Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 23.


__ADS_3

Rumah keluarga Wiguna sangat besar dan mewah, terletak dikawasan Clement park menempati lahan yang begitu luas hingga rasanya seperti berada ditengah taman dengan pemandangan yang sangat indah.


Laras memegang tangan Mama nya, tiba-tiba ia merasa gugup karena mengetahui keluarga Bram Wiguna sangat kaya begitu mengetahui bahwa keluarga Wiguna memiliki rumah tinggal yang super mewah, karena bagi warga Singapura suatu kemewahan bila memiliki rumah tapak, apalagi yang super mewah dengan lahan yang sangat luas.


" Tenanglah. Kami ada bersama mu ," bisik Indah memberi dukungan pada putrinya.


Mereka disambut oleh Keluarga Wiguna yang terdiri dari Kakek dan Nenek Bram serta orang tuanya.


" Selamat datang..., Aku sangat bahagia ketika mendengar Bram akan menikahi putri cantik mu Dirga," sambut Rizal membuat Laras dan Bram melemparkan tatapan menuduh.


" Om tahu sayang, bukan sekarang menikahnya," goda Rizal ketika memergoki anak-anak mereka seperti siap berdebat.


" Kau tahu Indah, Se marah apapun Bram, dia selalu mampu mengendalikan diri, itulah sebabnya aku begitu gembira ketika ia berjanji akan menikahi putrimu, karena artinya hanya pada Laras dia tidak mampu mengendalikan dirinya," ucap Syafira, Mama nya Bram.


" Ya, aku juga terkejut ketika mereka saling berdebat. Padahal Laras anak yang tidak mudah untuk cepat akrab pada orang yang baru pertama ditemuinya ," jawab Indah .


" Ya, coba lihat mereka berdua. Baru pertama kali kami melihat Bram bersikap seperti itu." jawab Syafira menunjuk putra putri mereka yang terlihat saling melempar kata.


Laras maupun Bram tidak melihat bahwa orang tua mereka sedang memperhatikan apa yang sedang terjadi.


Bram sebagai pria muda begitu terpesona ketika melihat Indah yang begitu cantik dan mempesona hingga sesaat lamanya ia berdiri mematung sampai Rizal menyapa tamu mereka.


Disaat orang tua mereka sedang berbincang, Bram menarik tangan Laras menjauh dan ia menyatakan kekagumannya.

__ADS_1


" Hey cewek galak, ternyata kamu cantik ya kalau berdandan. Aku tidak mengira kalau kamu bisa secantik ini," kata Bram memuji.


" Kenapa sih kamu kalau memuji ga Ikhlas begitu ?," katanya cemberut.


" Ga ikhlas gimana ?," tanya Bram heran.


" Kalau bilang cantik, ya cantik aja, ga usah pake cewek galak segala," jawabnya ketus.


" Ih dasar bawel, suka-suka aku lah, mau bilang galak, bawel mulut aku sendiri, yang bicara juga aku sendiri," jawab Bram tidak perduli.


" Iya memang, tapi kan obyeknya aku, jelas aja aku ga suka."


" Ya udah kalau ga suka ga usah didenger, udah bagus ada yang muji kamu," kata Bram membuat Laras kesal dan bermaksud mencubit Bram tapi pria itu menghindar.


" Awas kamu, dasar cowok pecicilan, suka ceroboh main masuk aja,"


" Siapa yang pecicilan, memangnya aku cewek. Heh siapa bilang aku ceroboh."


" Kalau kamu ga ceroboh ga bakalan ada acara beginian."


" Memangnya kamu ga suka ?, kalau beneran ga suka ngapain dateng ?," omel Bram jengkel.


" Kamu...,-

__ADS_1


" Bram, Laras kemari lah ," panggil Tuan Rashid kakeknya Bram.


" Bram dan juga Laras, kalian adalah cucu Kakek, dan dengan pertunangan ini membuat kalian belajar untuk lebih mengenal satu sama lainnya. Kami berharap besar kalian berdua bisa melanjutkan pada tahapan yang lebih serius, karena sebagai orang tua, Kakek tidak ingin mengucapkan kalimat yang tidak baik untuk hubungan kalian. Belajarlah untuk saling mengenal, memahami, menyayangi dan pada akhirnya saling mencintai." ujar Kakek.


" Bram pakaikan cincin pada jari tangan Laras " ucap Kakek dan Syafira memberikan cincin pertunangan pada Bram agar dipasangkan dijari Laras.


Laras menatap cincin bermata berlian yang sangat indah dengan model sederhana hingga tidak menarik perhatian.


" Laras, sekarang pakaikan cincin di jari Bram ," ucap Kakek dan Indah memberikannya pada Laras agar dipasangkan pada jari Bram.


Mereka sudah memakai cincin pertunangan dan terlihat keluarga mereka begitu bahagia.


" Baiklah. Kami keluarga dari Bram telah melakukan tahap awal dari janji putra kami, kami harap hubungan keduanya berjalan dengan baik seiring berjalannya waktu." ucap Kakek dan ia memeluk Bram penuh rasa bangga, karena cucu nya berani bertanggung jawab dan memenuhi janjinya.


" Bram, saat ini kamu kuliah di Jakarta, maka akan mempermudah menjalin hubungan dengan Laras. Jadilah pria baik dan bertanggung jawab. Dan Laras, usiamu masih belia, kakek harap kamu bersedia menerima Bram dan belajar untuk mengenalnya lebih jauh. Janganlah kalian berdua memperdebatkan suatu masalah kecil hingga menjadi besar. Apakah kalian berdua mau berjanji saling belajar untuk saling mengenal, menyayangi dan mencintai ?."


" Ya Kek, Aku janji."


" Aku juga janji Kek."


" Terima kasih, kalian adalah cucu kesayangan kakek."


" Sekarang acara tukar cincinnya sudah selesai, bagaimana kalau kita menuju balkon untuk menikmati makan siang yang sudah kami siapkan," ujar Syafira.

__ADS_1


__ADS_2