Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 63.


__ADS_3

Hari sudah beranjak malam ketika Laras turun dari kamarnya setelah seharian ini ia merasa lemas dan kurang fit.


"Gimana Ka, sudah lebih segar badannya?," tanya Indah yang sedang bermain bersama Danish.


"Sudah Mam. Mama masak apa?," tanya Laras langsung menuju meja makan.


"Mama sudah makan?," tanya Laras.


"Belum. Nanti kita makan bersama ya, atau Kaka mau makan duluan?."


"Engga ah, bareng Mama aja," katanya mengambil potongan buah yang berada di piring.


"Oh ya Kak, acara disekolah itu hari Sabtu pagi atau malam?," tanya Indah.


"Jum'at siang Mam."


"Oh gitu. Berarti kamu ga perlu ijin ya hari Sabtu nya, soalnya Mama tadi lupa pesan tiketnya malah Sabtu jam 10." beritahu Indah tertawa.


"He eh. Hari Sabtu aku kan memang libur Mam."


"Kak, ada kejadian apa hari ini?," tanya Indah sambil lalu.

__ADS_1


"Ga ada kejadian apa-apa Mam. Aku tiba-tiba kepikiran soal Amora."


"Amora?, kenapa dengan Amora," tanya Indah terkejut.


Laras menatap Indah dan ia merasa ini saat yang tepat untuk membicarakan mengenai Amora dan Mama nya.


"Amora kemarin kirim pesan ke aku Mam. Dan dia kasih tau kalau sekarang dia berada di Magelang untuk melihat keadaan Tante Zenia."


"Keadaan Zenia?, Laras Mama tidak mengerti sebenarnya ada apa sih?, Papa juga sepertinya tidak mau cerita."


"Aku kira bukan Papa ga mau cerita tapi karena Papa tidak tahu. Sejak Tante Zenia kembali dari Korea dan mengalami kegagalan dalam operasi plastik yang dia lakukan, Tante mengalami depresi, Sementara Dicky yang pada awalnya perhatian malah menipunya. Untunglah sebagian aset punya Papa sudah menjadi milik Amora, jadi Dicky tidak bisa mengganggunya. Operasi yang gagal, Papa yang mengajukan gugatan cerai serta Dicky yang meninggalkan dirinya dengan membawa uang tunai serta perhiasan membuat Tante Zenia depresi berat dan harus dirawat di Rumah sakit khusus."


Indah menatap Laras seperti tidak percaya dengan penjelasan yang diberikan oleh putrinya karena dalam pemikirannya tidak mungkin seorang wanita seperti Zenia yang memiliki harga diri tinggi dan juga otak pintar bisa mengalami kejadian seperti itu.


"Itulah yang dikatakan Amora. Dia bilang tidak tahu harus mengatakan apa ke Papa karena Papa minta agar Amora berlibur ke Jakarta, atau kita yang akan ke sana. Dan Amora minta aku bicara ke Papa untuk menengok Tante Zenia. Walaupun Amora sendiri tidak berharap lebih. Tetapi setidaknya Papa tahu keadaan wanita yang pernah menjadi isterinya."


"Mama mengerti maksud Amora. Kalau begitu nanti Mama akan bicara dengan Papa saat kita menyusul Papa ya. Karena kalau dibicarakan sekarang juga Papa tidak mungkin bisa pulang bukan."


"Kalau gitu nanti aja kalau kita sudah kembali ke Jakarta Mam," kata Laras membuat Indah tertawa karena dia tahu maksud dari ucapannya.


"Ade sama Bibi dulu ya, Mama sama Kaka mau makan dulu,"kata Indah ketika ia melihat pengasuh Danish datang membawa botol susu.

__ADS_1


"Mba, Danish tolong dijaga sebentar ya. Kami mau makan dulu," kata Indah menyerahkan Danish pada Pengasuh nya.


"Ayo Kak, kita makan, kamu sejak pulang sekolah belum makan. Jangan sampai kamu sakit karena kalian adalah kekuatan Mama dan Papa," kata Indah mencium lembut kepala Laras sementara Danish sudah dibawa ke Kamar oleh pengasuhnya.


"Eh Mam tau ga disekolah aku punya teman yang keadaannya sama seperti aku dan Amora waktu SMP dulu," cerita Laras saat mereka baru selesai makan.


"Maksudnya?."


"Iya. Waktu aku SMP kan ada Amora sebagai Kaka kelas dan juga Kaka lain ibu. Nah sekarang ada Aryo teman sekelas ku dengan Almer kakak kelasku. Dan kelakuannya hampir sama dengan Amora dulu," cerita Laras tentang Aryo dan Almer.


"Seru dong. Eh Almer yang mana?, kalau Aryo Mama sudah tahu anaknya."


"Almer itu loh Mam yang mau ambil tempat duduk kita waktu di mall."


"Yang sama teman perempuannya?."


"Iya. Ga ngerti lah. Sepertinya mereka kurang dekat deh, sama seperti aku dan Amora dulu," katanya tertawa.


"Ya sudah sekarang Kaka bantu Mama membuat laporan keuangan ya."


"Bukannya aku disuruh menggambar Mam?," tanya Laras ingat akan tugas yang diberikan oleh Indah untuk dirinya dan Dinar.

__ADS_1


"Itukan tugas kalian. Kalau sekarang Mama minta Kaka bantu pekerjaan Mama," jawab Indah tersenyum membuat Laras nyengir.


__ADS_2