
Udara masih terasa dingin setelah semalam hujan turun dengan derasnya, tetapi untuk seorang gadis yang baru mulai sebagai pelajar SMA seperti Larasati Sasono sangat bersemangat untuk memulai harinya.
Setelah merapikan tempat tidur dan melakukan olah raga pagi di kamarnya, Laras mendinginkan tubuhnya dan ia turun ke dapur untuk membuat minuman hangat.
"Eh, sudah bangun Kak?, sedang apa?," tanya Indah yang berjalan kearah dapur.
"Iya Mam, lagi pengen susu hangat," jawab Laras.
"Sarapan mau dibuatkan apa kak?, bagaimana kalau sup ayam asparagus. Dingin kaya gini sepertinya enak tuh," kata Indah membuat Laras tertawa.
"Aku sih ikut menikmati aja Mam. Tapi aku kan sudah pesan ketupat sayur sama Mba Sri kemarin," jawab Laras merasa bersalah.
"Mba Sri ngasih kabar, katanya penjualnya libur. Nih tadi dia kirim pesan ke Mama. Soalnya Mama juga pesan lupis sama dia," kata Indah tertawa.
"Ya udah, berarti Mama masak sup. Tapi keburu ga Mam, sebelum aku berangkat?," tanya Laras ragu.
"Keburu. Masih pagi kok. Ayo bantu Mama siapkan bahan-bahan nya!," kata Indah kalem.
Mereka menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sarapan agar bisa siap sebelum Laras berangkat sekolah.
"Kak, kamu mandi sana, ini hanya tunggu matang aja, sebentar lagi juga siap!," kata Indah setelah mereka bekerja bersama di dapur.
"Oke Mam, aku tinggal dulu ya," kata Laras.
Jam baru menunjukkan pukul 5.20 ketika Laras sudah rapi dan ia turun dari kamarnya.
"Papa belum bangun Mam?," tanya Laras.
"Sudah, tuh ada didepan sama Danish," beritahu Indah.
__ADS_1
"Kamu sarapan lebih dulu aja Kak, soalnya Papa terlalu pagi katanya kalau sarapan sekarang," kata Indah pada Laras.
"Iya Mam, aku ngerti kok," kata Laras yang sudah duduk sementara Indah menyiapkan sup dan kentang goreng untuk putrinya.
"Teman kamu mau datang jam berapa?."
"Katanya sih sebelum jam 6, mungkin sebentar lagi," jawabnya.
"Mam, memangnya harus ya?."
"Harus apanya?."
"Aku mesti nemenin Bram?."
"Kalau Mama pribadi sih tidak ada keharusan karena kalian kan belum menikah, tapi untuk menelepon nya dan melakukan Videocall untuk memberikan dukungan itu wajib, agar Bram merasa diperhatikan oleh mu. Ingat Bram adalah pria yang menarik bukan hanya penampilan fisiknya tetapi kekayaan yang dimilikinya akan membuat wanita mencoba berbagai cara untuk menggoda dan merayunya. Untuk itulah mama tidak setuju bila Kaka menemani dan menginap bersamanya meskipun kalian tidur dikamar terpisah tapi kalian hanya berdua, sementara kalian masih bertunangan dan belum menikah," ujar Indah menjelaskan mengapa ia tidak setuju bila Laras pergi menemani Bram meskipun saat akhir pekan.
"Lihat nanti aja deh Mam," jawab Laras yang sudah menyelesaikan sarapannya.
Sementara itu diluar, Dinar baru tiba dirumah Laras dan ia bertemu dengan Dirga yang sedang bermain bersama Danish di teras.
"Selamat pagi Om, saya Dinar temannya Laras," sapa Dinar gugup pada Dirga dan ini adalah ketiga kalinya ia bertemu dengan Dirga yang terlihat gagah dan tampan meski usianya sudah tidak muda lagi.
"Masuk, Laras sepertinya sedang sarapan. Kamu sudah sarapan belum?," tanya Dirga ramah.
"Sudah Om. Saya tunggu diluar aja," jawab Dinar terlihat sungkan dan segan untuk bicara dengan Dirga.
"Om panggil Laras ya," ujar Dirga dan ia membawa Danish dalam gendongan nya masuk kedalam untuk memanggil Laras.
"Kak, temannya sudah menunggu diluar tuh," beritahu Dirga pada Laras yang baru turun dari kamarnya.
__ADS_1
"Iya Pap. Pak Didi sudah datang?," kata Laras sambil memasukan botol minuman kedalam tasnya.
"Sudah sejak tadi. Mama kemana?," kata Dirga.
"Mama disini, ada apa Papa mencari Mama?," tanya Indah sambil mengedipkan mata.
"Bertanya aja."
"Mama, Papa aku berangkat dulu ya," kata Laras berpamitan.
"Hati-hati ya sayang, ingat selalu jaga diri dan bersikap sopan pada orang yang lebih tua." pesan Indah saat Laras mencium tangannya.
"Iya Mam, Mama tidak usah khawatir," jawab Laras dengan senyum diwajahnya.
"Ingat Kak, kalau ada yang berbuat jahat padamu segera laporkan pada pihak sekolah," pesan Dirga.
"Siap Pap."
"Kami berangkat dulu Om, Tante," kata Dinar berpamitan.
"Ya hati-hati."
Kemudian Laras dan Dinar masuk kedalam mobil Dirga yang mewah, karena Dirga sudah berpesan pada Didi untuk memakai mobilnya sebab ia akan berangkat pagi juga.
"La. Ga salah nih kita diantar mobil papa kamu?," tanya Dinar pada Laras.
"Ya engga lah, buktinya kita berada didalam mobil ini," jawab Laras tertawa.
Pagi ini lalulintas mulai tersendat dan Laras merasa beruntung karena mereka berangkat lebih pagi sehingga mereka tidak terlambat sampai disekolah.
__ADS_1