Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 55


__ADS_3

Disaat teman-temannya masih ramai dengan segala banyolan, handphone ditangan Laras berbunyi dan ia melihat nama Indah pada layar handphonenya.


"Bentar ya, aku terima telepon dari emak dulu," katanya pada mereka dan berjalan menjauh.


"Halo Mam?, Mama dimana?," tanya Laras.


"Mama tidak jauh dari gerbang sekolah mu?, kamu sudah selesai kan?," tanya Indah.


"Sudah mam. Aku akan keluar bersama Dinar."


"Ya, Mama tunggu di mobil saja ya sayang," kata Indah.


"Ya Mam, aku akan segera keluar."


Laras kembali mendatangi teman-temannya untuk berpamitan.


"Kami pulang duluan ya, untuk latihan besok diatur saja dirumah siapa, asal jangan di rumahku, soalnya dirumah ada adikku yang masih kecil."


"Sip lah, nanti kita atur dimana tempatnya. La boleh kenalan sama Mama kamu ga?, siapa tahu kalau ketemu di minimarket kan bisa sekalian di bayarin," kata Seno membuat yang lain menyorakinya.


"Tapi bener juga La, boleh ya kita kenalan. Sekalian kita jalan keluar juga," ucap Aryo.


"Ayolah."


Mereka berjalan keluar lapangan bersama-sama masih dengan bercanda dan mereka serentak berhenti ketika Almer memanggil Laras.


"Laras tunggu sebentar, ada yang ingin aku sampaikan?," kata Almer membuat mereka semua berpandangan.


"Ada apa Kak, maaf aku sedang ditunggu," katanya tidak suka dengan sikap Almer.


"Ada yang lupa disampaikan oleh Shiraz tadi," jawab Almer terlihat sekali ia mencari-cari alasan.


"Begini aja, berhubung Laras sudah ditunggu Mama nya di luar, bagaimana kalau Kaka sampaikan pada kami saja, disini juga perwakilan kelas sudah banyak yang pulang , jadi sudah tidak lengkap," kata Aryo menjawab ucapan Almer.

__ADS_1


"Kamu siapa?," tanya Almer.


"Aku Aryo, teman sekelas Laras."


"Ya sudah. Kalau begitu besok saja, kalau perwakilan kelas sudah kumpul semua," katanya dan ia langsung pergi menuju ruang OSIS.


Aryo dan yang lainnya menatap Almer dengan tawa tertahan.


"Sepertinya dia suka sama kamu La," kata Fachri yang di iya kan oleh yang lainnya.


"Ga tertarik aku sama cowok sok cool," jawab Laras membuat yang lain tertawa.


"Ya iyalah, kamu udah punya cowok, gimana mau tertarik sama yang lain," kata Aryo sambil berjalan mengikuti Laras dan Dinar yang berjalan didepannya.


"La, itu Tante Indah." kata Dinar pada Laras yang masih bercanda dengan Fachri.


"Eh, maaf Mam, lama ya?," sapa Laras sambil mencium tangan Indah begitu juga dengan Dinar.


"Iya, Mama kira tadi pas sampe didepan gerbang kamu udah nunggu, eh ga taunya belum. Ya udah Mama parkir didepan minimarket. Kalian semua temannya Laras?," kata Indah pada mereka semua.


"Kami semua teman sekelas Tante," kata Aryo mewakili teman-temannya.


"Ooh, terima kasih ya sudah menemani Laras."


"Sama-sama Tante."


"Kalau begitu kami pergi dulu ya."


"Ya Tante, hati-hati."


Indah bersama dengan Laras dan Dinar berjalan menuju minimarket tempat mobil Indah diparkir.


"Din, kamu sudah minta izin ke Mama kamu kan?," tanya Indah pada Dinar.

__ADS_1


"Sudah Tante," jawab Dinar.


"Bagaimana tadi acara hari ini?, sukses?," tanya Indah pada mereka berdua.


"Sukses Mam. Oh iya Mam, besok kami akan latihan drama singkat untuk acara penutupan MPLS."


"Tempatnya dimana?."


"Belum tahu Mam. Nanti Aryo dan Weni yang akan mengaturnya."


"Aryo apa tadi ada bersama dengan kalian?."


"Aryo yang tadi bicara sama Mama."


"Ooh, Aryo lucu ya."


"Iya Mam, baru hari ini kenal aja dia sudah hobi banget ganggu Dinar."


"Oh ya?, mungkin dia suka sama kamu Din?, anaknya ganteng kok, dan sepertinya dia punya modal untuk memimpin."


"Bener Mam, teman-teman Laras semuanya merasa segan dengannya, walaupun kalau sudah bercanda bikin sakit perut, apalagi korban candaannya selalu Dinar."


"Dia jadi ketua kelas kalian?."


"Ga Mam, gara-gara Aryo yang mengusulkan pemilihan perwakilan kelas tanpa harus saling kenal dulu akhirnya Laras yang terpilih."


"Loh bagaimana bisa melakukan pemilihan tanpa mengenal dulu."


"Ya karena Aryo mengambil daftar absen kelas."


"Tapi bagus juga sih menurut Mama, jadi kalian akan memulainya dari awal."


Akhirnya mobil yang dikendarai Indah tiba disebuah bangunan berbentuk Rukan.

__ADS_1


"Dinar, ini adalah kantor Tante, nanti kalian berdua bisa melihat dan mengamati saja dulu," kata Indah pada Laras dan juga Dinar.


Pada awalnya Laras tidak mau berkunjung ke kantor Laras, tetapi setelah mendengar penuturan Dirga bahwa ia bisa melihat dan mengamatinya lebih dulu, akhirnya ia bersedia ikut kekantor Indah dan ia minta izin pada Indah agar Dinar bisa ikut bersamanya. Jadi disinilah mereka berdua berada di kantor konsultan Design Interior milik Indah dan Desi.


__ADS_2