Janji Dalam Cinta

Janji Dalam Cinta
Episode 73


__ADS_3

Sementara itu di kamarnya Laras sedang menerima teleon dari Amora yang mengabarkan bahwa Dirga akan datang mengunjunginya dan ia sangat gembira karena untuk pertama kalinya Dirga memberikan perhatian padanya.


"Terima kasih Laras. Aku sangat berterima kasih pada mu karena kamu bersedia menyampaikan permintaanku pada Papa. Apa kamu tahu ini adalah pertama kalinya papa memberikan perhatian pada ku. Andai saja aku tidak mempunyai dirimu yang sangat perhatian padaku mungkin aku tidak akan pernah menerima perhatian dari papa seperti yang baru saja aku terima walaupun baru berupa janji yang diucapkan melalui telepon, Tapi ini sudah membuatku sangat bahagia." ucap Amora dan rasanya dia tidak akan berhenti mengucapkan dan mengekspresikan ke bahagiaannya kalau saja suster tidak memanggilnya.


"Laras, teleponnya aku tutup dulu ya, suster memanggilku." katanya/


"Oke,"


Setelah Amora menutup teleponnya, Laras mulai membongkar isi tas dan barang-barang yang sudah dibeli nya sebagai oleh-oleh untuk temannya setelah itu ia baru mandi.


Di tempat lain, Amora berjalan mengikuti suster yang memanggilnya dan ia di bawa untuk menemui dokter yang merawat Zenia selama berada di rumah sakit.


"Nona Amora, apakah ayahmu masih ada?" tanya dokter Budi.


"Masih Dok. Tapi papa tinggal bersama isterinya yang lain setelah bercerai dengan mama. Kenapa dokter bertanya tentang papa." jawab Amora tidak mengerti.


"Begini Amora, kami merasa Nyonya Zenia memerlukan perhatian dari papa mu karena perhatian dari seorang yang pernah menjalin hubungan dekat tentu akan membuat proses penyembuhan berjalan lebih cepat. Menurut suster yang merawatnya Nyonya Zenia sering bercerita tentang cinta terhadap suami yang sangat di cintainya dan selalu memberikan apa yang di mintanya. Jadi apakah kamu bisa meminta papa mu datang dan menemani mama mu disini?"


"Aku sangat bahagia kalau mama sudah banyak bercerita tentang papa, karena itu berarti mama sudah sembuh atau mama memang tidak pernah sakit?" katanya dengan suara yang tiba-tiba curiga.


"Maksud mu?"


"Aku tidak tahu Dok. Tapi kalau mama mulai bercerita tentang papa seperti itu maka mama tidak sakit tetapi memang rencana mama untuk membuat dirinya berada disini."


"Aku sama sekali tidak mengerti." jawab Budi tidak percaya.


"Aku akan memperlihatkan pada dokter bahwa mama sudah sembuh atau selama ini mama tidak pernah sakit. Maaf dokter apakah aku bisa menelpon adikku sebentar" jawab Amora.


Amora segera menghubungi Laras, tetapi dia tidak mendapat jawaban sehingga ia mengirim pesan dan meminta Laras untuk membantunya.


Kemudian Amora dan Dokter Budi berjalan untuk menemui Zenia yang sedang berada di taman.

__ADS_1


"Halo Mam... bagaimana keadaan mama?" tanya Amora dengan senyum yang sengaja dibuat gembira,


"Siapa kamu? Amora? kamu Amora... mama sangat sayang kamu...jangan tinggalin mama sayang..."


"Amora tidak akan meninggalkan mama lagi. Dan AMora juga sudah berhasil menyakinkan papa agar membiayai operasi plastik mama supaya mama kembali cantik lagi. Apa mama tahu? papa sudah memberikan dan mengirim keuntungan perusahaan selama ini pada Amora agar digunakan untuk operasi mama dan semua yang membuat mama senang," kata Amora pada Zenia yang seperti tidak mendengar sementara dokter Budi tidak percaya dengan apa yang sedang dilakukan oleh Amora.


"Amora tahu mama tidak akan percaya kalau cuma sekedar bicara. Ini Mora membawa bukti kalau papa memang sudah setuju," kata Amora memberikan pesan yang baru saja dikirim oleh Laras atas permintaan nya.


Dengan sikap tidak perduli Zenia mengabaikan apa yang diberikan oleh Amora sehingga Amora memberikan langsung dihadapan Zenia  tepat didepan matanya.


"Benarkah Dirga memberikan semua ini untukku? kau tidak bohong bukan. Bagaimana Dirga bisa bersikap royal seperti itu? kamu bohong Amora. Dirga tidak pernah setuju kalau aku melakukan operasi palstik bahkan dia bertindak kejam dengan memblokir rekening ku saat aku berada di Korea hanya karna aku meninggalkan dirimu yang sakit dirumah. Tapi ini memang foto Dirga apakah dia sudah menganti nomornya. Amora kau harus menyerahkan uang yang dikirim Dirga padaku karena aku harus segera pergi sebelum uang tersebut di ambil kembali olehnya," ucap Zenia yang tiba-tiba bersemangat hingga Amora dan yang lainnya terkejut karena yang baru saja mereka dengar adalah tindakan paling tidak masuk akal.


"Mama memang tidak pernah menyayangi diri ku. Mama hanya perduli dengan diri mama sendiri. Mama rela berada disini dan membuatku mengabaikan pendidikanku dan datang kesini untuk merawat mama tetapi semua itu hanya tipuan mama agar papa kasihan pada mama. Mama jahat aku benar-benar membenci mama," ucap Amora menangis.


"Sudah tidak usah lebay. Kapan aku pernah perduli pada mu. Kamu itu hanya sumber keuangan ku saja dan terbukti Dirga lemah dan mengirimkan uang padamu aga aku bisa melakukan operasi. Ayo cepat bersiap-siap aku juga sudah tidak betah untuk berada disini,"


"Tidak..., Mama akan selalu berada disini karena ini adalah keinginan mama sendiri dan hanya orang sakit jiwa yang selalu memanfaatkan putri kandungnya untuk mendapatkan uang dari suami yang sudah tidak mencintainya lagi. Mama tahu kenapa papa tidak perduli lagi? karena mama sakit jiwa. Dan aku bersyukur aku mengetahui rencana mama lebih cepat. Dokter aku rasa Anda mengerti bahwa mama ku memang sakit jiwa, kalau mama menolak berada disini, maka aku akan mengajukan tuntuttan hukum karena sudah melakukan penggelapan dana perusahaan tanpa seijinku."


Amora berlari meninggalkan Zenia yang sedang berteriak karena tidak bersedia tinggal lebih lama di rumah sakit karena dia harus cepat melakukan oprasi plastik pada wajahnya sebelum teman-temannya melihat wajahnya yang sangat buruk.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2