Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 62


__ADS_3

Tanpa terasa jam sekolah sudah selesai hari ini dan mereka sedang bersiap menuju rumah Weni untuk latihan drama.


Aryo dan Laras sudah melakukan pembagian peran sehingga mereka tidak mengalami kesulitan dan Laras sangat beruntung karena mereka begitu bersemangat.


"Dari sini mau langsung pulang atau ketempat lain lagi?," tanya Fachri pada Laras.


"Langsung pulang. Memangnya kalian masih mau pergi lagi?," kata Laras balik bertanya.


"Engga juga. Kamu pulang naik apa?," tanya Aris membuat yang lain tertawa.


"Aris kepo...,"


"Alah, kalian mau tahu juga kan," jawab Aris menanggapi temannya.


"Biasanya aku sama Dinar naik angkutan umum, tapi untuk Minggu ini kami diantar dan jemput."


"Oh gitu, kira in ga ada yang nganter dan jemput, soalnya aku mau bisnis ojek an nih," kata Aris tertawa.


"Aris, percuma kamu rayu Laras, cowoknya super tajir," kata Dinar membuat Laras mendelik kearah temannya itu.


"Biar aman La, jadi kamu ga bakalan digangguin sama mereka," jawab Dinar yang disetujui Aryo.


"Eh, kenapa kamu setuju Yo?, memangnya ada kepentingan ya?," tanya Doddy heran.


"Ada lah, biar yang naksir Laras ga perlu maksa kalau ga selevel ma cowok nya."


"Kamu kenapa si Yo, jawabnya sewot gitu?," tanya Dinar yang berada tidak jauh dari Aryo.


"Biasa aja Din. Hari ini aku memang lagi sewot," jawab Aryo kesal.


"Heran deh, tadi pagi Laras yang bikin kita ikutan ga semangat eh siang kamu Yo. Ada apa sih sama kalian berdua?," tanya Tisna.

__ADS_1


"Ga ada apa-apa kok. Mungkin hari ini aja ga enaknya itu barengan. La, menurut kamu kita berjodoh ga?," tanya Aryo usil.


"Berjodoh jadi temen deh menurutku," jawab Laras santai.


"Eh, maaf aku duluan ya, Yang jemput anak perawan udah sampe," kata Laras mengambil tas nya.


"Sampe?, sampe dimana?," tanya Weni heran.


"Itu udah didepan gang. Aku sama Dinar balik duluan ya, ada yang mau bareng ga?, tapi cuma sampe depan komplek rumah aku ya," ucap Laras.


"Makasih La, kita yang ga bawa kendaraan ikut nebeng sama yang lain," jawab Desty.


"Sip,aku duluan ya."


Setelah berpamitan pada teman serta Mama nya Weni, Laras dan Dinar berjalan menuju Didi yang berdiri di samping mobil.


Laras dan Dinar kini sudah berada didalam mobil kemudian Dinar mengatakan sesuatu yang membuat Laras tertawa.


"Ya udah anggap angin aja," jawab Laras masih tertawa geli.


"Kira-kira besok acaranya sampai jam berapa ya?," tanya Laras.


"Gw tau. Tapi menurutku ga sampai sore kok. Memangnya kenapa?,"


"Aku sama Mama udah ada rencana mau nyusul Papa di Makasar hari Sabtu."


"Kita kan acaranya hari Jum'at malam. Jadi ga masalah kalau kamu pergi hari Sabtu."


"Kok aku ga tau kalau acaranya di maju on?," tanya Laras heran.


"Ini barusan Aryo ngirim pesan, coba aja kamu buka handphone kamu."

__ADS_1


"Eh iya, bagus lah.. berarti kita ga ada pentas drama ya?," ujar Laras setelah melihat pesan yang dikirim oleh Aryo.


"Din, kamu nanti mampir kerumah kan?," tanya Laras ketika mobil mereka sudah tiba dirumah Laras.


"Iya, kan Mama kamu tadi nawarin bawa mangga dari rumah kamu," jawab Dinar tertawa.


"Ya sudah, ayo masuk dulu, aku lihat Mama dulu," ucap Laras.


Mereka berjalan masuk dan melihat Indah dan Mba Sri sedang berada di dapur sedang memasak.


"Assalamualaikum, aku pulang," kata Laras pada Indah.


"Waalaikum salam, bagaimana latihannya sukses?," tanya Indah pada putrinya.


"Sukses Mam, Oh iya Mam, ada Dinar didepan," beri tahu Laras pada Indah.


"Oh iya, kamu berikan keranjang itu dan berikan pada Dinar ya," ujar Indah.


"Oke."


Setelah menerima mangga dari Laras, Dinar segera pamitan sementara Laras segera menuju kamarnya untuk mendinginkan tubuhnya. Setelah itu ia segera berganti pakaian dan mandi.


Segar sehabis mandi ditambah rasa lelah membuat Laras tertidur dengan cepat dengan rambut yang masih basah.


Cukup lama Laras tidur sampai Indah membangunkan nya.


"La, kok ga biasanya pulang sekolah langsung tidur gitu?, kamu capek atau kurang sehat?," tanya Indah sambil meletakan tangannya di dahi Laras.


"Engga Mam. Badan aku tadi kaya nya lemes banget."


"Ya sudah, kamu cuci muka, Mama tunggu dibawah ya," kata Indah dengan pandangan khawatir

__ADS_1


__ADS_2