
Bandara Changi sangat ramai dan terlihat Dirga sedang menelepon sementara Indah dan Laras duduk menunggu sambil menikmati minuman di restoran.
" Papa menelepon siapa Mam ?," bisik Laras pada Indah.
" Karyawan Papa yang sudah ditugasi untuk menjemput kita."
" Oh, kok belum juga datang ?."
" Makanya Papa menelepon," jawab Indah membuat Laras cemberut.
" Apakah sudah ada yang berangkat untuk menjemput kita ?," tanya Indah saat Dirga duduk di kursi yang berada disampingnya.
" Sudah, sebentar lagi Ibra sampai disini," jawab Dirga.
" Apakah kita akan menginap di hotel ?," tanya Laras.
" Tentu sayang, dan untuk acara besok, akan diadakan dikediaman Rizal dan hanya dihadiri oleh kerabat dekat saja," jawab Dirga.
Dari kejauhan terlihat seorang lelaki muda berjalan cepat menuju mereka.
" Papa, itu yang nama nya Ibra ya ?," tanya Laras menunjuk ke satu arah.
" Benar. Dia adalah Ibra."
" Selamat sore, saya minta maaf telah membuat Tuan dan keluarga menunggu lama," katanya ramah .
" Bisa kita pergi sekarang ?," Kata Dirga setelah membalas sapaan Ibra dengan anggukan kepala.
Mereka mengikuti langkah Ibra menuju parkiran dan tidak berapa lama mereka sudah meninggalkan area bandara Changi.
Mereka sudah memasuki wilayah hotel, dimana Dirga dan Rizal menjadi pemiliknya.
" Selamat sore Tuan. Kami menyambut kedatangan Tuan beserta keluarga," sapa manager hotel yang bernama Michael.
" Terima kasih Michael. Anda bisa perintahkan salah seorang pegawai untuk mengantarkan isteri dan putriku ke kamar nya, sementara ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu," kata Dirga memberi perintah pada Michael.
" Baik Tuan."
__ADS_1
" Sayang , kalian ke kamar dulu. Papa akan menyusul, karena ada beberapa hal yang perlu Papa bahas dengan Michael."
" Oke."
Indah dan Laras menuju kamar mereka dengan diantar oleh salah seorang pegawai hotel.
" Silahkan Nyonya, silahkan hubungi kami bila ada yang Nyonya butuhkan dan memerlukan pelayanan dari kami."
" Terima kasih."
" Selamat istirahat dan selamat berlibur," ucapnya dengan ramah.
Indah memasuki kamar besar dan meletakkan tas nya dilantai yang berkarpet sebelum keluar dan mengetuk pintu kamar Laras yang berada didepan kamarnya.
" Laras, buka pintu nya sayang ," kata Indah sambil mengetuk pintu kamar.
Laras membuka pintu kamarnya dan terlihat ia baru selesai mencuci kaki.
" Ada apa Mam ?," tanya Laras.
" Biarkan saja Mam, nanti Laras akan merapikannya sendiri." cegah Laras.
" Sudahlah. Kalau kamu menginginkan sesuatu pesan saja melalui layanan kamar oke !."
" Oke Mama... Mama istirahat saja, sudah rapi kan ?."
" Iya sayang.., ya sudah Mama kembali ke kamar ya."
" Ya Mam." jawab Laras.
Setelah berganti pakaian, Laras segera duduk ditempat tidur dan mengambil handphonenya.
" Halo Raisya, lagi ngapain ?," tanya Laras pada teman sebangkunya.
" Eh, dimana kamu. Abis posting klarifikasi ga ada kabar lagi."
" Maaf, eh, siapa sih yang posting soal aku di cegat Amora cs ?, kurang kerjaan banget."
__ADS_1
" Kamu gimana sih ?, memangnya semua siswa disini semuanya suka sama Amora ?, ya pasti ada yang ga suka lah sama dia."
" Terus pihak sekolah ada komentar ga ?."
" Untung kamu sudah posting, kalau belum bahaya tuh buat Amora. Tapi dia juga salah sih, udah kelas 3 masih aja cari masalah. Eh besok kamu ada acara ga, teman-teman mau main kerumah kamu, mau ngajak rujak kan,"
" Aku lagi ga dirumah. Kemungkinan baru pulang hari Minggu malam."
" Oh, kamu sedang liburan ?."
" Begitulah...,"
" Oke deh, nanti aku sampe in sama temen-temen. Jangan lupa hari Senin bawa oleh-oleh nya."
" Sip..."
Laras baru saja meletakkan handphonenya di meja ketika ada panggilan masuk.
" Ya Mam..."
" Sayang, sebentar lagi kita makan malam ya," kata Indah pada Laras.
" Ya Mam. Aku akan siap-siap." jawab Laras.
Kemudian ia kembali mengganti bajunya kembali setelah itu ia keluar untuk menemui orangtuanya .
Mereka bertiga menuju restoran yang berada di hotel.
" Mau pesan apa sayang ," tanya Dirga membuat Laras nyengir.
" Aku mau steak aja Pap. Sedangkan untuk minumnya, terserah Mama aja," jawab Laras.
Mereka menikmati makan malam sambil berbicara ringan mengenai acara esok.
" Jadi Laras, besok siang itu hanyalah pertunangan antara kamu dan Bram. Kami tidak akan memaksa kalian untuk menikah bila kalian tidak merasa cocok tetapi kalian harus mempunyai alasan yang jelas mengapa tidak ingin melanjutkan ke pernikahan. Sementara untuk pernikahan akan dilaksanakan setelah kamu berusia di atas 17 tahun. Dengan usiamu sekarang kemungkinan saat kamu kuliah."
" Ya. Laras mengerti," jawabnya.
__ADS_1