Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 90


__ADS_3

Dicky memandang Dirga seperti sedang berpikir memikirkan dengan cara apa dia bisa membuat Dirga terpancing.


"Seberapa besar dia menyayangi Amora, Apakah dia bisa mengikuti apa yang aku inginkan bila aku memakai Amora sebagai senjata?" pikir Dicky sementara Dirga menatapnya tajam dan mengancam.


"Ada yang ingin kamu sampaikan lagi?" tantang Dirga dengan mata menyelidik.


"Terus terang, aku menemui Anda karena aku membutuhkan banyak uang untuk membangun usaha ku. Dan... Aku berharap Anda membantu ku... ah bukan, aku meminta Anda untuk memberikan modal yang sangat besar tanpa harus menggantinya," ucap Dicky hingga Dirga menaikkan alisnya dengan wajah geli.


"Menurut Anda apa yang akan dirasakan oleh Amora kalau teman-temannya tahu kalau dia mempunyai ibu yang mempunyai gangguan mental? Atau kepulangannya ke Indonesia bukan untuk berlibur melainkan untuk merawat ibunya?" tanya Dicky tersenyum licik sementara Dirga memandangnya dengan ketenangan luar biasa.


"Apa tujuanmu? Mau merusak hidup putriku? Apa kau tahu ancaman yang diberikan pada seorang pria dewasa yang melakukan ancaman pada seorang siswa pelajar?" tanya Dirga.


"Aku tidak mengancam. Aku hanya bertanya bagaimana perasaan Amora bila teman-teman satu sekolahnya mengetahui keadaan yang sebenarnya."


"Apa kamu akan mengatakan pada mereka?"


"Hanya bila Anda tidak memberikan aku modal. Terus terang aku tidak menginginkan hal seperti itu. Tetapi seperti yang sudah Anda katakan tadi bahwa tidak ada gunanya aku mencoba mengambil aset Amora karena Anda masih menguasainya. Jadi mengapa aku tidak meminta langsung pada Anda?"


"Kau berusaha memerasku?" tanya Dirga dengan mata menyipit/

__ADS_1


"Tidak. Aku tidak memeras Anda, aku hanya meminta Anda memberikan aku modal usaha secara cuma-cuma dan aku jamin Amora akan hidup tenang," jawab Dicky.


Dirga menatap Dicky sambil geleng kepala sementara bibirnya tersenyum sangat puas hingga Dicky merasa curiga dengan senyuman di bibir pria dewasa yang berdiri di depannya dan terhalang dengan meja tulis.


"Apakah dia berusaha menjebakku? Tidak mungkin. Aku tiba di sini lebih dulu dan aku sudah periksa tempat ini sebelum dia datang. Tapi jelas sekali, senyum di bibirnya adalah senyum kemenangan." pikir Dicky cemas.


"Ada apa?" tanya Dirga masih tersenyum.


"Apa yang Anda rencanakan?" tanya Dicky.


"Tidak ada. Aku hanya bersyukur karena kamu sudah mengatakan rencana mu langsung dan sangat jelas sehingga aku bisa melakukan tindakan pencegahan," jawab Dirga.


"Aku akan pergi. Pikirkan bagaimana Amora," ucap Dicky hingga wajah Dirga berubah kelam dan Dicky tertawa karena ucapannya berhasil membuat Dirga terpengaruh.


"Aku tidak yakin Anda bisa melakukan hal tersebut," sahut Dicky dengan sikap meremehkan.


"Benarkah? Kalau begitu silahkan bapak-bapak bawa orang ini ke kantor Anda. Saya rasa bukti yang bapak-bapak dengar sudah cukup untuk membuatnya tidak berkutik," ujar Dirga mengejutkan Dicky yang segera berbalik dan melihat beberapa orang pria tegap memasuki ruangan sekuriti tempat mereka berbicara.


"Kau... Kau sudah melakukan kesalahan dengan menjebakku Dirga. Aku tidak akan tinggal diam. Aku akan merusak anak mu. Kau harus ingat itu. Aku tidak akan melepaskan anakmu!" ancam Dicky.

__ADS_1


"Pak polisi, apakah di benarkan bila melakukan pemukulan untuk membela diri karena ada orang yang secara jelas mengancam keselamatan keluarganya?" tanya Dirga pada Polisi.


"Tidak dibenarkan melakukan kekerasan Pak Dirga. Tetapi sebagai seorang ayah yang baik tentu saja hak kita untuk menjaga keselamatan anak-anak kita," jawab Polisi dengan tegas.


"Jadi begitu," kata Dirga berjalan mendekati Dicky yang sudah di borgol tangannya.


Dan tanpa di duga oleh Dicky, Dirga melancarkan serangan berupa pukulan di wajah mulus lelaki yang sudah berhasil menyulut emosinya hingga polisi segera bertindak mencegah pemukulan pada Dicky.


Dirga, walaupun usianya sudah tidak muda lagi, tetapi dia adalah seorang pria yang  rajin berolah raga dan selalu berlatih tinju, tentu saja memiliki kekuatan pukulan yang dapat merusak wajah apalagi dilakukan dengan sangat keras. Itulah yang terjadi pada wajah Dicky. Pria itu mengalami luka yang sangat buruk hingga membuat Dirga menatapnya curiga.


"Apakah kamu melakukan operasi plastik seperti Zenia juga? Ya Tuhan... Kalian berdua ternyata sama saja. Apa yang diinginkan pria muda seperti mu hingga harus operasi plastik? Apakah kamu sebenarnya perempuan?" tanya Dirga lagi hingga wajah Dicky memerah sementara polisi ikut memperhatikan wajah pria yang tangannya di borgol dengan curiga.


Dengan suara tertawa yang begitu keras, Dirga menatap wajah Dicky yang sudah mendapat pukulan darinya.


"Apakah Zenia tahu kalau kamu itu sebenarnya perempuan? Siapa yang menikahkan kalian saat aku tidak ada?" tanya Dirga lagi.


"Pergi kau ke neraka!" ucap Dicky kasar sementara Dirga hanya menggelengkan kepala, tidak habis pikir dengan kenyataan yang baru ditemukannya kalau Dicky adalah seorang wanita sementara Zenia selingkuh dengan Dicky ketika Dirga tidak memberinya kepuasan.


"Benar-benar gila..." katanya.

__ADS_1


"Baiklah Pak Dirga, saya akan membawa Pak Dicky ke kantor dan kami menunggu Bapak membuat laporan sementara salinan bukti rekaman yang berisi percakapan bapak dengan Dicky akan kamu bawa."


"Silahkan Pak Polisi. Saya akan membuat laporannya dengan segera," jawab Dirga.


__ADS_2