
Siswa kelas X.9 sudah datang semua, dan mereka semuanya berkumpul di lapangan untuk mendengar pengarahan dari ketua pelaksana MPLS.
Seorang siswa memasuki lapangan dengan gaya nya yang sok cool. Tubuhnya yang tinggi dan wajahnya yang tampan membuat para siswi baru terdengar riuh.
"La, itu bukannya yang kemarin ya?," tanya Dinar.
"Yang mana?."
"Itu yang diangkot."
"Masa sih?, aku ga begitu perhatikan."
"Iya tau, mentang-mentang cowoknya ganteng," kata Dinar pelan.
"Nah jelaskan, kenapa yang lain ga penting."
"Sst, diem udah mulai tuh." tegur teman mereka yang begitu terpesona dengan Ketua pelaksana MPLS yang berada didepan.
"Selamat pagi semuanya, perkenalkan nama saya Almer Fahrozi. Saya adalah siswa kelas XII. Saat ini saya masih menjadi ketua OSIS dan baru akan diganti setelah pengurus baru terpilih. Hari ini kita akan memulai kegiatan MPLS. Apakah kalian tahu apa itu MPLS?,"
"Tau..." jawab mereka semua membuat Almer tersenyum.
"Baiklah. Kalian tentu sudah mengerti semuanya. Jadi saya tidak perlu menjelaskan lebih jauh lagi. Selanjutnya saya minta perwakilan kelas yang sudah ditunjuk oleh teman-teman sekelasnya untuk maju ke depan!."
Almer memperhatikan para siswa baru saling tunjuk sesama teman mereka , terlihat kalau mereka belum mengadakan pemilihan karena diantara mereka kemungkinan besar belum saling mengenal. Karena tidak ingin waktu terbuang sia-sia, sementara masih banyak acara yang harus dilakukan akhirnya Almer bertindak tegas.
__ADS_1
"Saya mulai dari kelas X.1 silahkan maju ke depan!," panggil Almer dengan suara yang terdengar sangat tegas.
"Apakah kalian keberatan kalau kami tunjuk langsung?," tanya Almer setelah tidak ada yang maju.
"Kalau begitu Kaka Shiraz yang akan memilih perwakilan siswa dari kelas masing-masing. Ka Shiraz silahkan!."
Siswa yang dipanggil Shiraz berjalan menghampiri barisan kelas X-1 mendekati mereka dan ia membawa seorang siswa saat kembali ke depan.
"Baik. Kamu tunggu disini, sementara menunggu yang lainnya," ucap Almer.
"Baiklah, sekarang kelas X.2 dan saya harap tidak perlu kami yang memilihnya lagi, karena itu menandakan kalian tidak melakukan apa yang kami perintahkan sebelum bel sekolah berbunyi."
Setelah ucapan Almer, masing-masing perwakilan kelas maju ke depan meskipun harus terjadi keributan lebih dulu, dan hanya kelas X.9 yang terlihat tenang membuat Almer dan pengurus yang lainnya merasa heran.
Diantara kelas X-1 sampai X-9 hanya ada 3 orang siswi yang mewakili kelas mereka yaitu kelas X-5 dan X-8 dan 9 sementara yang lainnya diwakili oleh siswa.
"Nama saya Deddy Permana, perwakilan kelas X-1."
"Nama saya Dwi Anggoro perwakilan kelas X-2."
"Nama saya Cristian Theodore perwakilan kelas X-3."
"Nama saya Arie Nurawan perwakilan kelas X-4."
"Nama saya Ratna Pambudi perwakilan kelas X-5."
__ADS_1
"Nama Saya Adam Mustaqim perwakilan kelas X-6."
"Nama saya Ade Rangga perwakilan kelas X-7."
"Nama saya Melda Rosdiana perwakilan kelas X-8."
"Nama saya Larasati Sasono perwakilan kelas X-9"
Terdengar tepukan semangat dari para pengurus OSIS yang menjadi panitia MPLS pada tahun ajaran baru disekolah mereka.
"Saya ucapkan terima kasih, kalian sudah memperkenalkan diri kalian masing-masing. Selanjutnya selama 3 hari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, maka kalian semuanya yang menjadi wakil dari kelas kalian masing-masing, dan ini tidak berhubungan dengan pengurus kelas kalian nanti, tapi kalau kalian memang menginginkan tidak ada pemilihan lagi, maka kalian bisa melakukan nya lagi nanti. Apakah kalian semua mengerti?."
"Mengerti kak." jawab mereka dengan semangat.
Almer melihat siswi yang memperkenalkan diri dengan nama Laras tampak sangat senang dengan ucapannya hingga ia mendekati nya.
"Nama kamu Larasati bukan?, saya melihat kelas kalian yang terlihat tenang dan kamu langsung maju ke depan. Apakah memang itu sudah keinginan mu?," tanya Almer dengan menatap tajam Laras.
"Jadi Nama kamu Laras. Aku akan lihat apakah kamu bisa bersikap menghindar begitu saja saat berada disekolah ini," ucap Almer penuh kemenangan yang dibalas Laras dengan senyum menantang.
"Saya sama sekali tidak ada keinginan untuk menjadi perwakilan kelas, dan saya berada didepan sini hanya karena mereka yang sudah memilih saya."
"Kalian sudah mengadakan pemilihan sementara kalian belum saling mengenal. Cukup menarik, lalu mengapa kamu terlihat sangat senang?."
"Karena Kaka mengatakan bahwa yang berada didepan sini bukan berarti menjadi pengurus kelas kedepannya."
__ADS_1
"Hemm."
Almer meninggalkan Laras yang terlihat begitu berani menjawab pertanyaannya, tidak terlihat rasa ragu sedikitpun.