Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 15


__ADS_3

Tak lama kemudian mobil Devan pun sudah sampai didepan gedung dimana tempat Aini bekerja sebagai karyawan biasa saja.


" Yah udah Aini pamit dulu yah Kak... makasih atas tumpangannya." Pamit Aini


" Iyah Ai... Oh yah nanti sore kalau Aku tidak sibuk Aku akan jemput Kamu " kata Devan kemudian.


" Eit... Jangan Kak hari ini Aku udah ada janji dengan Teman-teman jadi maaf sekali lagi Aku tidak bisa!" jawab Aini sedikit berbohong.


Dia tidak mau selalu merepotkan orang lain apalagi Devan, Aini merasa jadi serba salah.


Aini memang tidak ada rasa pada Devan tapi Dia sudah menganggap Devan seperti Kakak Laki-lakinya. Dan Devan pun tak menolak akan hal itu.


Bukannya merasa canggung Dia merasa bisa dekat dengan Aini itu sudah luar biasa baginya, meskipun hanya dianggap Aini sebagai seorang Kakak.


Apalagi ia tahu jika Aini susah sekali jika berdekatan dengan lawan jenis. Devan merasa bersyukur akan hal itu.


" Euhmm gitu yah... Oke see u Ai..." pamit Devan kemudian.


"Oke Kak Take care okay..." jawab Aini sambil melambaikan tangannya.


Setelah mobil Devan sudah tak nampak oleh Aini barulah Aini masuk ke gedung tempatnya mengais Rejeki.


Dan tak jauh dari tempat itu ada sepasang mata yang dari tadi sudah mengawasinya siapa lagi kalau bukan Aditya Pratama putra.


Tanpa disadarinya kedua tangannya mengepal dia cemburu siapa laki-laki itu yang sudah bisa bikin Aini ceria, dan siapa orang itu yang bisa mendekati Aini dengan begitu mudahnya.


Meskipun Dia tahu bahwa antara Laki-laki itu dan Aini tidak ada hubungan apapun,tapi Dia sangat cemburu dan Dia harus bersabar dan bersabar.


Ingin sekali Dia bisa mendekati Aini seperti Pria tadi, sementara batas waktu yang diberikan papanya sudah habis dan Dia masih meminta waktu pada Papa dan Mamanya.


Tapi sayang kedua orang tuanya pun menolak permintaan Putranya, mereka mengira Aditya tidak normal karena itulah kedua orang tuanya segera ingin menjodohkan Aditya dengan putri sahabatnya.


" Ah Aku punya ide..." kata Aditya dalam hati


" Dan Aku butuh bantuan Kakakku" tak lama kemudian Aditya pun berlalu menuju tempat ruangan kakaknya.


Tok Tok Tok


" Masuk..." kata suara didalam sana dan tanpa menunggu lama Aditya pun bergegas masuk.


" Wah... Adik Mbak ini tampak galau ada apa Dek..." tanya kakaknya


" Heemm gini Kak... Nanti malam Aku ingin mengajak Aini makan malam dirumah dan akan Aku kenalkan pada Papa dan Mama bagaimana menurut Kakak??" Kata kata Aditya pun sontak membuat Mata cantik Kakaknya terbelalak lebar.


" Kamu jangan bercanda Adit... Mana mungkin Aini mau." jawab kakaknya kemudian


" Karena itulah Aku minta bantuan Kakak pliiss... Bantu Aku Kak" ucap Aditya sambil memohon dan menangkupkan kedua tangannya.


Melihat kesungguhan Aditya Dewi pun luluh apalagi melihat matanya berkaca-kaca,tak ayal Dia pun mengiyakan permintaan sang Adik.


" Oke Kamu tunggu di ruanganmu dan Kita lihat apakah Aini mau, Kakak akan bantu sebisa mungkin" Kata kata Kakaknya sungguh sangat menenangkan hati Aditya.


" Bissmillahirrahmaanirrahiim ya Allah Izinkan Aku menjalani Sunnah Mu dengan orang yang kucintai,. Aamiin" Ucap Doa Aditya lirih...

__ADS_1


" Aamiin... Semoga Dek.." ucap Dewi dibalik pintu. Dari tadi ternyata kakaknya masih belum beranjak dari tempat itu.


Sementara itu Dewi berjalan menuju ruangan dimana para pekerja yang berada dibagian menjahit Baju baju yang sudah dalam bentuk potongan Gamis dan berbagai macam potongan baju.


Dewi berjalan perlahan sambil berfikir apa yang harus dilakukan. Bahkan setelah sampai di ruangan itupun Dewi masih belum mendapatkan ide.


" Bissmillahirrahmaanirrahiim... " dan Dewi pun masuk sambil berpura-pura mengawasi para pekerja dengan teliti.


Sementara Risma Mandor yang bagian mengawasi para pekerja pun menghampiri Dewi Dia pun terheran tidak biasanya Bu Bos nya turun lapangan ikut mengawasi " apa Jangan jangan ada masalah yah" Batin Risma


" Pagi Bu Dewi...." Sapa Risma pada Dewi sambil mengangguk hormat.


" Pagi Risma... Apa ada kendala selama ini ataukah ada kesulitan? " Tanya Dewi kemudian


" Ti tidak Bu... Semuanya lancar dan apa ada yang bisa Saya bantu Bu...?" Tanya Risma to the point


" Panggil Aini dan suruh keruangan ku!!" perintah Dewi pada Risma


" Ap apa Bu... Apakah ada kesalahan pada Anak buah Saya Bu..." tanya Risma


" Kamu tidak usah banyak bertanya dan lakukan segera apa yang ku perintahkan" perintah Dewi pada Risma penuh penekanan


" Ba baik Bu... Segera !! " jawab Risma kemudian.


Sambil menuju ketempat Aini Risma pun bingung sambil menggerutu Dia pun Ngomel-ngomel gak jelas dalam hati.


' Sebenarnya ada apa sih ?? apakah Aini melakukan kesalahan tanpa sepengetahuan ku' Batin Risma bermonolog.


" Aini... Kamu dipanggil Bu Dewi segera !!" panggil Risma pada Aini pas dekat dimeja jahit Aini.


" Yah mana Aku tahu Ai... Emang Kamu udah melakukan kesalahan apa Ai.... Sampai sampai Bu Dewi sendiri tadi datang ketempat ini." ketus Risma


Dahi Aini pun mengkerut tak urung jua diapun berhenti dengan pekerjaannya dan tak butuh waktu lama diapun segera beranjak dari tempatnya.


" Ai... Kamu ingat yah kalau sampai Kamu melakukan kesalahan dan sampai melibatkan bagian kerja kita awas Kamu...!" ancam Risma pada Aini, dan Aini pun hanya tersenyum.


" Siip..!!" Aini mengacungkan jempol sambil kedip kan sebelah matanya.


" Dasar... Nakal " gemas Risma


Sementara itu tak lama kemudian Aini pun sampai didepan pintu ruangan atasannya.


Tok Tok Tok


" Masuk..." perintah Dewi dari dalam ruangan itu


Ceklek


" Assalamualaikum Bu Dewi... Apa Ibu memanggil Saya??" ucap salam Aini pada Dewi sambil bertanya pelan.


" Iyah Aini Kamu duduk dulu " perintah Dewi. Dan tak menunggu waktu yang lama Aini pun duduk.


" Aini .. Makasih yah berkat Kamu Aku sekarang sudah tidak mengalami sakit lagi dibagian tertentu, ehmm... Begini Aku minta bantuan mu sekali lagi bisa Ai... " pinta Dewi pelan

__ADS_1


" Maaf Bu sebelumnya Saya tahu apa yang akan ibu Dewi katakan,. Ibu mau Saya membantu Pak Aditya kan Bu..." ucap Aini tanpa basa basi.


Dan Dewi pun terbelalak Dia kaget 'bagaimana Aini bisa tahu apakah Dia bisa baca hati dan pikiran ku.' batin Dewi sarkas


" jangan lupa Saya bisa menyembuhkan penyakit dan sudah pasti Saya juga bisa mendengar isi hati dan pikiran Bu Dewi." lanjut Aini berkata pada Dewi.


" Astaghfirullah... Maaf Ai Saya lupa kalau Kamu bisa melakukan itu " sesal Dewi.


" Tapi maaf Bu saya menolaknya,. Karena Saya tidak begitu mengenal Pak Adit dan Saya juga tidak mencintai Beliau, satu lagi kalau Ibu dan Pak Adit dekat dengan Saya pasti akan ada yang mengatakan Saya pembawa sial karena sebelum ini Saya pun dicap seperti itu." tolak Aini


" Tapi Ai tidakkah Kamu ada sedikit rasa untuk Adekku..." pelan Dewi bertanya pada Aini.


" Maaf Bu Saya..." belum selesai Aini melanjutkan kata-katanya terdengar suara pintu dibuka


Ceklek


" Maaf sebelumnya... Ai... Aku mohon terimalah diriku Aku tulus mencintaimu selama ini Aku selalu memantau dirimu mengawasi gerak-gerik mu,. Sejak pertama kali kita ketemu Aku sudah jatuh cinta padamu Ai... Kamu ingat kan awal mula kita ketemu? " ucap Aditya sambil memohon pada Aini.


" Tapi Pak.. Saya hanya orang miskin yang bekerja ditempat kakak Anda dan Pak Aditya tidak tahu siapa diri Saya lebih jauh, Saya punya masa lalu yang kelam. Jika Bapak melanjutkan niat Bapak Saya tahu suatu saat nanti akan ada orang yang mengenal Saya dan akan melakukan segala cara agar Anda dan keluarga Anda menjauhi Saya" ucap Aini panjang lebar


" Karena sebelum ini Saya punya citra yang buruk, bukan hanya dari kelebihan Saya tapi juga dari status Saya bahwa Saya .."


" Miskin begitu .. !? " Tanya Aditya memotong kata kata Aini.


Seketika itu juga Aini mendongakkan kepalanya dan menatap Aditya dengan tajam tapi sayu.


Hhhhhhhh... Aini pun menarik nafas dalam-dalam sambil berkata.


" Lalu Anda bisa menjamin Saya kedepannya? bukan karena uang tapi harga diri dan kehormatan Saya?" tanya Aini dan matanya pun tak lepas dari memandang mata Aditya dengan tajam sambil menyelami pikiran Aditya.


" Aku akan menjaga dan menghormati mu juga, menghargai dirimu, mencintai dirimu, bahkan aku rela melakukan apapun agar tidak ada orang yang berani menginjak injak harga dirimu dengan segala kekurangan dan kelebihan diriku Aini..." Jawab Aditya meyakinkan.


Dan Aini pun melihat kesungguhan dan kejujuran Dimata Aditya, dia pun berfikir mungkin menjalani hubungan dengan Aditya adalah satu satunya jalan agar Dia bisa melupakan Hafiz.


" Tapi Saya tidak ada rasa untuk Anda Pak" kata Aini masih lekat memandang wajah Aditya dengan tatapan yang entah.


Sakit... Itu yang dirasakan Aditya saat ini, yah... Sakit tapi tidak berdarah, tapi sebisa mungkin Aditya bersikap wajar dan normal.


" Aku akan menunggu sampai Kamu bisa mencintai diriku Ai... Tak akan lelah Aku menunggu mu percayalah" ucap Aditya meyakinkan Aini.


Sambil tersenyum Aini pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.


" Insya Allah saya mau menerima Anda Pak" jawab Aini lalu segera memalingkan mukanya kearah lain


" Alhamdulillah..." ucap Aditya dan Dewi secara bersamaan.


Plong... Itu yang dirasakan Aditya seolah olah hilang sudah beban yang tadinya menghimpitnya hingga membuatnya bernafas pun sangat sulit.


Tapi mendengar jawaban dari Aini seolah olah ada angin segar yang membasuh wajah Aditya dengan penuh suka cita.


" Baik Ai... Pulang kerja Aku tunggu didepan yah?? " dengan semangat Aditya pun segera berlalu dari tempat nya hendak menelpon kedua orang tuanya.


"Hhmm... Maaf Pak... Bapak nanti tunggu pas disaat semua karyawan udah pulang semuanya, dan dalam keadaan sepi Anda tahu sendiri situasi dan kondisinya seperti apa, jadi Saya tidak mau ada omongan yang gak jelas dan bisa menimbulkan fitnah nantinya,..

__ADS_1


##Lanjut nanti yah##


__ADS_2