannya. Nama kakak aku Amora." jawab Laras dan ia segera berbisik pada Aryo. "Aku sebenarnya mau jodohin dia sama Almer. Tapi sayang Amora besok udah harus kembali."


"Ya udah, aku keluar dulu deh. Lagian kenapa sih ga ngomong dari tadi. Semoga aja dia belum pulang. Tahu sendiri dia selalu di kelilingi oleh para selirnya," kata Aryo tertawa dengan keras.

__ADS_1


__ADS_2