
Setelah mengeluarkan keluhannya, Bram dan Laras kembali menemui keluara Laras yang masih berada di tempat makan dan mereka tersenyum melihat mereka datang walaupun Bram terlihat muram.
"Ada apa?" tanya Dirga pada Laras.
"Aku atau kamu yang mau jawab?" tanya Laras pada Bram yang tiba-tiba merasa malu.
"Ga ada apa-apa kok Om," jawab Bram dengan gugup.
"Laras, kalian tidak ada yang mau menjawab dengan jujur?" tanya Dirga ingin tahu.
"Bram bertanya, bisa tidak pernikahan kami dipercepat,' jawab Laras karena Dirga terus mendesaknya.
"Kenapa kamu sudah tidak kuat ya ngadepin anak SMA?" tanya Dirga kalem.
"Om tentu tahu lah, sebagai pria dewasa bagaimana rasanya saat kita mempunyai seorang tunangan, tetapi dalam hubungan pribadi kita tidak bisa melakukannya," jawab Bram pelan sementara Indah hanya menatap Laras yang sedang menundukkan wajahnya.
"Bram, selain Laras yang masih pelajar, usia nya pun tidak memungkinkan untuk melakukan pernikahan. Hanya tersisa 2 tahun lagi kalian bisa menikah," beritahu Indah yang mengerti maksud dari ungkapan Bram.
__ADS_1
"Aku mengerti Tante. Itu tadi hanya ungkapan kekecawaan aku saja kalau aku sedang bertemu dengan Laras." jawab bram sambil nyengir.
"Kalian kan sudah mendapatkan izin, asal jangan berlebihan," goda Dirga hingga Laras yang sedang mengangkat gelas berhenti ditengah jalan.
"Astaga Papa, kenapa mesti ngomong seperti itu sih. Itu maksudnya apa coba," tegur Laras sementara Bram tertawa dengan maksud dari Dirga.
"Maaf om, sepetinya ucapan aku tadi seperti lelaki yang tidak mampu menahan diri aja ya, Karena jujur aku memang mau hubungan kami diresmikan secepatnya bukan hanya untuk cipika cipiki saja tapi untuk keseriusan dan tanggung jawabku sebagai seorang lelaki," ucap Bram dengan senyum tipis.
"Om mengerti dengan maksud kalian berdua. Nanti akan kami bicarakan pada keluarga mu mengenai keinginan mu. Tapi Laras tetap berada di Jakarta bukan setelah kalian menikah nanti?"
"Selama Laras masih bersekolah dan kuliah disini, tentu saja ia tetap berada di Jakarta, kecuali kalau pendidikannya sudah selesai baru aku akan membawanya untuk tinggal bersama denganku," jawab Bram dengan suaranya yang terdengar tegas dan meyakinkan.
"Menurutku siap atau tidak siap harus aku jalankan bukan? apalagi kami sudah bertunangan 3 tahun lebih. Seperti yang Bram katakan buatku tidak masalah karena pergaulanku dengan para pelajar berbeda dengan Bram yang berada pada pergaulan kerja. Dan aku tahu Bram pasti berat walaupun dia mencoba bersikap tidak perduli," jawab Laras sambil melirik Bram yang tersenyum dengan penjelasan Laras yang mengerti akan dirinya.
"Kalau begitu tidak ada yang lainnya lagi kan? bagaimana kalau kita kembali ke hotel. Kasihan Danish sudah mengantuk dan terlihat capek," kata Dirga pada mereka semua.
"Om.. Tante, aku bisa izin membawa Laras mengunjungi pantai Losari sementara kalian kembali ke hotel?" tanya Bram pada orang tua Laras.
__ADS_1
"Silahkan. Tapi pulangnya jangan terlalu malam karena besok kita akan mengunjungi tempat wisata yang tidak kalah menariknya dengan Pantai Losari," beritahu Dirga pada mereka.
"Om tidak perlu khawatir, aku akan mengantar Laras pulang sebelum terlalu malam dan masih dalam batas kewajaran kok," janji Bram.
"Baiklah, kalau begitu kami kembali kehotel dulu. Laras jangan lupa hanphone kamu harus selalu aktif," kata Indah mengingatkan putrinya yang sejak tadi terlihat bingung dan seperti tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.
Setelah Dirga dan Indah meninggalkan mereka dengan membawa Danish, Bram segera menggandeng tangan Laras dan membawanya masuk kedalam mobil.
"Aku sangat bahagia karena Om mau membicarakan hubungan kita agar menuju tahapan yang lebih serius lagi dengan papa ku karena aku tahu sebenarnya papa ingin kita segera bersatu dalam rumah tangga sehingga kita berdua mempunyai tanggung jawab sebagai pasangan suami isteri.:
"Tapi Say, walaupun kita nanti menikah juga kan sama saja karena kita tetap berjauhan dan sama saja bukan dengan yang sekarang?"
"Beda sayang..., setelah kita menikah maka aku memiliki tanggung jawab penih terhadap dirimu dan hanya padamu aku bisa memberikan penghasilan yang aku miliki padamu," kata Bram menjelaskan kedudukannya pada Laras.
"Terserah kamu saja lah. Aku hanya mengikuti bagaimana baiknya,"
Setelah mengendarai mobil beberapa waktu lamanya, mereka tiba di pantai Losari yang menjadi Landmark kota Makasar yang begitu terkenal. Pemandangannya begitu ndah sehingga Bram sengaja membawa Laras kesini tepat saat matahari akan tenggelam dan mereka menikmatinya bersama dengan pasangan lainnya yang sama-sama menikmati sambil memeluk pinggang pasangan mereka, sangat mesra dan memiliki kepedulian yang begitu tinggi.
__ADS_1
"Aku mencintaimu sayang, aku akan menjadikanmu sebagai mengantin remaja ku saat kedua orang tua kita mengajukan pernikahan buat kita berdua. Akan aku pastikan tidak ada halangan yang berarti karena keluarha kita sudah merestui hubungan kita berdua."