
Laras bersama dengan teman-temannya berjalan keluar menuju mobil Indah yang sudah diparkir dibawah. Sementara itu Amora keluar dari dalam mobil dan melihat sekeliling sekolah Laras.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Indah mendekati Amora yang senyum-senyum sendiri.
"Aku suka Mam. Walaupun tidak mungkin aku bisa sekolah disini. Aku tahu sekolah ini salah satu sekolah pavorit di Jakarta. Sedangkan nilaiku ... aku yakin tidak akan bisa menembusnya," jawab Amora tertawa.
"Ya Mama sangat bangga saat Laras bisa di terima di sekolah ini. Dari sekolah mereka hanya Laras dan Dinar yang diterima." jawab Indah dengan rasa bangga yang tidak dapat disembunyikan.
"Memang sekolah ini sangat bagus Mam. Nah itu Laras sudah datang," beritahu Amora pada Indah.
"Anak itu, Teman-temannya lebih banyak anak lelaki. Untung saja Bram sudah tahu bagaimana Laras bergaul." ujar Indah saat melihat Laras yang berjalan menghampiri mereka diikuti oleh teman-teman pria nya.
"Maaf Mam, Laras lama." katanya sambil mencium tangan Indah dan saling adu tangan dengan Amora. Sementara teman-temannya saling senggol-senggolan untuk minta di kenalin dengan Amora.
"La, kenalin kita dong!" pinta Fachri pada Laras.
"La, udah ngobrolnya, kita mau kenalan nih!" ujar Tisna tidak sabar.
"Iiiih, ga sabar banget sih. Amora ... Kenalin teman-temanku. Yang rambutnya keriting ini namanya Fachri dan ... "
"La, kita bisa kenalan langsung kok." kata Fachri memotong kalimat Laras membuat gadis itu cemberut.
__ADS_1
"Halo, Aku Fachri. Aku adalah salah seorang pelindung Laras di kelas. Jadi kalau ada yang mau macam-macam sama Laras harus melewati aku dulu," katanya memperkenalkan diri pada Amora yang hanya tertawa menanggapinya.
"Aku Amora. Kakaknya Laras," jawab Amora setelah tawanya reda.
"Yaaa. Ga usah bilang kakaknya Laras kenapa. Kalau begitu kita seperti gimana gitu," kata Aris tertawa. "Aku Aris"
"Kenalin Kak, Aku Aji"
"Yang paling ganteng Tisna,"
"Yang paling pendiam Doddy,"
Setelah semuanya saling memperkenalkan diri, Indah menatap Laras dengan pandangan bertanya.
"Ih, Tante Indah kok nanya ke Dinar sih," katanya dengan wajah merona.
"Aryo biasa Mam. Mau nemuin kakak nya dulu," jawab Laras sementara teman-temannya saling memandang tidak mengerti.
"Memangnya si Almer bikin masalah apa lagi sama Aryo. Kalau bukan tuh anak kakak Aryo, udah aku ... "
"Apaan sih Ris. Mereka kan kakak adik, biarin aja Almer nemuin adiknya," tegur Indra.
__ADS_1
"Bukan begitu Dra, Almer itu kebiasaan, maunya semua orang kasih perhatian ke dia." sahut Aris. Sedangkan Indah dan Amora hanya tersenyum saja.
"Eh, kira in udah pulang. Maaf lama ya. Maklum nemuiin anak Sultan perlu waktu," kata Aryo yang datang bersama dengan AlmerĀ yang wajahny amsih terlihat kesal sehingga menarik perhatian Amora.
"Sepertinya aku pernah kenal atau bertemu dengan dia sebelumnya. Tapi dimana ya?" kata Amora dengan suara pelan mencoba untuk mengingat-ingat wajah pria seumuran dengannya yang berdiri didepannya.
"Halo kenalin aku Aryo, aku dan Laras teman dekat yang mendapat kepercayaan dari Bram untuk menjaganya dari para lelaki yang akan mengganggunya," kata Aryo memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya yang disambut Amora dengan tawanya yang renyah.
"Wow, aku tidak megira kalau Bram sudah mengenal kalian semua. Apa kalian tahu kalau Bram ada di Jakarta?" tanya Amora tertawa.
"Tentu saja kami tahu. Karena tadi pagi Bram sudah menghubungi kami. Dan nanti malam kami akan bertemu di apartemennya," jawab Fachri dengan lancar sampai ia melihat wajah Laras yang terlihat galak.
"Waduh, keceplosan ," kata Fachri yang segera mendapat pukulan dari teman-temannya sementara Laras cemberut saat tahu Bram mengundang teman-temannya tanpa mengatakan sesuatu padanya.
"Ga pantes cemberut gitu. Emangnya kita mau ngapain sih. Jangan khawatir kami akan jujur kok," kata Tisna dengan gaya konyolnya sehingga Laras tertawa.
"Mora, kenalin kakaknya Aryo, namanya Almer. Aku sengaja meminta Aryo untuk mengenalkan Almer karena kamu mungkin ragu kalau harus bergaul dengan kami, jadi aku mengenalkan Almer yang tidak lain kakak kelas ku sama seperti dirimu tingkatannya," kata Laras mengenalkan Almer pada Amora yang masih mencoba untuk mengingat.
"Hey, aku Almer. Senang berkenalan dengan mu. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Almer mencoba mencari tahu.
"Aaah, aku ingat. Kamu adalah penumpang pesawat yang waktu itu salah bawa tas. Waktu itu tanpa sengaja kamu membawa tas milikku karena warna dan modelnya yang sama," kata Amora dengan semangat.
__ADS_1
"Kau benar. Tapi itu sudah sangat lama bukan. Hampir 2 tahun lebih. Aku suka karena kamu masih mengingatnya," kata Almer dengan wajah yang begitu bahagia sekaligus gembira karena gadis yang begitu menarik perhatiannya justeru masih mengingat dirinya.
"Amora. Laras dan kalian semuanya, Tante minta maaf karena tidak bisa berlama-lama disini." kata Indah ketika anak-anaknya seperti tidak ingin pergi meninggalkan sekolah.