Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 45.


__ADS_3

Laras dan Bram berjalan-jalan disekitar restoran yang berada disalah satu hotel milik Dirga dengan Danish yang berada dalam gendongan Laras. Beberapa pengunjung memperhatikan mereka dan hampir semuanya merasa heran bahkan mencela mereka.


"Sayang ya, mereka sepertinya keluarga mampu dan terpelajar, tapi masih muda sudah menggendong anak. Bagaimana bisa mereka mendidik dan menjaga anak dengan baik kalau mereka sendiri tidak bisa menjaga diri." ucap salah seorang pengunjung saat berpapasan dengan Laras dan Bram.


Mendengar ucapan orang tentang mereka membuat Laras dan Bram hanya tertawa dan senyum-senyum.


"Berarti kamu belum pantas gendong anak Yang," goda Bram geli.


"Bodi ah, gimana orang ngomong. Kasihan Mama harus ngurus Danish sendirian kalau aku ga bisa gendong adik."


"Iih nih bocah. Maksud aku kalau kita nikah sekarang dan kamu langsung punya anak maka seperti itulah anggapan mereka tentang kita."


"Yeee, mana aku tahu.., sepertinya emang kaya gitu kalau kita nikah muda," kata Laras sambil nyengir membuat Bram gemas dan langsung menarik pundaknya dan mereka melanjutkan berjalan-jalan dengan tangan Bram yang merangkul bahu Laras, tidak perduli pada tatapan orang-orang yang berpapasan dengan mereka.


"Bram, kamu gendong Danish dulu ya, aku mau ke toilet sebentar," kata Laras begitu ia melihat toilet tidak jauh dari mereka.


"Ya udah,aku sama Danish nunggu di sana ya!," kata Bram sambil menunjuk gerai handphone.


"He eh."


Laras segera menyerahkan Danish pada Bram agar menggendongnya dan ia pun segera menuju toilet.

__ADS_1


Laras sedang mencuci tangannya ketika ia mendengar percakapan dari 2 orang perempuan muda yang usianya mungkin sama dengan Bram.


"Gila, aku ga salah lihat kan, kalau yang gendong anak kecil itu Bram?," kata wanita cantik dengan rambut coklatnya.


"Bram yang mahasiswa dari Singapura?, tapi dia sudah lulus kan."


"Ya memang udah lulus, cuma ga sangka, cowok kalem dan cool kaya dia ga taunya udah punya anak. Pantas aja dia ga perduli sama kita semua."


"Tapi aku salut sama dia, dia ga berpaling sama mahasiswi yang aku rasa tidak kalah cantiknya sama isteri atau siapapun cewek dia."


"Bener. Aku memang sempat berpikir bahwa Bram sudah mempunyai kekasih, tapi ga sampe udah punya anak," kata wanita yang satunya sambil tertawa.


Sambil tersenyum geli, Laras keluar dan segera menghampiri Bram yang masih menggendong Danish.


"Udah, Danish biar aku yang gendong aja. Lumayan berat dia. Kita balik ketempat mereka aja yuk, sepertinya Danish udah ngantuk."


"Oke."


Laras dan Bram kembali ketempat orang tua mereka berada.


"Laras, besok Bram akan meninggalkan Indonesia dan kamu juga akan melanjutkan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, apakah kamu tidak ingin melanjutkan di Singapura, jadi kalian bisa tetap berdekatan?," tanya Syafira lembut.

__ADS_1


"Maafkan aku Tante, aku ingin sekolah disini dan mungkin saat kuliah aku baru bisa melanjutkan diluar negeri."


"Iya Mam, kan aku juga bisa berkunjung kesini atau Laras bisa liburan ke sana," jawab Bram.


"Kamu tidak khawatir Laras dilirik pria lain?, apa kamu tidak lihat kalau Laras sudah menjadi remaja putri yang cantik?," tanya Syafira membuat mereka yang mendengarnya tertawa.


"Kalau kami berdekatan, aku justru khawatir nanti khilaf Mam. Bener ga Yang?," kata Bram sambil mengedipkan matanya pada Laras yang dijawab dengan cibiran.


"Khilaf maksud kamu?," tanya Rizal tidak mengerti.


"Pah, seperti yang Mama katakan, Laras sekarang menjadi remaja putri yang cantik dan aku sudah tahu sejak lama, karena 2,5 tahun aku sudah mengenalnya. Dan terus terang aku tidak rela bila ada pria lain yang mendekati dirinya. Dengan jarak yang berjauhan kami akan belajar untuk setia dan saling menahan diri. Kalau kami terus berdekatan sedangkan kami belum halal, apakah justru tidak berbahaya?, aku tidak mau masa remaja Laras bersama dengan teman seusianya harus berakhir karena kami menikah."


"Aku tidak mengira pemikiran mu bisa sejauh itu Bram. Papa bangga padamu."


"Ya aku juga bangga karena Laras akan mendapatkan seorang suami yang bisa berpikir jauh dan bertanggung jawab. Kalian tidak perlu khawatir, kami sebagai orang tua Laras akan menjaga dirinya untuk tetap setia pada tunangannya yaitu Bram."


"Bagaimana dengan mu Laras?, apakah kamu bersedia untuk menjaga hatimu hanya untuk Bram?."


"Aku akan berusaha Tante."


"Baiklah kalau begitu kita sebagai orang tua merasa tenang karena kalian bisa bersikap dewasa diusia muda kalian." ucap Indah dan Syafira tersenyum sependapat dengan calon besannya.

__ADS_1


Setelah bahasan tentang Laras dan Bram, mereka akhirnya kembali kerumah masing-masing karena besok Keluarga Rizal Wiguna akan kembali kerumah mereka di Singapura.


__ADS_2