
"Assalamualaikum... " ucap salam nico dan Aini bareng.
"Sudah selesai urusan nya,.?" terdengar suara tua yang serak dan berat suara itu terdengar sangat familiar ditelinga Aini.
"Kakek... " Aini sedikit berlari menghambur dipelukan sang kakek buyutnya.
"Semua sudah ditakdirkan untuk berada dijalan nya masing-masing nduk,.." Aini masih betah berada dalam rengkuhan sang kakek tidak peduli meskipun disana Nico dan kakek Bimo memperhatikannya dan menganggap nya seperti anak kecil, yang pasti Aini benar benar membutuhkan bahu untuk bersandar dan sebuah pelukan hangat untuk mensupport nya kala dia sedang terpuruk dalam kesedihan.
"Aini tahu kek.. sangat tahu,tapi apakah aku tidak diperkenankan untuk menangis walaupun sebentar saja?" kakek buyutnya menepuk pundak Aini dengan lembut, meskipun kakek buyut Aini berwajah datar tapi kakek buyutnya juga penuh kasih sayang saat bersama cucunya itu.
"Kek... apakah saya mampu menjalankan semua tugas yang diberikan padaku nantinya kek... jujur saya sangat kurang siap mengingat kedua bayiku saat ini." kakek buyut Aini perlahan melepaskan pelukannya dia berusaha mensejajarkan pandangan nya kearah cucunya itu.
"Kakek sangat yakin kamu mampu nduk,ingat benih yang ada didalam rahimmu itu adalah benih terpilih dari seorang Devon tanpa pria itu sadari dia juga keturunan dari seorang lelakon dari prajurit juga seorang punggawa kerajaan kepercayaan prabu Siliwangi juga tangan kanan prabu Siliwangi dimasa lalu hanya saja semua hilang terkikis dengan waktu,dan sekarang kau tahu bukan darimana sisi lain dari seorang Aditya?" Aini mengangguk pelan.
"Karena sifat temperamen nya dia akhirnya memutuskan sesuatu yang sakral yang dilarang oleh agama,jika kau lebih menelaah lagi kalian memang ditakdirkan berjodoh hanya sebentar nduk...!!" jelas kakek buyutnya.
Sementara kakek Bimo dan Nico hanya mendengarkan semuanya tanpa berani bersuara ataupun menyela, mendengar kakek Bimo mengatakan bahwa Aini dan Aditya sudah tidak ditakdirkan berjodoh hati Nico kini berbunga-bunga itu artinya dia ada kesempatan untuk mendekati Aini.
"Sekarang kau istirahat lah nduk ada sesuatu yang harus kakek bicarakan dengan kakek Bimo dan pemuda itu" ucap kakek Bimo sambil menoleh kearah kakek Bimo dan Nico secara bergantian.
Aini mengangguk patuh kemudian diapun berlalu lekas menuju kamarnya, setelah pintu kamar Aini tertutup rapat kakek buyut Aini berdehem sebentar kemudian dengan wajah datarnya menatap Nico dengan intens,Nico yang ditatap sedemikian rupa sedikit salah tingkah.
"Aku harap setelah ini berakhir kau harus membawa cucuku jauh dari negara ini selama beberapa tahun,... " Nico terkesiap mendengar ucapan kakek buyut Aini.
"Bimo katakan pada cucumu tentang apa yang sudah kubicarakan tadi kepada mu,. dan ingat ini hanya kita bertiga saja yang tahu..." kakek Bimo menatap kosong kedepan kemudian beralih menatap cucunya tak lama kemudian kepalanya mengangguk pelan.
__ADS_1
"Aku pergi sebentar ada urusan yang harus aku selesaikan,aku akan kembali sebentar lagi." setelah mengucapkan demikian kakek buyut Aini pun menghilang.
"Kau kemari... kekamar kakek segera,.." titah kakek Bimo tanpa ada bantahan,Nico tahu jika kakeknya sudah bicara seperti itu pasti ada sesuatu yang akan terjadi Nico hanya menatap kakeknya pasrah ' ini pasti ada hubungannya dengan Aini ,. aku yakin itu' batin Nico bermonolog.
'Apapun itu semoga baik untuk Aini,..' kembali Nico masih bergulat dengan pikirannya.
"Kenapa kek...??" Tanpa basa-basi Nico bertanya ada apa kakeknya menyuruh nya untuk bicara dikamar.
"Kakek ingin kau melakukan sesuatu dan ini semua tas persetujuan kakek buyutnya Aini,.. kakek juga sudah meminta bantuan Daddy mu hanya dia saat ini yang bisa kakek mintai bantuannya" bola mata Nico membola dalam sekejap.
"What the hell... are you kidding me grandpa...??" Nico bertanya sekaligus merutuki kakeknya,apa maksud kakek Bimo mengatakan hal itu?, Nico merasa tidak terima bagaimana pun juga dia sudah tidak mau berurusan dengan laki-laki bajin**n itu lagi.
"Kalau kau ingin bersama dengan Aini lakukan apa yang kakek katakan dan ini juga permintaan dari kakek buyutnya Aini." kini Nico terdiam beberapa saat.
"Oke..."
"are you ready.... " ucap salah satu pemimpin dari salah satu sekte dibagian utara menginterupsi kesiapan mereka dengan suara bariton yang menggelegar bak suara ngebass yang telah masuk mic padahal tidak ada alat elektronik itu disana tapi seakan akan suara itu terdengar sangat keras diberbagai penjuru.
Mungkin suaranya diiringi dengan kekuatan magic dari Mana's Cakra tertentu hingga menghasilkan suara yang menggema diarea tersebut bahkan sangat memekakkan telinga.
"Yes Sir...." jawab pengikutnya kompak dengan suara keras dan lantang.
Begitu juga dibagian timur nampak beberapa aliran sekte yang dipimpin oleh sekutu iblis dari beberapa negara, tampak terlihat seseorang dengan berpakaian serba hitam dan bersurai silver juga bermata biru safir yang berdiri maju didepan barisan, terlihat jelas sekali kalau seseorang yang berjubah itu memimpin dari klan mereka .
Meskipun berbeda sekte dan aliran kali ini dengan satu tujuan mereka nampak kompak dalam urusan ritual persembahan black moon ini,dan tibalah salah satu dari anggota sekte tersebut menyeret seorang wanita yang bermata hijau bersurai coklat ,dari penampilan nya wanita itulah yang akan dijadikan persembahan dibagian sekte tersebut.
__ADS_1
Gadis itu melotot kearah pemimpin sekte tersebut ,sorot matanya yang tajam nampak mengungkap rasa kebenciannya yang begitu mendalam terhadap sosok berjubah itu.
" Cuihh... I promise you that if I am free from this then the first thing I will have to do is to take revenge for my sister's death,.. ( Saya berjanji kepada Anda bahwa jika saya bebas dari ini maka hal pertama yang harus saya lakukan adalah membalas dendam atas kematian saudara perempuan saya.... )" sungut gadis itu dengan sengit yang masih dengan sorot mata kebencian yang begitu membara dimatanya.
"Hahahaha.... I'll wait for that day miss... ( Hahahaha.... Aku akan menunggu hari itu nona...)" dengan tawa menggelegar sosok berjubah itu mencemooh gadis yang tak berdaya itu.
"that is if you can escape death after this... ( itu jika Anda bisa lolos dari kematian setelah ini...)" kembali pria berjubah itu mengucapkan kata-kata provokasi yang mencemooh kehadapan gadis itu dengan tangan yang mencengkeram dagu gadis itu dengan kasar kemudian menghempaskan tubuhnya begitu saja hingga gadis itupun terhuyung kesamping kirinya.
"prepare yourself,.. don't let your guard down with the slightest movement. ( persiapkan dirimu,.. jangan lengah dengan gerakan sekecil apapun )" sementara gadis bermata hijau tersebut menatap nyalang kearah pria berjubah tersebut. Nafasnya memburu dalam hati gadis itu sudah bertekad akan bisa lolos dari semua ini tinggal dia mencari peruntungan lewat apa saja yang mampu dia baca dan dia ambil keuntungan sekecil apa pun itu meskipun beresiko nyawa yang jadi taruhannya.
Sedangkan dibagian Barat nampak dari aliran kejawen dan dari beberapa daerah daerah tertentu yang sealiran dengan ilmu hitam meskipun berbeda-beda baik dari segi ilmu dan berbeda pula suku.
Disana ada suku kejawen tapi menganut aliran hitam yang tergolong dari berbagai dukun dan berbagai daerah, sedangkan dibeberapa sisi nampak dari suku suku yang ada dibeberapa bagian negeri ini, semua berkumpul jadi satu dan untuk satu tujuan kebangkitan dari iblis penguasa.
Dan konon katanya siapapun yang bisa berhasil menarik iblis yang baru dibangkitkan ini dan bisa berada di pihak nya maka dia yang berhasil itulah yang terkuat tanpa ada tandingannya.
Tapi sebaliknya jika kebangkitan iblis ini berhasil dicegah atau dilumpuhkan untuk sementara maka kekuatan yang tersegel dari iblis itupun tak akan ada yang mampu membukanya kecuali salah satu keturunan yang sudah berhasil menyegel kekuatan itu.
Dibagian selatan sendiri terdiri dari kelompok aliran putih yang akan berusaha mencegah mati Matian untuk memerangi kebangkitan itu sendiri. Aliran dari ilmu putih dari seluruh Nusantara bahkan juga dari beberapa negara juga ada dibagian ini.
Mereka dengan semangat membara untuk mencegah dan memerangi hal ini agar tidak terjadi. dan tidak akan ada kebangkitan apapun yang menyesatkan nantinya.
Kink Persiapan untuk ritual black moon pun sudah sembilan puluh sembilan persen,Astri dan para bawahannya dan juga punggawa dari mahluk astral yang didapat dari Ratu ular junjungan Astri.
Sedangkan para sekte sekte yang sudah mempersiapkan diri dan kini sudah mencapai dititik temu dimana persembahan ritual diadakan.
__ADS_1
Ketegangan diantara mereka tak terelakkan berbagai mahluk tak kasat mata yang ikut andil dan dari berbagai aliran serta sekte sekte pun sudah siap untuk berperang jika itu diperlukan.