Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 89


__ADS_3

Hari ini Amora akan kembali ke Australian untuk kembali melanjutkan sekolahnya setelah sempat terganggu karena ia memilih untuk merawat Zenia yang pada kenyataannya tidak sakit.


"Mora, kasih kabar ke mama atau papa kalau kamu sudah tiba!" ucap Indah.


"Ya Mam. Aku akan memberi kabar ke Mama. Terima kasih karena Mama ada saat aku membutuhkan," ucap Amora dalam pelukan Indah.


"Hati-hati. Jangan pernah menyembunyikan sesuatu dari kami, karena kamu adalah anak mama."


"Ya Mam. Sekali lagi terima kasih," sahut Amora sebelum dia melepaskan pelukan Indah dan berjalan masuk.


Indah masih memandang Amora sampai gadis itu sudah tidak terlihat lagi dan ia baru pergi meninggalkan bandara. Baru saja dia masuk ke dalam mobil, ponselnya sudah berbunyi dan ternyata Dirga yang meneleponnya.


"Halo sayang, sudah kembali atau masih ada di bandara?" tanya Dirga dengan suranya yang terdengar lembut.


"Ini masih di parkiran. Ada apa kok tumben?"


"Tumben? Memangnya papa ga boleh telepon Mama?"


"Tentu aja boleh. Sayang, mama hari ini mau langsung ketemu Ardi. Papa bisa datang ga?"


"Ketemu Ardi?  Untuk apa?"


"Bahas proyek yang kemarin di tolak oleh Desi," jawab Indah.


"Ya sudah. Mama ketemu dengan papa dulu, nanti baru ketemu dengan Ardi," jawab Dirga/


"Oke, Mama tutup dulu teleponnya."

__ADS_1


Setelah Indah menutup teleponnya, ia segera keluar parkiran dan menuju kantir Dirga yang berada di pusat kota.


Di ruang kerjanya yang besar dan elegant, Dirga menatap keluar jendela. Wajahnya tersenyum penuh kebahagiaan. Ia sangat beruntung memiliki Indah sebagai isterinya yang selalu mengerti akan kebutuhan dirinya dan juga mampu menjaga dan mendidik anak-anaknya dengan pernuh kesabaran dan tanggung jawab.


Dirga baru saja kembali duduk di kursi kebesarannya ketika terdengar suara interkom di mejanya.


"Ya Meta, ada apa?"


"Maaf pak. Di bawah ada Pak Dicky ingin bertemu," beritahu sekretarisnya.


"Di bawah? Ada perlu apa?"


"Menerut resepsionis, ada hal pribadi yang ingin di sampaikan pada Pak Dirga."


"Kalau begitu, suruh dia temui aku di lantai B. 2 ruang 3," jawab Dirga setelah berpikir cukup lama.


"Lantai B,2?"


"Baik Pak."


"Dan katakan pada sekuriti agar berjaga-jaga. Aku tidak mau dia bertindak macam-macam.


"Baik Pak. Akan saya sampaikan pada keamanan."


Dirga masih memandang interkomnya dan bertanya dalam hati apa maksud dan tujuan Dicky menemui dirinya.


Setelah mengirim pesan pada Indah agar isterinya langsung menemui Ardi dan menunggunya di ruang kerjanya, Dirga segera keluar dari ruangannya menuju lantai B.2 untuk menemui laki-laki yang menjadi penghibur Zenia saat wanita itu kesepian dan banyak mengambil keuntungan dari wanita itu.

__ADS_1


Dicky sangat tersinggung ketika bagian resepsionis mengatakan kalau Dirga akan menemuinya di ruang istirahat sekuriti yang berada di lantai basement. Ia tidak mengerti apa tujuan Dirga.


"Apakah laki-laki ini seperti yang pernah dikatakan Zenia. Sangat menjaga privasi nya. Aku akan lihat bagaimana reaksinya bila mengetahui berita yang aku sampaikan. Berani bayar berapa dia agar aku bisa tutup mulut," ucap Dicky dengan mata licik.


"Apakah kau sedang merencanakan sesuatu?" tegur suara berat yang berasal dari pintu.


"Oh, selamat siang Pak Dirga. Aku tidak mengira pimpinan perusahaan yang sangat besar menerima tamu di ruangan seperti ini," kata Dicky sambil mengulurkan tangannya yang tidak dianggap oleh Dirga.


"Aku sudah berada di sini. Bukankah kau bilang ada yang akan kamu sampaikan?" tanya Dirga dengan pandangan tajam menyelidik.


"Benar. Dan apa yang akan aku sampaikan adalah berita yang sangat besar dan dapat merusak nama baik Anda," jawab Dicky.


"Benarkah? Selama ini aku tidak perduli dengan berita buruk atau pun jelek. Dan menurutku kamu tidak mengenal diriku dengan baik," jawab Dirga mulai mengerti tujuan Dicky menemui dirinya.


"Benarkah? Aku yakin berita yang akan aku katakan sangat penting bagi kehidupan Anda, Pak Dirga. Bagaimana kalau publik tahu kalau Anda telah membiarkan isteri pertama Anda menderita dan harus menjalani perawatan karena gangguan mental,"  kata Dicky.


"Jadi kau datang kesini untuk menyampaikan berita tersebut. Aku akan mengatakan padamu bahwa aku sudah menyiapkan laporan atas penipuan yang kau lakukan pada Zenia dan juga pengalihan kekayaan Amora secara ilegal. Yang berhak mengatur kekayaan Amora adalah aku. Dan kamu telah melakukan kejahatan dengan sangat terencana. Aku sudah meminta pihak yang berwenang untuk membekukan semua aset Amora sejak lama. Jadi, silahkan menjalani tuntutan dari pihak yang sudah kamu tipu, karena aset Amora tidak dapat di kuasai oleh siapapun," beriahu Dirga dengam kalem.


"Tidak mungkin?"


"Mengapa tidak? Cara yang kamu lakukan sangat jelas terlihat. Dan mengenai Zenia, kau tahu apa penyebabnya? Karena dia sudah tertipu dan terlena dengan rayuanmu. Kamu pergi setelah menguasai kekayaannya."


"Tapi dia memberikannya secara sukarela?"


"Benarkah? Aku akan buktikan bahwa tanda tangan Zenia sudah dipalsukan oleh mu. Sama seperti tanda tangan ku yang coba kamu palsukan. Sayang sekali kamu tidak mendapatkan contohnya. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau kau bisa mengambilnya," sahut DIrga.


"Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi, dan aku lebih memilih untuk memberi saran padamu agar segera menyiapkan pengacara yang dapat membantu mu keluar dari masalah, dari pada mencari masalah baru dengan ku!"

__ADS_1


Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Dirga meninggalkan Dicky yang masih berdiri mematung. Tidak percaya dengan kalimat yang baru dia dengar.


"Bagaimana laki-laki itu bisa mengetahui semuanya. Benar yang dikatakan Zenia, sangat sulit membuatnya terpancing untuk mengikuti keinginan orang lain," gumam Dicky memandang Dirga yang berjalan menjauh.


__ADS_2