
Mereka begitu menikmati acara yang diadakan oleh panitya MPLS yang diketuai oleh Almer, walaupun pada awalnya mereka sangat tidak puas dengan keterlambatan acara serta waktu yang selalu ber ubah-ubah. Tetapi berkat pengalaman Almer setiap mengadakan kegiatan maka semuanya berlangsung dengan sangat baik dan lancar sehingga para siswa merasa sangat puas.
Setelah acara disekolah selesai, Laras dan DInar kembali pulang kerumah mereka masing-masing setelah menunggu Pak Didi yang sangat terlambat menjemput mereka.
Laras segera masuk ke dalam rumah setelah Dinar meninggalkan rumah nya dan menuju rumahnya yang berada dirumah Laras.
"Kak, kamu baru sampai?" tanya Indah yang sedang berada didapur.
"Iya Mam, tadi ban mobil nya kempes jadi lumayan lama baru sampe rumah," jawab Laras sambil mencuci kakinya dan ia langsung menuju kelantai 2 tempat kamarnya berada.
"Kak, kamu jangan lupa siapin barang-barang kamu untuk dibawa besok ya! jangan terlalu banyak yang penting haarus ada pakaian dalam. Sudah biasa kan?" kata Indah sebelum Laras menghilang ke kamarnya karena ras.
"Ya Mam. Kita jadi berangkat pagi kan?" tanya Laras.
"Iya. Jadi ingatkan mama!"
"Siap Bos!"
Laras baru kali imi merasa sangat gembira ketika akan bertemu dengan Bram, padahal sebelumnya ia tidak pernah merasa seperti itu, sehingga ia merasa sedikit khawatir kalau rasa cinta dan perhatiannya terhadap Bram membuat dirinya posesif karena sifat seperti itu yang sangat dibencinya dan selalu dihindari olehnya mauupn oleh ibunya pada saat hubungannya dengan ayah mereka yang saat itu jarang pulang dan lebih sering bersama wanita lain.
__ADS_1
Laras baru saja selesai mandi ketika handphonenya berbunyi dan dia sudah tahu siapa yang menelponnya.
"Halo Yang, sedang apa?" tanya Bram yang tersenyum melihat Laras hanya mengenakan kaus rumahan bergambar snophy salah satu kartun kesayangannya.
"Aku baru selesai mandi. Kamu sedang apa Say?" tanya Laras sambil nyengir karena ia mulai membiasakan dirinya dengan sebutan Say sementara Bram dengan kata Yang.
"Aku menyukainya ketika kamu memanggilku dengan sebutan seperti itu," ucap Bram tersenyum puas.
"Benarkah? baguslah kalau kamu suka. Oh ya apa kamu sudah tahu kalau kami akan naik penerbangan pagi?" tanya Laras untuk memastikan.
"Hmm, Om Dirga sudah mengatakannya padaku kemarin. Tapi kami tidak bisa menjemputmu karena bertepatan dengan kunjungan kami ke proyek bersama dengan Pak Gubernur. Kamu tidak keberatan bukan?"
"Benarkah tidak masalah?" tanya Bram dengan perasaan bersalah.
"Hey, tenang saja. Kok tumben sih punya perasaan seperti itu? apa ada sesuatu yang tidak kamu katakan padaku?" tanya Laras dengan sikap curiga.
"Kamu apaan sih Yang bicara seperti itu?. Aku tidak enak kalau tidak menjemputmu langsung soalnya aku kan yang memintamu untuk datang kesini," jawab Bram menjelaskan maksudnya agar Laras tidak salah paham dengan sikapnya.
"Iya aku ngerti. Kan kamu yang merasa seperti itu, kalau kami sih biasa saja."
__ADS_1
" Tadi jam berapa sampai dirumah? Bagaimana acara disekolah kalian?" tanya Bram mengalihkan pembicaraan.
"Aku belum lama sampai rumah dan langsung mandi soalnya keringatan sekali. Acaranya sangat bagus dan Almer lumayan membat acara tersebut hidup walaupun pada awalnya sangat membosankan."
"Almer? siapa dia?" tanya Bram dengan nada yang terdengar tidak suka kalau Laras menyebut nama pria lain.
"Kakak kelas ku. Dan bagaimana denganmu? Jadi mampir ke Jakarta kan sebelum kembali ke Singpura?" tanya Laras.
"Jadi, karena aku akan menjadi pengawal gadisku agar tidak ada pria lain yang berani mengganggunya meskipun hanya dengan bercanda," jawab Bram kalem tetapi Laras tidak menyukainya karena dibalik kata-kata yang diucapkan oleh Bram mengandung arti bahwa Laras dilarang bergaul dengan teman pria.
"Kamu mau tahu apa yang akan aku katakan setelah mendengar jawabanmu? aku tidak suka dengan pernyataanmu itu," ucap Laras langsung sehingga Bram tertawa dengan keras.
"Kamu itu sangat berterus terang ya?, Bagaimana aku melarangmu bergaul dengan teman pria kalau temanmu sendiri lebih banyak pria nya dibandingkan dengan teman wanita. Sekarang tidurlah dan jangan lupa untuk memimpikan diriku dan bayangkan apa yang akan kamu lakukan saat kita berjumpa besok!" kata Bram dengan penuh perhatian.
"Baiklah, kamu juga istirahat. Selamat malam Say."
"Selamat malam juga Sayang. Love you,"
"Too," jawab Laras tertawa geli mendengar jawabannya sendiri.
__ADS_1
Dan mereka pun menutup telepon agar bisa istirahat dengan baik.