Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 29


__ADS_3

Pak Harun terkesiap dengan lamunan disaat Aini pamit ingin dia menghentikan Aini ada sesuatu yang ingin ditanyakan tapi urung.


Ketika Aini hendak memutar handle pintu Aini terdiam tanpa memutar tubuhnya


"Oh iya... pulanglah Om saat ini mungkin kak Hafiz sudah sadar dari tidurnya,dan jangan lupa perjanjian kita " dihempaskan nafas perlahan Aini pun memutar handle pintu.


Dan disinilah pak Harun berada bersama putranya yang sudah terbangun dari tidurnya,tak bisa dia ungkapkan bahagia ternyata Aini menepati janjinya kini dia juga harus menepati janjinya pada gadis itu.


"Eehhmm kak... dimakan dulu buburnya ini tinggal sedikit " Andriana membuyarkan momen kebahagiaan keduanya


"Dan jangan tanya soal kak Aini lagi kak dia udh bertunangan dengan orang lain dan orang itu adalah pak Aditya,putra dari ...." belum selesai Andriana menyelesaikan kalimatnya pak Harun menginterupsi.


" Andriana benar Aini sudah bertunangan semenjak kau koma sebelum kau kembali koma untuk yang kedua kalinya kau boleh bertanya pada Devan dia yang tahu cerita kalian dan lebih baik lagi jika kamu tidak bertanya soal Aini Nak .... cukup !!" pak Harun merasa tidak cukup mempunyai keberanian lebih untuk membuat putranya menjauh dari Aini.


"Devan... dimana dia sekarang kenapa dia tidak muncul disini..."


"Apa kau merindukanku brow..." tiba tiba suara Devan sudah terdengar dan dia sudah berada diambang pintu masuk kamar.


"Hosh hosh hosh... kau tahu aku berlari sangat kencang hari ini aku tidak sabar saat mendengar kau sudah sadar... sampai sampai aku lupa kalau tadi aku membawa mobil CK.." wajahnya memerah serta nafasnya yang ngos ngosan Devan terlalu bahagia disaat mendengar sahabat nya terbangun dari tidurnya.


Nampak dahi Hafiz dan pak Harun mengkerut secara bersamaan dalam hati keduanya siapa yang sudah memberitahukan Devan tentang hal ini apakah Andriana??.


Kini Andriana yang mengernyit pasalnya pak Harun dan hafiz menoleh kearahnya,kini Andriana mengerti dan mengendikkan bahunya diapun keluar tak mau tahu dengan situasi sekarang.


"Siapa yang sudah memberitahu bahwa aku sudah bangun" terkejut Devan nyengir nampak menggaruk lehernya yang tak gatal.


"Bukankah Om memasang cctv ... " spontan hanya itu jawaban yang cukup masuk akal karena tidak mungkin kalau dia mengatakan bahwa Ainilah yang memberitahu tentang hal ini.


Kini pak Harun mengerti dilihat dari reaksi Devan pak Harun pun mengerti siapa yang sudah memberitahukan Devan,pak Harun pamit keluar sebentar karena dering ponsel dari asistennya tentang meeting hari ini.

__ADS_1


"Aku periksa dulu oke jangan banyak bertanya,." Hafiz hanya menghela nafas pelan kepalanya sedikit pusing.


"Kau tahu dimana Aini tinggal ...??" Devan mengernyit terkejut akan pertanyaan dari sahabatnya.


sebisa mungkin dia harus bersikap tenang dia tahu bagaimana rasa cinta sahabat nya ini terhadap Aini.


"Dev... jangan sembunyikan apapun dariku,aku tahu kamu mengetahui dimana Aini tinggal" kembali Hafiz mengucapkan kalimat yang tidak ingin didengar oleh Devan.


Hhhhhhhhh


"Jangan khawatir aku tidak akan mengganggu dia karena aku tahu kalau dia sudah bertunangan, bukankah kita sudah melihat dia acara pesta waktu itu?? aku hanya ingin melihat kondisinya setidaknya untuk meyakinkan ku bahwa dia baik baik saja" dengan wajah sendu yang perlahan memerah Hafiz sangat emosional saat ini.


"Oke,.. sebentar aku periksa dulu dirimu aku tidak ingin tubuhmu nanti lemas dan..."


"lepas infusnya aku baik baik saja sekarang,..."


Hhhhhhh


"Dan kau berhutang banyak penjelasan padaku Dev...."


"oke oke nanti aku jelaskan " sedikit sebal kini Devan hanya pasrah saja dengan keadaan.


Sebenarnya pak Harun sudah sedari tadi mendengar apa yang dibicarakan hafiz dan Devan,pak Harun pun hanya menghela nafasnya perlahan ' begitu kuat pengaruh Aini padamu nak ' bagaimana pun pak Harun tahu kalau Aini adalah cinta pertama putra nya.


kalau saja Astri tidak mengacaukan segalanya mungkin putranya sudah bahagia sekarang,kini kedua tangannya mengepal erat nampak buku bukunya pun memutih rahangnya mengeras 'sialan kau Astri ibu macam apa kau tega melakukan semua ini pada putramu' .


"Apa yang papa lakukan disini... " pak Harun terkesiap seketika dia sadar dari lamunannya.


"Maaf... papa hanya ingin menyapa dan melihat mu Nak..." jawab pak Harun

__ADS_1


"Seperti yang papa lihat,aku hancur pa... tadi aku ketempat Aini disana aku melihat Aini ku sedang bercanda dan bersenda gurau dengan seorang pria,nampak sekali dia sangat bahagia, tapi.... kenapa hatiku sakit sekali pa... sakiittt Ainiku sekarang sudah sangat jauh dari jangkauan ku dia sudah melupakan ku hiks hiks..." terisak hafiz dibahu sang papa tubuhnya gemetar pak Harun hanya bisa menepuk punggungnya.


Pak Harun juga terisak pelan hanya kata kata bijak yang keluar dari mulutnya untuk menguatkan putranya,tidak ada yang bisa dilakukan saat ini.


"Tidurlah Nak... aku tahu kau lelah papa akan usahakan agar kau bertemu dengan Aini agar kalian bisa berbicara dari hati ke hati" ucap pak Harun menenangkan.


Yah dia akan bicara dengan Aini besok dia ingin agar gadis itu mau menemui putranya untuk yang terakhir kalinya dan menenangkan hafiz agar putranya mengerti akan situasi dan kondisi yang sekarang.


Hafiz hanya diam tapi dia jug tidak menolak disaat pak Harun menyuruh nya untuk tidur,dia juga lelah bahkan sangat lelah tubuhnya pun lemas.


Hafiz pun menuju pembaringannya kemudian memejamkan matanya berharap agar ini hanya sebuah mimpi dan ketika terbangun esok pagi dia akan baik baik saja.


Pak Harun pun keluar dilihatnya putranya sudah tertidur dia sendiri tak yakin akan janjinya pada putranya,'semoga saj Aini mau' batinnya.


Kini tubuh tuanya sangat lelah dia juga ingin istirahat, harapan bahwa sang putra mampu menggantikan dirinya dimasa masa tuanya entah apakah bisa terealisasikan.


Tak berselang lama pak Harun pun tertidur.


Sementara itu dikamar yang tidak terlalu luas Aini duduk bersila guna menghisap energi chi dari alam sekitar dengan jendela dibuka dia dengan leluasa menghisap energi chi,Aini merasakan sedikit lemas beberapa hari ini setelah dia mampu membuat Hafiz tersadar dari tidurnya Aini merasakan tenaganya tersedot bahkan nyaris tak tersisa kalau saja kakek penjaganya tidak mengingatkan untuk berhenti.


Kini dia kehilangan sebagian kemampuannya dan butuh beberapa waktu untuk memulihkan tenaganya kembali kini dia hanya bisa mengembalikan sedikit energinya yang hilang akibat tersedot oleh tubuh Hafiz.


Sekitar 2 jam lamanya akhirnya Aini pun membuka matanya nampak keringat sebanyak sebutir jagung keluar dari dahi dan tubuhnya.


" Kakek kenapa tubuhku tidak seperti dulu...??" dengan sedikit lemas Aini mengungkapkan isi hatinya.


"Bukankah kakek sudah bilang kau terlalu memaksa nduk..."


"Tapi kalau Aini tidak segera merebut sukmanya akan semakin sulit untuk mencari keberadaan Sukma kak Hafiz kek.... Kakek tahu itu" kini nampaklah sesosok laki laki tua bersorban putih.

__ADS_1


" Beristirahatlah kakek akan menjagamu"


"Hhmmm..." tak lama kemudian Aini pun tertidur.


__ADS_2