Kau Yang Telah Pergi

Kau Yang Telah Pergi
Bab 92


__ADS_3

Beberapa waktu yang lalu setelah pak Antoni meminta anak buahnya untuk meminta bertemu dengan Sony akhirnya harus menelan kekecewaan lantaran Sony tak ingin bertemu untuk saat ini itupun tak lepas dari perintah dari Nico.


Sebenarnya pak Antoni kecewa tapi memaksa pun juga percuma bagaimana pun juga berkat Sony lah dia tahu dimana keberadaan cucunya dan berkat Sony juga dia tahu kebenaran tentang baby sister nya itu.


Sejak pulang dari markasnya pak Antoni belum bertemu dengan Aditya,entah kemana dan dimana putranya saat ini berada.


_______


sementara itu dipentohouse milik Nico nampak kakek Bimo seperti biasanya melakukan senam yoga dipagi hari sedangkan Aini hanya duduk dibalkon kamar yang ditempati nya saat ini sambil memejamkan mata.


Mungkin bagi orang awam atau dengan mata telanjang Aini hanya tertidur sambil duduk ,tapi jika dilihat dari mata batin Asti akan nampak seorang yang sedang melakukan semedi.


Aini tak pernah menunjukkan kemampuannya kepada siapapun tapi bagi orang orang tertentu pasti melihat betapa istimewanya gadis itu karena diliputi dengan Cakra ajna atau Cakra untuk segala pengasihan yang berwarna ungu keemasan.


Sedangkan Nico entah sejak dua hari yang lalu tidak pulang ke pentohouse nya karena suatu pekerjaan yang teramat penting menurut nya.


Dikantor Nico masih berkutat dengan setumpuk dokumen dokumen yang harus dia periksa dan tanda tangani,sedangkan asistennya masih belum kembali dari tugasnya menggantikan Nico untuk menemui kliennya didubai.


Tok , tok tok


"Masuk"


Ceklek


"Maaf tuan ada tamu katanya beliau Daddy tuan...." Nico mengernyit heran sejak kapan Daddy nya tahu kantor nya.


"Suruh masuk..." sang sekretaris mengangguk kemudian pamit,selang beberapa menit kemudian sekretaris Nico kembali bersama seseorang yang mengaku Daddy nya.


"Wuaaahh... welcome Daddy... or Mr John Mayer.... " seru Nico tanpa digubris oleh sang ayah.


"Son..."


"say... what are you doing here... ( Katakan... apa yang kau lakukan disini...)" tanpa basa basi Nico mencecar dengan pertanyaan maksud tujuan sang ayah kenapa datang kemari.


"Daddy hanya ingin bertemu dengan mommy mu ... " Nico mengernyit tak lama kemudian dia tertawa.


"Hahahaha... ingin bertemu...??" kemudian Nico terdiam dan kini menatap matanya tajam.


" my mom is very calm now,...now I know why my mom has been so impulsive and misbehaving,..it's because you are so hypocritical..."


( ibuku sangat tenang sekarang,...sekarang aku tahu mengapa ibuku begitu impulsif dan nakal,..itu karena kamu sangat munafik...")


John Mayer terhenyak mendengar pernyataan putranya, dia juga baru tahu kalau sejak dulu istrinya sudah mengetahui kalau dirinya punya istri lain selain dirinya dan itu dia dengar tanpa sengaja kala istri yang sekarang sedang berbicara kepada seseorang yang entah itu siapa,.


Dan ternyata istrinya yang sekarang begitu licik sehingga ibu dari putra yang ada didepannya ini melampiaskan semuanya dengan memusuhi kesayangan putranya juga cinta pertama putranya sungguh John Mayer sangat merasa bersalah pada istrinya.

__ADS_1


"do you regret now mr. Mayer....too late, now you go from our life...!! ( apakah kamu menyesal sekarang mr. Mayer....terlambat, sekarang kau pergi dari hidup kami...!! )" usir Nico.


John Mayer hanya mampu berdiam tak bisa berkata apa-apa, sekarang dia tahu apa yang harus dilakukan akhirnya diapun memutuskan untuk pergi dari kantor putranya tanpa pamit terlebih dahulu.


Nico hanya memandang punggung lebar yang berstatus sebagai ayahnya tersebut dengan senyuman miring, kemudian dia merogoh ponselnya.


"Kau lakukan apa yang kuperintahkan kemarin.dan jangan sampai kau lengah atau.. kau tidak akan melihat matahari esoknya... "


Tutt


Setelah mengucapkan perintah nya Nico pun memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak, kemudian dia kembali melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda barusan.


"Sudah tidak sabar yah... baiklah let's play... " senyum smirk milik Nico tercetak secara sempurna, kemudian dia keluar hendak menuju pentohouse miliknya.


"Aku rindu padamu Ai... tapi... "


"Shitt... bagaimana bisa aku melupakan satu hal itu??"


Nico kemudian mengalihkan roda besinya kearah lain menuju dimana sekarang Sony berada,dia mencoba merogoh sakunya dan hendak menelepon Aini.


Sampai didering yang ketiga kalinya panggilan itu belum diangkat, kemudian dia beralih menelepon telepon biasa dipentohouse nya akhirnya panggilan itu pun dijawab tapi oleh pelayan yang ada disana.


"Hallo dengan kediaman tuan Nico disini ada yang bisa saya bantu..." jawab seorang perempuan diseberang sana


"Minu... dimana nona Aini berikan telepon ini kepada nya sekarang..."


Tak lam kemudian nampak suara halus dan lembut menyambut rungunya seperti Sepoi angin yang melintas kejiwanya.


"A Ai... ada sesuatu yang harus kau ketahui, ini mengenai..."


"Aku tahu kak... jangan khawatir aku akan sampai disana lebih dulu sebelum kak Nico sampai,.. Tutt" belum sempat Nico menjawab panggilan diputuskan secara sepihak oleh Aini.


"Ckk... dasar kau tidak berubah sama sekali Ai... tetap menyebalkan ,.. " Nico berdecih kemudian terdengar suara tawa ringan dari mulutnya.


"Kakek sampai kapan akan melakukan itu heumm... apa kau tidak penasaran dengan aksi cucumu kek...??" terdengar suara lembut Aini sampai ditelinga kakek Bimo hingga mampu membuat kakek Bimo dengan cepat menghentikan ritualnya.


"Kenapa cepat sekali dia beraksi,. " sahut kakek Bimo cepat.


"Ayo kek ganti baju dulu setelah itu kita pergi dengan ini..." sambil menunjukkan sesuatu dibalik bajunya yang membuat kakek Bimo penasaran setelah Aini menunjukkan apa itu dengan segera kakek Bimo menerbitkan senyum manis kearah Aini.


"Hehe... kau memang nakal nduk... Baiklah ayo...!!"


Kini setelah 45 menit perjalanan Nico akhirnya sampai ditempat tujuan nampak sebuah rumah kecil dan asri terpampang dinetra seorang Nico yang sekarang sudah menjadi markas sementara para anak buahnya yang khusus untuk mengawasi perjalanan para sekte.


Tok tok

__ADS_1


Ceklek


"Selamat datang tuan..." sambut Sony menunjukkan kepala hormat.


"Apakah... " kalimat Nico terjeda kala dia mendengar sebuah suara dari bilik ruangan yang bersekat kaca.


"Kau terlambat le... " Nico sedikit tersentak kala mendengar suara kakeknya,dia lupa akan hal itu bahwa kakeknya dan Aini punya sesuatu yang hanya mereka yang bisa yaitu panglimunan ( kalau didunia penyihir seperti ilmu teleportasi gitu lah yah ).


Beberapa kali Nico mempelajari itu namun gagal dan disaat dia sudah menguasai dia malah lupa akan hal itu.


Nico mengerutkan keningnya dia seolah-olah mencari cari sesuatu atau lebih tepatnya seseorang.


"Assalamualaikum kakak... " terdengar suara lembut dari seseorang yang selama ini dia rindukan,jantung Nico berdegup kencang seakan-akan sang jantung enggan berlama-lama ditempat nya.


"Heemmm... kakak sudah bisa melakukan seperti kami kenapa tak kau gunakan kak...?" suara tanya Aini membuyarkan lamunannya.


"Ah eh kakak lupa Ai... " jawab Nico sambil garuk-garuk kepala yang tak gatal.


Aini terkikik geli melihat tingkah Nico yang terkesan salah tingkah terhadap nya, sedangkan kakek Bimo hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd cucunya.


Tak lama kemudian Nico kembali ke mood awal yaitu muka dingin dan datarnya yang terkesan mengintimidasi,Aini yang melihat perubahan Nico dalam waktu singkat hanya tersenyum simpul.


"Bagaimana laporan mu Son... ??" tanya Nico terhadap Sony. dan seketika Sony melangkah maju dan menyerahkan sebuah flashdisk dan sebuah dokumen yang sudah dipersiapkan Sony sebelumnya.


"Anda bisa melihat semuanya disini tuan..." ucap Sony lugas.


"Lalu bagaimana kondisi gadis kecil itu ... dan juga beberapa gadis yang disana...?" kembali Nico bertanya tanpa melihat kearah lawan bicara nya sambil membaca dokumen ditangannya.


"Untuk sementara mereka aman tuan karena saya sudah menyusup kan beberapa anak buah disana untuk berjaga-jaga dan sebagai petunjuk nantinya untuk kita..." Nico hanya mengangguk kecil.


"Kau boleh keluar dan persiapkan untuk nanti malam ,." Nico mengibaskan tangannya memberikan tanda bahwa tugas Sony sudah selesai untuk sementara.


"Tunggu... " Sony yang sudah melangkah keluar urung dilanjutkan karena interupsi dari tuannya.


"Ada lagi tuan..." ucap Sony menunduk hormat.


"Belikan makanan untuk kami dan juga untuk kalian semuanya disini,.. kau tahu kan apa yang harus kau lakukan setelah itu??" Sony kembali menunduk hormat


"Siap... !! saya mengerti tuan....!!"


" Oke kau boleh kembali..." setelah itu Sony pun berlalu.


"Kek... coba lihatlah,dan Ai.... aku harap kau mengerti apa yang harus kau lakukan jangan sampai membahayakan kandungan mu, karena saat ini ada beberapa anak buah pengikut sekte sekte tertentu mengetahui bahwa kau sedang mengandung saat ini" ucap Nico panjang lebar.


Aini sedikit membola ketika mendengar kata-kata Nico barusan, 'bagaimana bisa?? bukankah dia sudah menutupi nya dengan Cakra pelindung dan ...' belum sempat Aini bermonolog dalam hati Nico sudah mendahului bicara.

__ADS_1


"Karena ada beberapa orang yang mampu menembus penglihatan nya dari Cakra pelindung mu Ai... sekuat apapun Cakra pelindung yang kau buat bersama dengan Ruth itu tak mempengaruhi mereka yang sudah berada diranah tingkat 9..." kembali Aini tersentak kaget mendengar penuturan Nico.


"Ojo kuatir nduk... si Mbah mu Iki wes Reti kudu piye, Mbah mu Iki Yoh wes matur Nang buyutmu Ben direwangi ,. ( jangan khawatir nak... kakekmu ini sudah mengerti apa yang harus dilakukan,kakekmu ini juga sudah ngomong ke kakek buyut mu agar membantu,. )" ucap kakek Bimo menenangkan Aini, sedangkan Aini hanya bergeming sama sekali.


__ADS_2