
Dirga menatap Laras yang berjalan ke kamarnya yang berada dilantai atas.
" Ada apa ?," tanya Indah.
" Bisakah kita berbicara dikamar ?," tanya Dirga.
" Baiklah ."
Mereka memasuki kamar Indah kemudian Dirga melepaskan jas serta dasinya.
Melihat Dirga melepaskan jas serta dasinya , Indah segera mengambilkan sandal untuk digunakan Dirga.
" Terima kasih."
Dirga masih berada dikamar mandi saat Indah menganbil jas milik Dirga untuk merapikan nya ketika ada yang jatuh dari jas nya.
Indah mengambil kertas yang dilipat rapi dan meletakkannya di atas meja dekat dengan dasi yang tadi dipakai Dirga tanpa ada niat untuk membukanya.
Dirga keluar dari kamar mandi dengan lengan kemeja yang digulung sampai siku.
" Apakah Mas ingin istirahat dulu ?, kalau ya, aku akan keluar karena aku masih ada pekerjaan yang tadi belum sempat aku selesaikan," kata Indah ketika Dirga keluar dari kamar mandi.
" Tetaplah disini, temani aku istirahat," kata Dirga sambil duduk menyandar ditempat tidur.
__ADS_1
" Baiklah." kata Indah sambil duduk di samping Dirga.
" Apakah kamu sudah membacanya ?," tanya Dirga menunjuk surat miliknya yang berada di atas meja.
" Tidak, aku hanya meletakkan nya di meja karena surat itu jatuh saat aku merapikan jas yang tadi kamu pakai," jawab Indah.
" Aku ingin bertanya padamu, apa yang kamu harapkan dariku sebagai suami mu ?," tanya Dirga sambil memeluk Indah.
" Yang aku harapkan ?, aku mengharapkan dirimu lebih memiliki waktu untuk kami, isteri dan juga anakmu," jawab Indah.
" Bagaimana dengan kekayaan ku ?."
" Kekayaan mu ?, apa hubungannya denganku ?, aku tidak mempunyai hak untuk mengatur kekayaanmu. Itu semua adalah milikmu yang nantinya akan kamu wariskan pada anak-anakmu."
" Kamu tidak mengharapkan nya ?."
" Apakah yang aku berikan selama ini cukup untuk kalian ?."
" Lebih dari cukup, dan masih tersisa sangat banyak. Aku menyimpan nya untuk masa depan Laras bersama uang sisa penjualan rumah besar yang Mas berikan padaku dulu," jawab Indah dan ia menatap ke mata Dirga ingin mengetahui apa maksud dari pertanyaan nya.
" Ambil kertas itu dan bacalah, maka kamu akan mengerti mengapa aku begitu cepat berada dirumah Zenia !," kata Dirga pada Indah.
Dengan ragu-ragu Indah mengambil surat yang tadi diletakkan di meja dan membacanya.
__ADS_1
" Darimana Mas mendapatkan surat ini ?," tanya Indah tidak percaya.
" Aku mengambilnya dari berkas pendaftaran sekolah yang diberikan Zenia untuk aku tanda tangani."
" Aku sama sekali tidak percaya dia dapat melakukan hal seperti itu ?."
" Aku juga tidak percaya, tapi kau sudah membacanya bukan ?."
" Lalu apa yang akan Mas lakukan ?, Mas boleh membenci Zenia, tetapi Mas harus memikirkan Amora. Jangan sampai kebencian Mas berakibat fatal pada perkembangan Amora."
" Aku tahu. Dan aku setuju bila Amora akan meneruskan SMA nya di Australia agar dia dapat bebas dari pengaruh ibu nya. Aku berencana untuk memberikan kalian saham perusahaan sebesar 10%. Sementara untuk yang lainnya kalian sudah memiliki masing-masing bagian yang lumayan besar." jawab Dirga.
" Kau tahu, cara yang dilakukan oleh Zenia pernah dilakukan olehku juga, tapi apa yang dilakukan nya sangat kasar dan sangat tidak berperasaan." kata Indah tersenyum ketika teringat dengan apa yang dulu pernah dia lakukan pada Dirga.
" Benar. Tapi kamu hanya meminta hak mu sebagai isteri ku agar aku dapat memenuhi kewajibanmu sebagai suami," jawab Dirga tersenyum ingat apa yang dilakukan oleh Indah saat ia sudah sangat bergairah, bukan mendapat pelayanan dari isterinya tapi ia justru diberikan kertas kosong untuk ditandatangani olehnya.
" Bagaimana kalau aku memberikan kertas kosong lagi padamu agar dapat Mas tanda tangani," goda Indah sambil mencium mesra dada Dirga yang membuatnya tertawa.
" Apakah kamu bermaksud mengajakku bercinta Nyonya ?," tanya Dirga melihat godaan yang dilakukan oleh Indah.
" Benar sekali Tuan, dan aku akan meminta bayaran yang sangat besar ," jawab Indah dengan suara yang sengaja dibuat seksi.
" Bagaimana kalau aku memberimu seorang anak lagi ?, bukankah itu sangat besar ?," goda Dirga yang segera membalikan tubuh isterinya agar berada dibawah nya.
__ADS_1
" Anak ?, aku rasa itu bayaran yang sangat besar, dan aku bersedia menerimanya," jawab Indah tertawa.
" Kamu sangat nakal dan aku menyukainya." kata Dirga dan tidak berapa lama sudah tidak terdengar lagi percakapan diantara mereka karena yang terdengar adalah suara yang hanya dimengerti oleh mereka yang sedang bercinta.