Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 15.


__ADS_3

Hari itu Laras pulang sekolah lebih cepat dan ia diantar oleh salah seorang guru pendamping.


" Apakah Ibu mu ada dirumah ?," tanya Bu Indri.


" Kalau sekarang Mama masih dikantornya, Mama biasanya pulang ketika saya sampai dirumah Bu ," jawab Laras meringis kesakitan sambil mengeluarkan kunci rumah.


" Apakah dirumah mu ada orang yang bisa menjagamu ?, ibu menyesal, seharusnya tadi ibu membawamu ke dokter sebelum mengantar mu pulang," kata Bu Indri ketika mereka sudah berada didalam rumah.


" Di rumah ada Mba Sri Bu, dia yang akan menemani saya," jawab Laras dan ia memegang perutnya ketika merasakan nyeri.


" Ya Allah Neng, Neng Laras kenapa ?," kata Sri yang baru muncul dari belakang.


" Ibu yang bernama Mba Sri, saya Bu Indri guru pendamping Laras. Laras tadi merasakan sakit pada perutnya. Dan saya malah langsung membawanya pulang bukannya ke dokter lebih dulu."


" Tidak apa-apa Bu, nanti Laras ke dokternya sama Mama," kata Laras.


" Baiklah Mba, sebaiknya Laras di bawa ke kamarnya supaya dia istirahat!."


" Eh iya Bu. Terima kasih ya Bu sudah nganterin Neng Laras." kata Sri pada Indri.


" Iya Mba, saya permisi dulu karena harus kembali ke sekolah."


" Iya Bu ."


Setelah mengunci pintu, Sri membawa Laras ke kamarnya dan membantunya berbaring.


" Kenapa Neng, apa yang dirasa ?," tanya Sri khawatir, karena 3 tahun dia bekerja dirumah Indah, dia belum pernah melihat anak majikannya sakit, apalagi sampai meringkuk menahan sakit.


" Perutku rasanya sakit banget Mba ," kata Laras meringis.


" Saya telepon ibu ya Neng ?, soalnya Mba ga tau mau ngasih obat apa biar sakitnya mendingan," kata Sri cemas sekaligus panik.


" Iya Mba, tapi jangan bikin Mama panik." kata Laras yang mulai keluar keringat karena rasa sakitnya begitu terasa.


Dengan cepat Sri menelepon Indah dikantornya.


" Halo Bu, ini Neng Laras pulang cepat, tadi,-


" Ada apa dengan Laras, Mba tolong jaga Laras, saya akan segera pulang ," kata Indah memotong perkataan Sri.


Sri memandang telepon ditangannya dan ia melihat Laras yang masih memegang perutnya.


" Neng, bagaimana kalau perutnya di kasih minyak kayu putih dulu. Ibu katanya udah mau pulang," kata Sri sambil membuka tutup botol minyak kayu putih.


" Iya Mba ."

__ADS_1


Sri mengoleskan minyak kayu putih pada bagian perut Laras sementara gadis itu masih tetap meringis.


" Neng bagaimana kalau minum air kelapa hijau. Katanya air kelapa hijau banyak manfaatnya."


" Siapa yang mau beli Mba ?."


" Mba punya nomor telepon nya Neng, kan yang jual keponakan Mba Sri, nanti minta dianterin aja."


" Terserah Mba aja," jawab Laras.


Sri segera menelepon Keponakannya agar dia bawakan air kelapa hijau dan tidak berapa lama air kelapa sudah berada di gelas.


" Ini Neng coba diminum. Siapa tahu perut Neng Laras enakkan," kata Sri.


Laras segera meminum air kelapa yang diberikan Sri kemudian ia meminta Laras agar berbaring sementara ia memijat lengkungan telapak kaki Laras tanpa mengetahui apa hubungannya antara perut yang sakit dengan lengkungan telapak kaki.


Sri melihat Laras mulai tenang dan tidak meringis kesakitan lagi sehingga ia meneruskan memijatnya sampai gadis itu tertidur.


Indah memasuki rumah seperti angin ribut dan ia langsung menuju kamar Laras dan wajahnya terlihat begitu cemas juga khawatir karena sejak kecil Laras belum pernah sakit.


" Mba Sri, bagaimana keadaan Laras ?," tanya Indah ketika dilihatnya putri nya tertidur dan masih terlihat bekas keringat di atas bibirnya dan juga dahinya.


" Apa yang kamu rasakan sayang, Mama benar-benar khawatir," ucap Indah cemas dan juga sedih.


" Maaf Bu, tadi Laras baru saya kasih minyak kayu putih sama minum air kelapa hijau. Soalnya saya ga tau mesti ngasih obat apa biar Neng Laras ga kesakitan," kata Sri pelan.


" Maaf Bu, saya kebelakang dulu, soalnya pekerjaan saya belum selesai." kata Sri pada Indah yang masih duduk di samping Laras.


" Iya Mba, sekali lagi terima kasih ya."


Indah sedang merapikan rambut Laras ketika mata putrinya terbuka dan memandang wajah Indah dengan tersenyum.


" Hai Mam, kapan Mama sampai rumah ?," tanya Laras membuat Indah merasa lega.


" Laras ?, apa yang kamu rasakan sayang ?, Mama benar-benar khawatir." kata Indah sambil mengelus rambut putrinya.


" Tadi perut ku rasanya sangat sakit Mam, nyerinya ga ketulungan," jawab Laras.


" Bagaimana sekarang, apakah masih terasa sakitnya ?, Mama tadi sudah mendaftar ke dokter Shinta."


" Udah lebih baik mam, tapi rasanya daleman yang aku pakai seperti basah Mam," jawab Laras dan ia segera bangun berniat ke kamar mandi, tetapi ia langsung menjerit begitu melihat seprei yang menjadi alas tidurnya tadi.


" Ada apa Laras ?," tanya Indah cemas dan ia tersenyum ketika melihat apa yang membuat Laras menjerit.


" Sayang, Mama rasa kamu mengalami menstruasi. Dan ini yang pertama kalinya," beritahu Indah.

__ADS_1


" Apa sakit perut Laras karena mau menstruasi ?."


" Benar sayang, sebentar Mama ambil pembalut dikamar ya," kata Indah dan tidak berapa lama ia sudah kembali.


" Laras sudah tahu bukan cara memakinya ?, sekarang ganti pakaian Laras semuanya dan pakai ini," perintah Indah penuh rasa sayang.


" Iya Mam, terus bagaimana dengan seprei nya ?."


" Nanti Mama yang membawanya ke tempat cuci. Laras bersihin diri sekarang ya !."


" Ya Mam."


Setelah Laras berada dikamar mandi, Indah segera mengambil seprei dan mencucinya dengan memasukkan nya ke mesin cuci.


" Neng Laras bagaimana Bu ?," tanya Sri ketika Indah berpapasan dengan Sri yang baru mengangkat pakaian.


" Tidak apa-apa Mba, rupanya dia sakit perut karena haid."


" Oh, memangnya Neng Laras tidak tahu kalau mau haid Bu ?."


" Tidak Mba, karena ini pertama kalinya." jawab Indah tersenyum.


" Wah.. ternyata Neng Laras udah mengalami puber ya Bu ?."


" Iya Mba, terima kasih udah beri Laras air kelapa hijau ya Mba, karena itu membantu melancarkan haidnya."


" Iya Bu."


" Saya keatas dulu Mba,"


" Iya Bu, saya juga mau setrika dulu."


Indah kembali memasuki kamar Laras dan dilihatnya putrinya baru selesai memasang seprei.


" Maaf ya Mam sudah membuat Mama panik dan meninggalkan pekerjaan Mama,"kata Laras sambil memeluk Indah.


" Laras adalah kesayangan Mama, Mama tidak mau terjadi sesuatu padamu," katanya mengelus kepalanya dengan penuh kasih sayang.


" Laras juga sayang Mama."


" Sekarang sudah jam makan siang, bagaimana kalau kita makan sekarang ?."


" Mama tidak kembali kekantor ?," tanya Laras ketika mereka berada di meja makan.


" Tidak. Mama tadi sudah bilang sama Tante Desi untuk menggantikan Mama menemui klien."

__ADS_1


" Ooh," jawab Laras.


Ketika Indah memutuskan untuk menjual rumah besar dan mewah pemberian Dirga, uang penjualan rumah tersebut dia pakai untuk membeli rumah yang ditempati nya sekarang, dan sisa nya yang masih cukup besar sebagian dia tabung untuk masa depan Laras dan sebagian lagi dijadikan modal usaha bersama dengan Desi kekasihnya Abi yang sekarang menjadi iparnya dan mereka membuat usaha jasa design interior dan kontruksi sesuai dengan keahlian mereka.


__ADS_2