Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 97


__ADS_3

Setelah Dirga duduk di samping Indah, tidak berapa lama kemudian Abi menyusul dengan membawa kedua anak kembarnya yang usianya baru 5 tahun, lebih muda dari Daniel yang sekarang baru 4 tahun.


“Danielnya ke mana Bi?” tanya Indah pada adik lelakinya.


“Sedang minum susu sama Mba nya,” jawan Abidengan matanya yang terus mengawasi kedua anak k embarnya.


“Mau pulang jam berapa?” tanya Desi pada suaminya. Abi.


“Sekarang juga boleh,” jawab Abi melirik jam yang berada di pergelangan tangannya.


“Kami permisi dulu ya Mba. Mas Dirga.” Kata Desi sambil berdiri.


“Terima kasih ya, sudah mampir ke sini. Walaupun aku tahu kalian mampir kesini karena Mama tiba-tiba menelpon kalian saja,” jawab Indah sambil melirik Abi yang hanya garuk kepalanya yang tidak gatal.


“Kami permisi dulu Mas,” pamit Abi pada Dirga yang ikut berdiri dan menganter adik iparnya ke teras.


“Bawa mobilnya hati-hati Bi,” pesan Dirga pada Abi yang sedang membuka pintu mobil.


“Siap. Terima kasih Mas. Assalamualaikum ….”


“Waalaikum salam ….” Jawab Dirga dan Indah bersamaan.

__ADS_1


Mobil yang dikendarai oleh Abi sudah keluar dari parkiran rumah dan Bram menatap Indah dengan mata yang terlihat merayu.


“Mau keluar ga?” tanya Dirga setelah selesai menutup pintu pagar.


“Keluar kemana?” tanya Indah yang lebih memilih berjalan ke arah kebun mini yang lebih mirip dengan taman dan berada di samping rumah.


“Maunya makan di luar.” Jawab Dirga menyusulIndah yang kini sedang memilih berbaring di atas saung.


“Nanti malam saja kalau mau makan di luar. Kalau jam segini sepertinya panas. Apalagi kalau mau bawa Daniel,” jawan Indah.


“Hm. Apalagi sekarang anak itu sedang tidur ya,” bisik Dirga ikuy berbaring di sebelah Indah.


“Boleh juga,” jawab Dirga dengan kesibukan yang baru saja dia lakukan. Yaitu menciumi wajah Indah dengan mesra dan mulai menuju lekuk lehernya membuat Indah menggelinjang dan tertawa dengan kelakuan Bram.


“Masih siang ini Papa,” tegur Indah tertawa.


“Kalau siang memang kenapa? Di larang? Setahu aku tidak ada larangan bagi wanita yang menemani dirinya,” jawab Bram dengan wajah merona.


“Aku mau tiduran dulu ya Mas. Sepertinya enak tiduran di sini,” kata Indah dengan memejamkan matanya sementara Dirga masih terus menyentuh dan memberikan sentuhan pada tubuh istrinya itu.


Sementara itu di tempat lain, tepatnya di rumah keluarga Wiguna, Laras sedang menatap wajahnya di cermin sementra peralatan make up berada di atas mejanya.

__ADS_1


“Aku ga pernah pake ini? Gimana cara pakainya?” kata Laras mengeluh.


Dia tidak mengerti mengapa salah seorang pelayan Nyonya rumah mengantarkan perlengkapan make up dan mengatakan bahwa laras harus berhias. Sementara Laras sejak kecil hanya memakai bedak tabor bayi


dan baru beberapa minggu ini dia mengikuti saran mamanya untuk memakai cf alias compact powder.


Suara ketukan pintu terdengar membuat Larassegera meninggalkan meja riasnya dan berjalan menuju pintu.


“Tadi perlengkapan makeup nya sudah diterima sayang?” tanya Fira pada Laras yang wajahnya masih terliha polos.


“Sudah Mam. Tapi aku ga tau mau pakai gimana?” jawab Laras tersenyum malu.


“Mama tahu kok kalah mama kamu di rumah belum memberimu kebebasan untuk memakai makeup. Bagaimana pun usia kamu masih muda. Dan sayang sekali kalau kulit sehat kamu harus di tutupi dengan berbagai macam produk.” Jawab Fira pelan.


“Iya Mam. Mama di rumah tidak pernah memberi tahu atau membelikan aku perlengkapan makeup seperti itu,” jawab laras.


“Makanya, untuk hari ini Mama sengaja memanggil penata rias yang akan membuatmu sangat berbeda,” jawab Fira tertawa kecil sementara Bram penasaran.


“Eh. Berarti aku ga bisa ngikuti bagai mana Laras di rias Mam?” tanyanya Bram tiba-tiba.


“Astaga Bram! Sedang apa kamu di sani heran?” tanya Fira pada putranya yang sudah terlihat rapi dan wajahnya … Laras tidak bisa mengatakan apapun juga saat melihat penampilan Bram yang sangat menarik.

__ADS_1


__ADS_2