
Hari sudah menjelang malam saat Bram berpamitan pada orang tua Laras dan juga pada Amora dan kini dirinya sudah berada di teras bersama Laras yang bermaksud untuk mengantarnya ke mobilnya.
"Kamu ga usah mengantar sampai mobil, karena mobilku ada diluar. terima kasih karena sudah meneleponku untuk menemanimu di rumah. Sekrang kamu masuklah, sudah malam!" katanya sambil memegang tangan Laras dengan erat.
"He eh, terima kasih karena udah nemenin aku," kata Laras pelan dan ia tersenyum ketika Bram mengecup pipinya dengan lembut sebelum mengarah pada bibirnya hingga Laras terkejut dan langsung menutup mulutnya rapat-rapat sehingga Bram tertawa.
"Selamat malam sayang, selalu mimpikan diriku karena kamu hanya berhak memimpikan orang-orang yang mencintai dan menyayangi mu saja, ga boleh ada yang lainnya!" kata Bram dengan nada suara seperti mengancam membuat Laras tertawa.
"Sudah ah. udah malam. Kamu hati-hatinya, dan mimpikan aku juga dan kamu hanya boleh memimpikan orang-orang yang mencintai dan menyayangi mu saja, ga boleh ada yang lainnya. Kalau engga aku ga akan berada di antara mereka lagi," ancam Laras membuat Bram memeluknya erat.
"Aku ingin selamanya kamu berada diantara mereka karena kamu selamanya akan berada di hati dan pikiranku. Selamat malam," ucap Bram melepaskan pelukannya dan ia pun meninggalkan Laras yang memperhatikan dirinya sampai dia berada di dalam mobil. Dan ia pun melambaikan tangannya sebelum berlalu dengan mobilnya menuju apartemen.
Setelah mengantar Bram ke teras, Laras kembali masuk ke dalam rumah dan melihat Amora dan orang tuanya masih berada di ruang depan.
"Laras. Mama dan Papa sudah bicara dengan Amora mengenai rencananya untuk kuliah kedokteran dan ia sudah memutuskan untuk mengambil jurusan dokter hewan. Bagaimana denganmu?" tanya Dirga pada Laras,
"Aku belum memutuskan mau kemana Pap. Seperti yang aku katakan sejak awal aku ingin menjadi koki dan juga pengusaha, Jadi aku akan berusaha mempelajari semuanya." jawab laras sambil membuka botol yogurt yang di ambilnya di lemari pendingin.
"Apakah kamu yakin dapat berjalan keduanya?" tanya Dirga.
"Aku yakin bisa asalkan berusaha dan aku yakin aku akan berhasil selama aku memiliki kalian sebagai penyemangatku," jawab Laras.
"Baiklah, sekarang sudah malam, sebaiknya kalian istirahat. Kamu sudah menyiapkan semua keperluan sekolahmu?" tanya Indah pada Laras yang besok sudah mulai kembali sekolah.
__ADS_1
"Sudah Mam."
"Ayo Amora kamu juga istirahat, badan mama sangat capek. Mungkin besok mama akan minta Mbak Dimih datang untuk mengurut mama," kata Indah sambil berdiri.
"Selamat malam Mam. Selamat istirahat," kata Laras dan Amora berbarengan.
"Selamat malam. Laras coba kamu cek pintu sekali lagi, apakah ada yang belum dikunci atau belum!" perintah Indah dan ia menunggu Laras melakukan perintahnya.
"Sudah Mam, semuanya sudah terkunci."
"Ya sudah kalau begitu mama masuk ke kamar dulu." katanya setelah Laras kembali untuk memeriksa pintu dan jendela rumah.
"Sepertinya kebiasaan yang kamu lakukan setiap hari sangat banyak ya. Apakah kamu tidak lelah melakukan tugas tersebut?" tanya Amora.
"Aku sangat menyukai dan sangat senang berada di sini. Mama Indah tidak menganggap ku sebagai pengganggu dan ia memperlakukan diriku seperti yang kamu terima. Dan aku sangat menyukainya. Terima kasih Laras, sudah memperkenalkan ku pada kehidupan keluarga yang sebenarnya sangat aku inginkan. Dan aku merasa sangat berat kalau lusa aku harus pergi meninggalkan rumah ini," jawab Amora.
"Kamu bisa kembali kesini saat liburan, dan kami tentu saja akan sangat senang sekali. Kau tahu, di sekolah aku juga mempunyai teman yang keadaannya sama seperti kita dulu. Hanya saja mereka sudah diketahui sebagai saudara sedangkan hubungan kita baru diketahui setelah kamu sudah akan meninggalkan sekolah," kata Laras memberitahu Amora mengenai kehadiran Aryo dan Almer.
"Oh ya, sepertinya akan sangat menyenangkan untuk mengenal yang lebih tua dan mengatakan padanya bahwa sangat rugi bila bersikap bermusuhan pada saudara sendiri," kata Amora tertawa mengingat apa yang pernah ia lakukan dulu pada Laras.
"Tentu dan aku ingin kamu bertemu dengannya," kata Laras dan tiba-tiba ia mempunyai keinginan untuk mendekatkan Amora dan Almer.
__ADS_1
__ADS_1