Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 65.


__ADS_3

Laras dan Dinar sudah berada dikelas dan mereka segera disambut dengan berbagai pertanyaan terutama dari Aryo dan Fakhri.


"La, kamu mau masuk ekskul apaan?" tanya Aryo sambil menyerahkan beberapa lembar formulir pendaftaran.


"Belum tahu. Aku paling males ikut ekskul," jawab Laras nyengir.


"La, bagaimana kalau kita ikut ekskul Karate? bukannya waktu SMP kamu ikut itu?" tanya Weni membuat Laras dan Dinar heran.


"Kok, kamu bisa tahu? kita kan ga sekolah," jawab Laras.


"Aku pernah lihat kamu waktu kompetisi komite saat pertandingan antar sekolah. Bagaimana kalau kita lanjutkan aja yang pernah kita ikutin?" tanya Weni pada Laras.


"Oke juga sih. Wen kamu isi sekalian ya. Eh ada yang mau ke kantin ga? mau cari minuman nih," kata Laras pada teman-temannya.


"Aku temenin La." kata Aryo dan Fakhri berbarengan.


"Eh ikut dong," kata Tisna mengejar mereka yang sudah melewati pintu.


Mereka berempat menuju kantin seperti mengawal seorang putri hingga Laras tertawa saat membayangkan dirinya mempunyai pengawal yang selalu mengikuti kemana dia pergi.


"Mikir apaan si La?" tanya Fakhri yang melihat Laras senyum-senyum sendiri.


"Aku ngebayangin kalau kalian jadi bodyguard ku yang selalu ngikuti kemanapun aku pergi," jawabnya tertawa.


"Boleh juga sih. Kalau kamu mau dikawal tinggal bilang aja, kami pasti datang," jawab Tisna dengan gaya sok cool.

__ADS_1


"Yakin kamu boleh dikawal sama kita? yang ada nanti cowok kamu langsung bawa kamu pergi dan kita ga bisa ketemu lagi," jawab Aryo.


"La, kepo dikit dong. Cowok kamu anak kuliahan atau udah kerja?" tanya Fakhri.


"Kalian mau beli apa?" tanya Laras saat mereka sudah berada di kantin dan ia langsung duduk sebelum memberikan jawaban atas pertanyaan Fakhri.


"Dia sudah kerja. Usia kami beda 8 tahun dan kami sudah bertunangan sejak SMP."


Mendengar jawaban Laras mereka terkejut tidak menyangka kalau gadis cantik yang sedang duduk bersama mereka sudah bertunangan bahkan sejak SMP.


"Kamu serius La? ga merasa terikat?" tanya Tisna yang tiba-tiba menjadi serius.


"Serius lah, masa main-main. Setiap hubungan itu kalau memang tujuannya untuk serius Insya Allah kita akan tenang menjalaninya. Tapi kalau dari awal hanya untuk coba-coba aku ga yakin akan berjalan dengan baik, karena mungkin ya, mereka berfikir coba-coba ah siapa tahu berhasil kalau engga, yah namanya juga usaha," ujar Laras memberikan penjelasan pada mereka.


"Gelo." ucap Laras pada Tisna.


"Eh, besok kan libur 3 hari tuh, kita boleh main kerumah kamu ga? ya sama temen cewek juga. Kalau kamu boleh atau mengijinkan, selanjutnya kalau kita ada tugas kan lebih enak dirumah ketua kelas," kata Aryo dengan kata lain ia mengusulkan agar Laras yang akan menjadi ketua kelas mereka.


"Ketua kelas pilih yang lain aja ya. Aku khawatir ga bisa jadi pemimpin yang baik."


"Tenang aja, ada kami yang siap mendukung mu. Jadi kamu ga usah khawatir. Bagaimana pertanyaan Aryo tadi? bisa ga kita main kerumah kamu?"


"Besok sampai Senin sore aku keluar kota, jadi ga ada dirumah. Jujur kalau hari libur kami memang jarang ada dirumah."


"Jadi besok kamu keluar kota. Ya udah kita atur waktunya lagi deh. Tapi ga masalahkan kalau kita sering kumpul dirumah kamu?" tanya Fakhri untuk memastikan.

__ADS_1


"Iya. Apa Dinar yang bilang sama kamu Yo kalau mama aku lebih suka aku didatang in teman dari pada aku yang pergi kerumah teman?"


"Ya gitu deh," jawab mereka tertawa.


"Eh ni acara mulai jam berapa sih? udah mau sore belum juga dimulai?" tanya Laras kesal.


"Loh, memangnya Almer belum kirim pesan ke kamu kalau acaranya diundur sampai jam 3?" tanya Tisna.


"Hah diundur? resse tuh Almer dia ga bilang apa-apa tadi. Ga profesional banget sih bikin acara. Dari hari yang di majuin dan sekarang jam yang diundur dari waktu pelaksanaan. Ga yakin aku kalau dia jadi orang yang bisa bertanggung jawab kedepannya. Maaf ya Aryo bukan maksud aku bicara buruk tentang Almer, tapi memang kenyataannya seperti itu."


"Nyantai aja La. Aku juga ga suka kok dengan caranya yang seperti itu. Tapi katanya ini atas permintaan Sofie, anak kepala sekolah."


"Hah? parah kalau begitu sih."


"Udah ah, kita balik ke kelas aja."


"Oke. Eh Tisna, kamu ambil pesanan aku sama ibu kantin dong. Tinggal ambil aja, sudah aku bayar kemarin!" katanya pada Tisna.


"Kamu pesan apaan La?" tanya Aryo heran.


"Kamu ga khawatir di manfaatkan sama temen-temen kalau kamu selalu baik seperti itu?" tanya Tisna dan Fakhri berbarengan.


"Engga. Santai aja, aku yakin kok kalau kalian tidak akan berbuat seperti itu padaku," jawab Laras tersenyum.


Dengan membawa pesanan Laras, mereka berempat kembali ke kelas.

__ADS_1


__ADS_2