
Laras menatap Bram dengan pandangan bertanya karena pria itu senyum-senyum sejak ia menyimpan handphonenya.
"Kamu kenapa sih?, ga jelas senyum sendiri," tanya Laras cemberut.
"Suka aja, kau tahu artinya kalau Tante Indah hamil?," tanya Bram menggoda Laras.
"Apa?, aku tau artinya bahwa aku akan mempunyai adik bayi dan pasti sangat lucu," ucap Laras tertawa geli.
"Itu artinya Tante Indah tidak akan begitu ketat lagi memperhatikan mu?."
"Lalu?."
"Ih nih cewek, kalau kamu punya adik, berarti Tante Indah akan melonggarkan pengawasannya padamu?."
"Kamu salah Bram. Mama tidak pernah mengawasi ku secara berlebihan. Bagi orang lain mungkin beranggapan seperti itu, tetapi aku justru gembira, karena sesibuk apapun Mama, dia tetap memperhatikan dan mau tahu apa yang aku lakukan, dan aku yakin itu semua untuk kepentingan ku. Aku terkadang tidak mengerti pada temanku dan juga padamu kalau mengira aku keberatan pada sikap Mama ."
"Aku minta maaf."
"Sudahlah. Bagaimana kalau sekarang kita pergi?, kau tahu Mama minta aku pulang sebelum jam 7," kata Laras sambil mengambil tas nya.
"Hey, jangan lupa bawa kotak dari Mama!."
"Iya tahu."
Tidak berapa lama Bram dan Laras sudah berada didalam mobil yang dikemudikan oleh Bram.
"Katanya kamu mau ke mall, mau ngapain sih?," tanya Bram saat Laras hanya sibuk dengan handphone nya.
"Lupa apa ya, kalau aku bilang aku mau cari sneaker."
"Iya..., eh gimana kalau kita ke bioskop?."
"Eh ga bisa. Waktunya ga cukup buat nonton."
"Ya udah kita akan cari sepatu saja buatmu."
__ADS_1
"Sambil cari makanan ya?,"
"Makanan apa?."
"Steak atau bakso, yang penting bukan nasi."
"Yang, kenapa sih kamu ga suka nasi?, Nasi itu makanan pokok khususnya Indonesia."
"Ga tau. Aku suka tapi kalau aku disuapi kalau makan sendiri ga tau kapan selesainya."
"Itu sih sifat kamu yang manja aja."
"Emang."
"Kalau aku yang suapi bagaimana?, aku tidak akan keberatan kok."
"Gak, ntar malah bikin aku malu aja,"ujar Laras membuat Bram tertawa.
Tanpa terasa mobil yang dikemudikan oleh Bram sudah tiba di pusat perbelanjaan yang cukup besar.
"Mba, aku mau lihat yang nomor 38 ya!," kata Laras pada pramuniaga di counter sepatu.
"Baik Mba, saya akan ambilkan," jawab Pramuniaga toko.
"Kamu suka dengan modelnya?," tanya Bram.
"He eh."
Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, mereka meninggalkan counter sepatu dan kembali berkeliling.
Laras tertawa gembira karena ia mendapatkan sepatu dan juga pakaian yang ia inginkan.
"Bram. Makasih ya untuk waktu dan belanjaan yang kamu berikan untukku."
"Hemm, kita sekarang makan ya, Tapi aku akan makan nasi, kamu ku perbolehkan tidak memesan nasi."
__ADS_1
"Oke."
Mereka sudah melakukan semuanya seharian ini, dan kini Bram akan mengantar Laras pulang.
"Menurutmu Tante akan marah tidak, aku mengantar mu melewati waktu yang sudah ditentukan?."
"Mana aku tahu, kita belum ketemu dengan papa dan mama kan?."
"Aku berharap mereka tidak akan menegurku karena mereka sedang bahagia," jawab Bram tersenyum.
Laras turun dari mobil terlebih dahulu sementara Bram mematikan mesin mobil.
"Apakah kalian lupa dengan apa yang Mama katakan?," tegur Indah begitu Bram dan Laras membuka pintu.
"Aku minta maaf Tante, karena sudah membawa Indah lebih lama dari waktu yang sudah Tante tentukan."
"Kalian masuklah!," ucap Indah dan ia duduk dengan tatapan tajam pada Bram dan juga Laras.
"Apa yang kalian lakukan seharian ini?."
" Aku minta maaf karena meminta Laras untuk menemaniku nonton film Tante, padahal Laras sudah mengingatkan aku."
"Bram, apa kamu tahu kenapa Tante menegur dirimu?, karena Tante sayang dan peduli pada kalian berdua. Terserah kamu menganggap Tante apa, tapi untuk kalian berdua Tante mau kalian bertanggung jawab pada janji yang sudah kalian ucapkan. Besok pagi kalian berdua sudah harus kuliah dan sekolah. Tante akan mengijinkan kalian pulang jam segini kalau besok kalian libur. Ya Tante akan mengijinkan kalau kalian besok libur bukan sekolah. Sekarang apakah kamu akan bermalam disini atau kembali ke apartemen?."
"Aku akan kembali ke apartemen Tante."
"Baiklah, sebelum kembali sebaiknya kamu segarkan badan mu dulu, Tante tidak ingin terjadi sesuatu padamu."
"Ya Tante."
"Kalau begitu Tante tinggal dulu."
Setelah Indah pergi, Bram melirik Laras yang senyum-senyum.
"Iya, aku tahu aku yang salah. Aku numpang mandi dulu ya, biar tubuhku agak segar."
__ADS_1
"He eh."